Midriasis adalah pelebaran pupil, biasanya disebabkan oleh penyebab non-fisiologis, atau terkadang respons pupil fisiologis. Penyebab non-fisiologis midriasis meliputi penyakit, trauma, atau penggunaan jenis obat tertentu. Penyebabnya juga mungkin tidak diketahui.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Midriasis | |
|---|---|
| Nama lain | Pembesaran pupil[1] |
| Pupils melebar yang disebabkan oleh tetes mata midriatik yang diteteskan untuk pemeriksaan fundus yang dilatasi | |
| Pelafalan | |
| Spesialisasi | Oftalmologi, neurologi |
Midriasis adalah pelebaran pupil, biasanya disebabkan oleh penyebab non-fisiologis,[3] atau terkadang respons pupil fisiologis.[4] Penyebab non-fisiologis midriasis meliputi penyakit, trauma, atau penggunaan jenis obat tertentu. Penyebabnya juga mungkin tidak diketahui.
Normalnya, sebagai bagian dari refleks cahaya pupil, pupil melebar dalam gelap dan menyempit dalam terang untuk meningkatkan ketajaman penglihatan di malam hari dan melindungi retina dari kerusakan akibat sinar matahari di siang hari. Pupil midriatik akan tetap terlalu besar bahkan dalam lingkungan yang terang. Eksitasi serat radial iris yang meningkatkan bukaan pupil disebut sebagai midriasis. Secara lebih umum, midriasis juga mengacu pada pelebaran pupil alami, misalnya dalam kondisi cahaya redup atau di bawah stimulasi simpatik. Midriasis sering kali diinduksi oleh obat-obatan untuk pemeriksaan dan prosedur oftalmik tertentu, terutama yang membutuhkan akses visual ke retina.
Midriasis unilateral yang menetap dapat menjadi gejala peningkatan tekanan intrakranial. Kebalikannya, penyempitan pupil disebut sebagai "miosis". Baik midriasis maupun miosis dapat bersifat fisiologis. Anisokoria adalah kondisi di mana salah satu pupil lebih melebar daripada pupil lainnya.