Mheibes adalah permainan tradisional di Irak yang dilakukan setiap memasuki bulan Ramadan. Secara sederhana nama permainan ini adalah menebak posisi cincin. Permainan digelar secara berkelompok oleh para pria dan dilakukan setelah salat tarawih. Permainan Mheibes telah dikenal di Irak sejak ratusan tahun yang lalu sejak masa Mesopotamia Kuno. Sumber lain mengatakan jika permainan ini ada sejak masa Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258). Demikian populernya permainan ini hingga dianggap sebagai permainan paling digemari nomor dua setelah sepakbola.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Mheibes (Bahasa Arab : محيبس) adalah permainan tradisional di Irak yang dilakukan setiap memasuki bulan Ramadan. Secara sederhana nama permainan ini adalah menebak posisi cincin. Permainan digelar secara berkelompok oleh para pria dan dilakukan setelah salat tarawih. Permainan Mheibes telah dikenal di Irak sejak ratusan tahun yang lalu sejak masa Mesopotamia Kuno.[1] Sumber lain mengatakan jika permainan ini ada sejak masa Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258). Demikian populernya permainan ini hingga dianggap sebagai permainan paling digemari nomor dua setelah sepakbola.[2]
Kegiatan ini dikompetisikan secara berjenjang. Dari tingkat paling rendah hingga tingkat Nasional. Walaupun demikian hadiahnya bukanlah barang mewah melainkan makanan semisal baklava atau kue manis khas Timur Tengah lainnya.[3]
Permainan ini difungsikan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi dan harmoni di antara masyarakat.