Meunasah Panton Labu merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Meunasah Panton Labu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Aceh | ||||
| Kabupaten | Aceh Utara | ||||
| Kecamatan | Tanah Jambo Aye | ||||
| Kode Kemendagri | 11.08.14.2032 | ||||
| Kode BPS | 1111080056 | ||||
| Luas | 1,1 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 3.450 jiwa | ||||
| Kepadatan | 3.136, 36 jiwa/km² | ||||
| |||||
Meunasah Panton Labu merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia.[1]
Nama Meunasah Panton Labu berasal dari penuturan masyarakat setempat. Secara etimologis, kata Panton diyakini berasal dari kata Panteu dalam bahasa Aceh yang merujuk pada wilayah dataran atau tepian tertentu. Dalam perkembangan pengucapan, istilah tersebut berubah menjadi Panton.
Kata Labu dikaitkan dengan keberadaan sebuah pohon labu yang dahulu tumbuh di bawah sebuah jembatan di perbatasan wilayah desa dan menjadi penanda lokasi bagi masyarakat. Seiring waktu, nama tersebut melekat sebagai penyebutan kawasan.
Sementara itu, istilah Meunasah merujuk pada bangunan surau yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan musyawarah masyarakat pada masa awal terbentuknya gampong. Nama tersebut kemudian digunakan secara turun-temurun dan menjadi nama resmi desa hingga saat ini.
Gampong Meunasah Panton Labu terletak di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Wilayah gampong berupa dataran rendah yang sebagian besar dimanfaatkan untuk permukiman dan lahan pertanian. Luas area persawahan di gampong ini sekitar 60 hektar yang menjadi salah satu potensi utama masyarakat.
Pemerintahan Gampong Meunasah Panton Labu saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Keuchik, yaitu Faizal Bakrie, S.ST. Dalam menjalankan pemerintahan gampong, PLT Keuchik dibantu oleh perangkat desa yang terdiri atas Kepala Dusun dan Tuha Peut sebagai unsur permusyawaratan gampong.
Jumlah penduduk Gampong Meunasah Panton Labu sebanyak 3.450 jiwa yang terdiri dari:
Jumlah kepala keluarga sebanyak:
Fasilitas yang terdapat di Gampong Meunasah Panton Labu antara lain:
Masyarakat Gampong Meunasah Panton Labu memiliki tradisi agraris yang masih terjaga. Dalam sektor pertanian terdapat khanduri blang sebagai bentuk syukur atas kelestarian sawah, khanduri menanam padi, tepung tawar saat padi mulai menghijau, serta khanduri panen.
Di bidang keagamaan, masyarakat melaksanakan khanduri tulak bala yang dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan Safar (dikenal sebagai Rabu Abeh). Selain itu, terdapat tradisi khanduri jrat yang dilaksanakan pada malam hari di pemakaman sebelum menyambut bulan Ramadan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur.
Tradisi samadiah juga rutin dilaksanakan setiap malam Jumat dan telah berlangsung secara turun-temurun sejak sekitar tahun 1945.
Perekonomian Gampong Meunasah Panton Labu didominasi oleh sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dengan komoditas utama padi. Selain pertanian, sebagian masyarakat juga bekerja di sektor perdagangan, jasa dan usaha kecil lainnya.