Merpati-hutan perak adalah burung yang termasuk dalam jenis burung-burung yang berstatus kritis dalam IUCN, selain burung Anis-bentet sangihe ,Sikatan aceh(Cyornis ruckii), dan Jalak bali.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Merpati-hutan perak | |
|---|---|
| Ilustrasi oleh Keulemans, 1893 | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. argentina |
| Nama binomial | |
| Columba argentina Bonaparte, 1855 | |
| Sinonim | |
|
Carpophaga grisea Grey, 1844 (nomen nudum) | |
Merpati-hutan perak adalah burung yang termasuk dalam jenis burung-burung yang berstatus kritis (terancan punah/musnah) dalam IUCN, selain burung Anis-bentet sangihe (Colluricincla sanghirensis),Sikatan aceh(Cyornis ruckii), dan Jalak bali (Leucopsar rothschildi).[1]
Berukuran besar (40 cm), berwarna abu-abu pucat. Sayapnya berwarna hitam, ekor dan tubuh bagian bawah keabuan. Perbedaannya dengan Pergam laut: tubuh bagian atas abu-abu (bukan putih), warna hitam pada separuh ekor, dan lingkaran mata merah. Iris coklat, keliling mata yang gundul merah, paruh hijau-pucat dengan pangkal merah, kaki merah.[2]
Kep. Simeulue, Mentawai (P.Sipura, Pagai utara),Kep.Riau (Karimun Besar, Batam, Bintan dan Kepulauan Lingga/Saya), Kep. Anambas, Natuna utara dan Kep. Karimata di ujung barat Kalimantan. Juga pernah tercatat di P. Burong (Malaysia), akan tetapi, sekarang di pulau itu sudah punah.[3]
Merpati-hutan perak mirip dengan Pergam laut, akan tetapi ada perbedaan antara merpati hutan perak dan pergam laut, yaitu pergam laut tidak mempunyai lingkaran merah pada mata, dan warna yang lebih putih.[4]
Mendiami pulau-pulau kecil, tetapi jarang ditemukan karena adanya penebangan hutan. Kadang-kadang berbaur dengan Pergam laut.[5]