Mermithidae merupakan famili cacing nematoda yang merupakan endoparasit pada arthropoda. Pada awal tahun 1877, Mermithidae terdaftar sebagai salah satu dari sembilan subdivisi Nematoidea. Mermithidae dikelirukan dengan cacing dari filum Nematomorpha yang memiliki riwayat hidup dan penampilan serupa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mermithidae | |
|---|---|
| Spesies Mermithidae yang biasa ada di dalam tubuh tawon Vesva velutina | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | Mermithidae |
| Genus | |
|
Lihat teks | |
Mermithidae merupakan famili cacing nematoda yang merupakan endoparasit pada arthropoda. Pada awal tahun 1877, Mermithidae terdaftar sebagai salah satu dari sembilan subdivisi Nematoidea.[2] Mermithidae dikelirukan dengan cacing dari filum Nematomorpha yang memiliki riwayat hidup dan penampilan serupa.
Mermithidae merupakan parasit, terutama pada artropoda. Sebagian besar diketahui dari serangga, tetapi ada pula yang tercatat dari laba-laba, kalajengking, dan krustasea. Beberapa diketahui menjadi parasit pada cacing tanah, lintah, dan moluska,[3] dan spesimen diketahui dari seekor laba-laba yang diawetkan dalam ambar Baltik.[4]
Setidaknya 25 spesies diketahui menjadi parasit pada jentik nyamuk, sehingga menarik perhatian mereka dalam pengendalian hama biologis.[5][6] Suatu spesies, mungkin Pheromermis vesparum, tercatat berasal dari lebah Vespa velutina di Prancis. Parasit tersebut dianggap merupakan anggota fauna lokal yang telah beradaptasi dengan inang baru. Namun, penulis menyimpulkan bahwa mermithidae tidak dapat menghambat invasi lebah atau digunakan dalam program pengendalian biologis terhadap spesies invasif ini.[7]

Mermithidae berbentuk seperti kawat dan memiliki kutikula halus dengan lapisan serat spiral. Saluran pencernaannya mirip dengan nematoda yang hidup bebas, hanya saja pada larva muda sebelum hidup sebagai parasit. Pada tahap parasit kerongkongan terputus dari usus tengah, dan betina tidak memiliki anus. Bukaan alat kelamin betina berada di bagian tengah tubuh, sedangkan bukaan alat kelamin jantan berada di ujung dan terlihat berupa satu atau dua spikula. Telurnya diletakkan di air atau di darat. Larva yang baru menetas hidup bebas, begitu pula larva dewasa yang muncul dari inangnya untuk bertelur.[8]
Taksonomi kelompok ini membingungkan karena koleksi spesimen yang buruk serta karakteristik morfologi yang sangat terbatas, dan sebagian besar ditemukan oleh ahli entomologi daripada ahli nematologi. Bahkan spesies yang paling banyak dipelajari yakni Romanomermis culicivorax, memiliki status taksonomi yang tidak jelas.[9]
Mermithidae mengubah osmolalitas hemolimfa inangnya (konsentrasi garam) untuk menginduksi perilaku mencari air.[10]
Daftar ini belum tentu lengkap. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. (March 2021) |