Mentsuyu atau sering dikenal sebagai Tsuyu (つゆ) saja adalah bumbu yang terbuat dari dashi, kecap asin, mirin, dan gula. Mentsuyu paling sering dimakan sebagai saus celup dengan sōmen, soba, udon, dan hiyamugi. Selain masakan tersebut, mentsuyu juga sering dijadikan sebagai saus cocolan untuk tempura. Penambahan mentsuyu diyakini akan memberikan rasa umami yang dalam kepada berbagai makanan. Mentsuyu juga dapat dibuat sebagai saus vegetarian dengan mengganti dashi yang biasanya umum dibuat dari katsuobushi dengan kaldu jamur. Beberapa resep menyarankan penggunaan jamur shiitake kering dari Prefektur Oita untuk memberikan rasa khas mentsuyu yang unik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mentsuyu | |
|---|---|
Mentsuyu dalam botol yang dijual di supermarket | |
| Tempat asal | Jepang |
| Daerah | Asia Timur |
| Bahan utama | Dashi, kecap asin, mirin, dan gula. |
Mentsuyu (めんつゆ; juga 麺汁) atau sering dikenal sebagai Tsuyu (つゆ) saja adalah bumbu yang terbuat dari dashi, kecap asin, mirin, dan gula. Mentsuyu paling sering dimakan sebagai saus celup dengan sōmen, soba, udon, dan hiyamugi.[1] Selain masakan tersebut, mentsuyu juga sering dijadikan sebagai saus cocolan untuk tempura. Penambahan mentsuyu diyakini akan memberikan rasa umami yang dalam kepada berbagai makanan. Mentsuyu juga dapat dibuat sebagai saus vegetarian dengan mengganti dashi yang biasanya umum dibuat dari katsuobushi dengan kaldu jamur.[2] Beberapa resep menyarankan penggunaan jamur shiitake kering dari Prefektur Oita untuk memberikan rasa khas mentsuyu yang unik.[3]
Di dunia kuliner Jepang, mentsuyu dikelompokkan menjadi dua varian utama, yaitu kaketsuyu dan tsuketsuyu. Kaketsuyu dibuat dengan mencampur mentsuyu bersama air mendidih guna menyajikan kuah mi hangat, sementara tsuketsuyu dihasilkan dari pencampuran mentsuyu dengan air bersuhu kamar atau dingin untuk kuah mi yang disajikan dingin.[2]
Asal-usul mentsuyu dapat ditelusuri hingga zaman Muromachi (kurang lebih 1336-1573), saat udon telah menjadi hidangan umum di Jepang. Nisshinsha Yukyoshi, pengarang buku Soba Zensho pada masa Edo (1603-1868), menyatakan bahwa ia menghindari penggunaan katsuobushi (serpihan ikan cakalang kering) dalam mentsuyu karena lebih menyukai versi tanpa bahan hewani, yang menandakan bahwa sejak dulu orang Jepang sudah menyesuaikan mentsuyu sesuai preferensi masing-masing. Sejalan dengan evolusi tradisi kuliner Jepang selama berabad-abad, mentsuyu pun terus berkembang.[3]
Mentsuyu merupakan saus yang banyak digunakan di berbagai masakan Jepang dan sangat populer. Popularitas mentsuyu membuatnya diproduksi oleh berbagai macam produsen makanan Jepang dan sering dijual dengan nama merek yang berbeda seperti Mentsuyu (oleh Ninben, Yamaki, dan lain-lain), Hon Tsuyu (oleh Kikkoman), Tsuyu no moto (oleh Ninben), Tsuyu (oleh Somi dan lain-lain).[4]
Rasa dari mentsuyu cenderung berbeda antara wilayah Jepang bagian timur dan barat. Perbedaan pokok terletak pada preferensi kecap usukuchi (薄口) yang lebih dominan di Jepang bagian barat. Akibatnya, mentsuyu di wilayah timur Jepang biasanya berwarna lebih pekat, sementara di barat cenderung lebih pucat. Keberadaan kecap usukuchi dapat menjadikan mentsuyu memiliki cita rasa yang lebih manis dan halus.[4]