Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Meganthropus

Meganthropus adalah sekumpulan koleksi fosil mirip manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Fosil ini pertama kali ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936 dan berakhir 1941 di Situs Sangiran, yaitu rahang bawah dan rahang atas. Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Ciri-ciri fosil ini berbeda dari Pithecanthropus erectus yang lebih dulu ditemukan di Sangiran. Fosil serupa juga ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 berupa rahang bawah.

Manusia Purba
Diperbarui 12 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Meganthropus
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Meganthropus
Rentang waktu: Early Pleistocene–Middle Pleistocene
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Ilustrasi tengkorak bedasarkan afinitias dengan Ponginae
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Hominidae
Genus: †Meganthropus
Spesies:
†M. palaeojavanicus
Nama binomial
†Meganthropus palaeojavanicus
von Koenigswald, 1950
Sinonim
  • †Homo erectus palaeojavanicus
  • †Pithecanthropus dubius

Meganthropus adalah sekumpulan koleksi fosil mirip manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Fosil ini pertama kali ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936 dan berakhir 1941 di Situs Sangiran, yaitu rahang bawah dan rahang atas. Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Ciri-ciri fosil ini berbeda dari Pithecanthropus erectus (Homo erectus) yang lebih dulu ditemukan di Sangiran. Fosil serupa juga ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 berupa rahang bawah.[1]

Salah satu kerangka dari manusia purba

Pada pertengahan tahun 2000-an taksonomi dan filogeni spesimen tersebut masih belum pasti, dan sebagian besar ahli paleoantropologi menganggap mereka berkerabat dengan Homo erectus dalam beberapa hal. Namun, nama Homo palaeojavanicus dan Australopithecus palaeojavanicus juga digunakan, yang menunjukkan ketidakpastian klasifikasi.

Setelah ditemukannya tengkorak kokoh di Swartkrans pada tahun 1948 (SK48), nama Meganthropus africanus sempat digunakan. Namun, spesimen tersebut sekarang secara resmi dikenal sebagai Paranthropus robustus dan nama sebelumnya merupakan sinonim junior. Beberapa temuan ini disertai dengan bukti penggunaan alat yang mirip dengan Homo erectus. Inilah alasan Meganthropus sering dikaitkan dengan spesies tersebut sebagai H. e. palaeojavanicus. Pada tahun 2019, studi morfologi gigi menemukan Meganthropus valid genus kera hominid non-hominin, berkerabat dekat dengan Lufengpithecus.[2]

Ciri ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera, diperkirakan juga makanan yang dikonsumsi oleh manusia purba ini adalah tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu, pada masa Paleolitikum atau Zaman Batu Tua. Meganthropus memiliki kelebihan pada bentuk tubuhnya yang lebih besar dibandingkan manusia purba lainnya.

Referensi

  1. ↑ "ITIS - Report: Meganthropus". www.itis.gov. Diakses tanggal 2023-03-06.
  2. ↑ Zanolli, Clément; Kullmer, Ottmar; Kelley, Jay; Grine, Frederick E.; Bacon, Anne-Marie; Demeter, Fabrice; Dumoncel, Jean; Fiorenza, Luca; Hublin, Jean-Jacques, Nguyen Anh Tuan, Thi Mai Huong (May 2019). "Evidence for increased hominid diversity in the Early to Middle Pleistocene of Indonesia". Nature Ecology & Evolution (dalam bahasa Inggris). 3 (5): 755–764. doi:10.1038/s41559-019-0860-z. ISSN 2397-334X. PMID 30962558. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Pengidentifikasi takson
Meganthropus
  • Wikidata: Q1348449
  • Wikispecies: Homo erectus palaeojavanicus
  • GBIF: 5428937
  • ITIS: 943902

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Manusia purba

kerabat manusia modern yang telah punah dari setengah juta tahun terakhir

Museum Manusia Purba Sangiran

Museum arkeologi di Sragen, Jawa Tengah

Manusia

nama umum Homo sapiens, satu-satunya spesies genus Homo yang masih ada

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026