Dalam pidatonya selama acara Rapat Umum Hari Kebangsaan, Lee Hsien Loong mengkritik podcast politik. Dalam referensi yang tampaknya merujuk pada podcast satir bertema mi oleh blogger lokal mrbrown, Lee menggunakan frasa "mee siam mai hum".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sepiring mee siam, sebuah hidangan Asia Tenggara yang semulanya tidak mengandung kerang (hum dalam Hokkien) | |
| Tanggal | 20 Agustus 2006 (2006-08-20) |
|---|---|
| Tempat | National University of Singapore |
| Lokasi | Singapura |
| Peserta/Pihak terlibat | Lee Hsien Loong |
Dalam pidatonya selama acara Rapat Umum Hari Kebangsaan, Lee Hsien Loong mengkritik podcast politik. Dalam referensi yang tampaknya merujuk pada podcast satir bertema mi oleh blogger lokal mrbrown, Lee menggunakan frasa "mee siam mai hum" (bahasa Hokkien untuk "mee siam tanpa kerang").
Banyak komentator internet menunjukkan bahwa mee siam memang tidak mengandung kerang sejak awal; Kantor Perdana Menteri menyebut ucapan Lee sebagai "mee siam mai hiam" (bahasa Hokkien untuk "mee siam tanpa cabai") dalam transkrip pidatonya, sebelum mengklarifikasi bahwa yang ia maksud adalah "laksa" (hidangan lokal yang memang mengandung kerang) alih-alih "mee siam". Penulis Singapura, Gwee Li Sui, menggambarkan frasa Lee sebagai "Singlish karena tidak peka".[1]

Pada 20 Agustus 2006, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyampaikan pidato tahunannya di Hari Nasional di Universitas Nasional Singapura. Dalam pidatonya, ia mengkritik podcast politik:
Ini bukan cuma soal senang-senang. Saya beri contoh. Anda membuat podcast lucu, Anda bicara tentang "bak chor mee". Saya akan bilang "mee siam mai hum". Lalu kita berkompetisi. Lalu apa yang akan saya lakukan? Saya akan menunjuk Jack Neo sebagai penasihat saya di National Day Rally. Ini akan jadi saat yang menyenangkan, kita akan benar-benar menikmatinya, dan pulang dengan sangat terhibur. Tapi apakah begini cara menghadapi masalah serius? Dan masalahnya, ini tidak akan berhenti hanya dengan senang-senang. Anda akan terjerumus ke dalam distorsi, Anda akan terjerumus ke dalam setengah kebenaran, Anda akan terjerumus ke dalam kebohongan, nada debat akan menurun, dan pada akhirnya, Anda akan berlomba menuju ke dasar.[2]
Meskipun Lee dengan jelas mengatakan "mee siam mai hum" (bahasa Hokkien untuk "mee siam tanpa kerang") dalam siaran tersebut, transkrip resmi dari Kantor Perdana Menteri menyebutkan kata-katanya sebagai "mee siam mai hiam" (bahasa Hokkien untuk "mee siam tanpa cabai").[2]
Pada 22 Agustus 2006, dua hari setelah Lee berpidato, mrbrown mengupload video musik yang berdurasi dua menit yang berjudul "a harmless podcast" dengan cuplikan musik "My Humps" dari The Black Eyed Peas yang diselingi dengan ucapan-ucapan Lee yang mengandung kata "mai hum".[3]
Banyak komentator internet dibuat bingung oleh ucapan "mee siam mai hum" Lee Hsien Loong karena mee siam sudah memang disajikan tanpa kerang.[1][4] Terlebih lagi, mee siam biasanya dijual oleh pedagang Melayu yang tidak tau istilah Hokkien "mai hum".[4]
Kantor Perdana Menteri memberi klarifikasi bahwa Lee sebenarnya akan menyebut laksa, hidangan lain yang mengandung kerang dibandingkan mee siam, namun Lee silap kata saat berpidato dan malah menyebut mee siam.[5]
Pada 8 Mei 2024, setelah sesi terakhir parlemen Lee Hsien Loong sebagai Perdana Menteri, Lee diberikan kue perpisahan yang memiliki banyak dekorasi, salah satunya termasuk semangkuk mee siam.[6] Menurut CNA, dekorasi ini "kemungkinan berasal dari meme mee siam mai hum 2006 yang ikonik itu".[7]