Medan terfragmentasi dikenal juga dengan Fretted terrain merupakan jenis kenampakan permukaan yang umum dijumpai di wilayah tertentu di Mars dan pertama kali diidentifikasi melalui citra wahana antariksa Mariner 9. Ciri khasnya terletak pada posisinya di antara dua tipe wilayah permukaan Mars yang berbeda. Permukaan planet tersebut terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu dataran rendah muda yang relatif halus dan tidak banyak kawah di belahan utara, serta dataran tinggi tua yang dipenuhi kawah di belahan selatan dan sebagian kecil utara. Di antara kedua zona ini terdapat wilayah yang disebut dikotomi Mars, di mana sebagian areanya menampilkan fretted terrain atau medan terfragmentasi, suatu bentang alam yang terdiri atas tebing curam, mesa, busut, serta lembah lurus maupun berliku. Wilayah ini memperlihatkan kombinasi dataran rendah yang halus dengan dinding curam setinggi 1–2 km, serta saluran dengan dasar lebar dan datar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Medan terfragmentasi dikenal juga dengan Fretted terrain merupakan jenis kenampakan permukaan yang umum dijumpai di wilayah tertentu di Mars dan pertama kali diidentifikasi melalui citra wahana antariksa Mariner 9. Ciri khasnya terletak pada posisinya di antara dua tipe wilayah permukaan Mars yang berbeda. Permukaan planet tersebut terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu dataran rendah muda yang relatif halus dan tidak banyak kawah di belahan utara, serta dataran tinggi tua yang dipenuhi kawah di belahan selatan dan sebagian kecil utara. Di antara kedua zona ini terdapat wilayah yang disebut dikotomi Mars, di mana sebagian areanya menampilkan fretted terrain atau medan terfragmentasi, suatu bentang alam yang terdiri atas tebing curam, mesa, busut, serta lembah lurus maupun berliku. Wilayah ini memperlihatkan kombinasi dataran rendah yang halus dengan dinding curam setinggi 1–2 km, serta saluran dengan dasar lebar dan datar.[1][2]
Fretted terrain banyak ditemukan di Arabia Terra, khususnya pada kuadran Ismenius Lacus di antara garis lintang 30°LU–50°LU dan bujur 270°BT–360°BT, serta di Aeolis Mensae pada kisaran 10°LU–10°LS dan 240°BT–210°BT.[3][4] Dua contoh utama wilayah ini ialah Deuteronilus Mensae dan Protonilus Mensae. Di Arabia Terra, fretted terrain menunjukkan transisi dari lembah sempit yang lurus menuju mesa-mesa terisolasi yang dikelilingi oleh formasi seperti circum-mesa aprons, debris aprons, rock glaciers, dan lobate debris aprons.[5][6] Pada awalnya, formasi tersebut dianggap mirip dengan gletser batuan di Bumi. Namun, hasil pengamatan radar dari wahana Mars Reconnaissance Orbiter kemudian membuktikan bahwa struktur ini tersusun atas es air murni yang tertutup lapisan tipis batuan yang berfungsi sebagai isolator.[7][8][9][10][10]
Selain gletser yang tertutup batu di sekitar mesa, wilayah ini juga memiliki lembah bertebing curam dengan permukaan beralur yang disebut lineated valley fill. Citra Viking Orbiters menunjukkan bahwa lembah tersebut menyerupai gletser pegunungan di Bumi, dan kini diyakini bahwa pola alur di lembah tersebut terbentuk akibat aliran es glasial.[11][12]
Fretted terrain di Aeolis Mensae memiliki kemiripan dengan yang terdapat di Arabia Terra, tetapi tidak menampilkan keberadaan debris aprons maupun lineated valley fill. Sebagian wilayah fretted terrain di Aeolis Mensae dikelilingi oleh Formasi Medusae Fossae, yaitu lapisan batuan sedimen yang rapuh dan berstruktur berlapis, tersusun dari material vulkanik atau debu halus yang mudah tererosi. Permukaan formasi ini banyak ditutupi oleh yardang, yakni bentukan memanjang hasil erosi angin yang khas di permukaan Mars.[3]
Asal-usul material pembentuk dataran tinggi fretted terrain belum sepenuhnya dipahami.[13][14] Material tersebut umumnya berbutir halus dan hampir tidak mengandung bongkahan besar, berbeda dengan sebagian besar permukaan Mars yang tersusun atas basal bertekstur kasar. Ketika lapisan dataran tinggi ini tererosi, partikel halus yang dihasilkan mudah terbawa angin, sehingga laju erosi di wilayah ini lebih cepat dibandingkan area lain di Mars.[3] Penelitian yang dipresentasikan pada Lunar and Planetary Science Conference tahun 2018 di Texas menunjukkan bahwa proses erosi yang membentuk fretted terrain kemungkinan juga dipengaruhi oleh pergerakan air di bawah permukaan.[15]