Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Saparman Sodimejo

Saparman Sodimejo atau lebih dikenal dengan nama Mbah Gotho adalah orang Indonesia yang diklaim sebagai orang tertua di dunia. Pada bulan Mei 2010, Solopos melaporkan bahwa petugas sensus tahun itu telah mencatat bahwa ulang tahun Mbah Gotho yang berikutnya adalah 142 tahun, yang akan membuatnya berusia 19 tahun lebih tua dari orang tertua di dunia yang tercatat secara resmi, Jeanne Calment, yang meninggal pada tahun 1997. Seorang perokok berat sampai akhir hayat, ia hidup lebih lama dari sepuluh saudara kandung, empat istri dan kelima anaknya. Situs Liputan 6 melaporkan bahwa perkiraan usia Mbah Gotho adalah 140 tahun, ia tidak dapat mengingat tanggal lahirnya. Namun, ia mengaku masih mengingat pembangunan sebuah pabrik gula yang dibangun di Sragen pada tahun 1890.

Orang tertua di Indonesia
Diperbarui 29 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Saparman Sodimejo
Ini adalah sebuah nama Indonesia yang tidak menggunakan nama keluarga.

Mbah Gotho
Foto Mbah Gotho
LahirSaparman Sodimejo[1][2]
(1870-12-31)31 Desember 1870
Klaten, Midden-Java, Hindia Belanda
Meninggal30 April 2017
(umur 146 tahun, 120 hari)
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
Nama lainMbah Gotho
Anak5
Orang tuaSetrodikromo dan Saliyem
Find a Grave: 202378229 Modifica els identificadors a Wikidata

Saparman Sodimejo atau lebih dikenal dengan nama Mbah Gotho (31 Desember 1870 – 30 April 2017)[3] adalah orang Indonesia yang diklaim sebagai orang tertua di dunia. Pada bulan Mei 2010, Solopos melaporkan bahwa petugas sensus tahun itu telah mencatat bahwa ulang tahun Mbah Gotho yang berikutnya adalah 142 tahun,[4] yang akan membuatnya berusia 19 tahun lebih tua dari orang tertua di dunia yang tercatat secara resmi, Jeanne Calment, yang meninggal pada tahun 1997.[1][2] Seorang perokok berat sampai akhir hayat, ia hidup lebih lama dari sepuluh saudara kandung, empat istri dan kelima anaknya.[5] Situs Liputan 6 melaporkan bahwa perkiraan usia Mbah Gotho adalah 140 tahun, ia tidak dapat mengingat tanggal lahirnya. Namun, ia mengaku masih mengingat pembangunan sebuah pabrik gula yang dibangun di Sragen pada tahun 1890.[6]

Kehidupan

Masa Muda

Lahir di Klaten pada tanggal 31 Desember tahun 1870 dengan nama Saparman Orangtuanya menamai demikian karena Mbah Gotho lahir pada Hari Kamis Legi, 31 Desember 1870 yang bertepatan dengan bulan Sapar (Bulan dalam kalender Jawa).

Namun karena sesuatu sebab nama itu kemudian berubah menjadi Sodimejo.

dia pertama kali dipanggil Gotho oleh bibinya, Waktu itu, bibinya mengajaknya ke sebuah hajatan. Karena suka akan ketampanan Saparman, Bibinya memujinya dengan mengucapkan kata glontho (ganteng) yang kemudian berubah menjadi gotho.[butuh rujukan]

Waktu muda, Gotho sering membantu ayahnya membajak sawah. Namun momennya yang sangat berkesan waktu itu adalah saat dia menghadiri peresmian Pabrik Gula Kedungbanteng. Kini, keberadaan pabrik itu hanya menyisakan lapangan kosong.[butuh rujukan]

Zaman Penjajahan

Gotho dan penduduk lainnya diperintahkan mengumpulkan kayu untuk membangun proyek jembatan. Ia melihat Tentara Indonesia ditembak Tentara Belanda, dia diminta untuk menggotong jenazah yang ia tak tahu siapa,

Perang Dunia I

Mbah Gotho sudah berusia 43 tahun pada awal Perang Dunia I pada 28 Juni 1914, Dampak tersebut tak begitu signifikan untuk Indonesia.

Meski begitu, dampak krisis ekonomi yang diakibatkan Perang Besar membuat hidup para buruh di Nusantara kala itu kian sulit.[butuh rujukan]

Perang Dunia II

Mbah Gotho sudah berusia 70 tahun pada Perang Dunia II, Perang Dunia II berdampak luar biasa bagi Indonesia. Persaingan dua kekuatan, Sekutu dan Poros (Axis) mengubah sejarah RI. Kala itu terjadi pergantian penjajah dari Belanda ke Jepang, Ketika Jepang di ambang kekalahan dalam Perang Dunia II, momentum kekosongan kekuasaan dimanfaatkan para pejuang untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Rahasia Panjang Umur

Rahasia panjang umurnya sebenarnya cukup sederhana, yaitu sabar dan ikhlas. Selain itu, Mbah Gotho selama hidupnya tidak pernah memukul anak dan istrinya, karena ia pernah merasakan sendiri bagaimana sakitnya dipukul.[butuh rujukan]

Walaupun umurnya panjang, Mbah Gotho merasa kesepian. Oleh karena itulah, Ia hanya berharap satu hal di hari tuanya yaitu kematian. Bahkan Mbah Gotho telah menyiapkan nisan untuk kematiannya sejak tahun 1993.[butuh rujukan]

Belum Diakui sebagai Manusia Tertua di Dunia

Pada Minggu, 30 April 2017 silam, Mbah Gotho menghembuskan napas terakhir di usia 146 tahun. Saat itu, pemegang manusia tertua adalah seorang perempuan Prancis bernama Jeanne Calmet yang meninggal pada tahun 1997 pada usia 122 tahun. Mbah Gotho belum diakui secara resmi sebagai manusia tertua karena tak terverifikasi secara independen.

Referensi

  1. 1 2 Taufiq Sidik Prakoso (25 Agustus 2014). "Inilah Mbah Gotho, Manusia Tertua Asal Sragen yang Kini Berusia 144 Tahun". Solopos. Surakarta, Indonesia: Aksara Solopos.
  2. 1 2 Abrori, Fajar (24 Agustus 2016). "Kini Berusia 146 Tahun, Apa Rahasia Panjang Umur Mbah Gotho?". Liputan 6. Jakarta: SCTV.
  3. ↑ Dinda Leo Listy (1 May 2017). "Doa Umat Islam dan Kristen untuk Arwah Mbah Gotho". Tempo.
  4. ↑ trh (20 Mei 2010). "Sodimejo, Manusia tertua di Sragen". Solopos. Surakarta, Indonesia: Aksara Solopos.
  5. ↑ "'Oldest human' dies in Indonesia 'aged 146'". BBC News (dalam bahasa bahasa Inggris). 1 Mei 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ↑ AIS (24 Mei 2010). "Kakek Berusia 140 Tahun Juga Ada di Sragen". Liputan 6. Jakarta: SCTV.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Masa Muda
  3. Zaman Penjajahan
  4. Perang Dunia I
  5. Perang Dunia II
  6. Rahasia Panjang Umur
  7. Belum Diakui sebagai Manusia Tertua di Dunia
  8. Referensi

Artikel Terkait

Daftar perusahaan tertua di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar partai politik di Indonesia

artikel daftar Wikipedia

Orang tertua

Orang tertua adalah istilah untuk menyatakan orang yang berusia lebih tua atau dituakan oleh kelompok, masyarakat, dan lain sebagainya. Verifikasi sistematis

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026