Mayari adalah dewi bulan dan penguasa dunia pada malam hari dalam mitologi Kapampangan, Filipina. Menurut antropolog Hiligaynon F. Landa Jocano dalam "Notes on Philippine Divinities" (1968) orang Tagalog kuno memuja dewi bulan bernama Mayari yang dikatakan sebagai dewa terindah di istana surga. Dia memiliki dua saudara perempuan, Hanan, dewi pagi, dan Tala, dewi bintang-bintang. Mereka dikatakan sebagai putri Bathala dari seorang wanita dari Bumi yang meninggal setelah dia melahirkan mereka. Bathala membawa ketiga saudara perempuan ini ke langit dan menjadikan mereka anggota istananya. Pada beberapa entri tentang dewa-dewa Tagalog termasuk Mayari, Jocano tidak menyebutkan sumber apa pun dari dewa-dewa Tagalog itu, juga tidak menyebutkan apakah ia mendapatkan mitos tersebut dari tradisi lisan atau sumber lain.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Mayari/Malayari | |
|---|---|
Dewa/Dewi bulan | |
| Gender | Wanita (Kapampangan dan Tagalog), Pria(Sambal) |
| Simbol | Bulan |
| Pemujaan | |
| Daerah | Pampanga, Tagalog Selatan, Zambales |
| Keluarga | |
| Orang tua | Bathala |
| Saudara | Apolaki (Kapampangan),Tala & Hanan (Tagalog) |
Mayari adalah dewi bulan dan penguasa dunia pada malam hari dalam mitologi Kapampangan, Filipina.[1] Menurut antropolog Hiligaynon F. Landa Jocano dalam "Notes on Philippine Divinities" (1968) orang Tagalog kuno memuja dewi bulan bernama Mayari yang dikatakan sebagai dewa terindah di istana surga. Dia memiliki dua saudara perempuan, Hanan, dewi pagi, dan Tala, dewi bintang-bintang. Mereka dikatakan sebagai putri Bathala dari seorang wanita dari Bumi yang meninggal setelah dia melahirkan mereka. Bathala membawa ketiga saudara perempuan ini ke langit dan menjadikan mereka anggota istananya.[2] [3] Pada beberapa entri tentang dewa-dewa Tagalog termasuk Mayari, Jocano tidak menyebutkan sumber apa pun dari dewa-dewa Tagalog itu, juga tidak menyebutkan apakah ia mendapatkan mitos tersebut dari tradisi lisan atau sumber lain.