May Smith OBE adalah seorang psikolog industri asal Hulme, Manchester, Britania Raya. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1903 dan kemudian memperoleh gelar Doktor Sains pada tahun 1930. Sepanjang kariernya, ia mengajar di berbagai perguruan tinggi serta melakukan penelitian penting di bidang psikologi industri. Ia bahkan menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek percobaan dalam penelitiannya mengenai kelelahan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| May Smith | |
|---|---|
| Lahir | 29 Agustus 1879 Hulme, Inggris |
| Meninggal | 21 Februari 1968 (Umur 88 tahun) London, Inggris |
| Pekerjaan | Psikolog |
| Dikenal atas | Penelitian eksperimental di bidang psikologi industri |
| |
May Smith OBE (29 Agustus 1879 – 21 Februari 1968) adalah seorang psikolog industri asal Hulme, Manchester, Britania Raya. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1903 dan kemudian memperoleh gelar Doktor Sains pada tahun 1930. Sepanjang kariernya, ia mengajar di berbagai perguruan tinggi serta melakukan penelitian penting di bidang psikologi industri. Ia bahkan menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek percobaan dalam penelitiannya mengenai kelelahan.
Smith bekerja sama dengan peneliti lain untuk meneliti pengaruh alkohol dan opium terhadap efisiensi, serta melakukan riset mengenai telegraphist's cramp (kram pada operator telegraf). Ia menjadi peneliti di Industrial Health Research Board dari tahun 1920 hingga 1944. Selain itu, ia juga memegang berbagai posisi di jajaran eksekutif British Psychological Society.
Lahir di Hulme, Manchester, pada 29 Agustus 1879, May Smith adalah putri sulung dari seorang pekerja pembentuk besi (iron turner).[1]
Ia bersekolah di Owens College dengan beasiswa pendidikan, mempelajari filsafat serta beberapa mata kuliah psikologi. Ia meraih gelar Bachelor of Arts dan diploma pendidikan eksternal dari Universitas London pada tahun 1903. Setelah lulus, ia mengajar di sekolah di Manchester selama dua tahun.[1]
Pada tahun 1905, May Smith mulai mengajar psikologi pendidikan di Cherwell Hall, sebuah sekolah pelatihan bagi guru sekolah menengah di Oxford. Ia awalnya berniat untuk melanjutkan studi gelar Master of Arts dalam bidang filsafat di Universitas Manchester sambil tetap bekerja penuh waktu.[1]
Namun, setelah menghadiri kuliah dari psikolog terkenal William McDougall, ia memutuskan menjadi murid sekaligus asisten peneliti McDougall.[2]
Sambil tetap mengajar di Cherwell Hall, ia bergabung dengan kelompok mahasiswa McDougall lainnya, termasuk William Brown, Cyril Burt, dan J. C. Flugel, yang tertarik pada psikologi eksperimental.[3]: 57–58
Universitas London menganugerahkan gelar Doktor Sains kepada May Smith pada tahun 1930.
Setelah dilatih dalam metode eksperimen oleh McDougall, Smith mengembangkan dan melaksanakan penelitian besar tentang pengaruh kelelahan.
Ia menggunakan dirinya sendiri sebagai satu-satunya subjek penelitian, membatasi waktu tidurnya menjadi hanya 1,5 jam, 3,5 jam, dan 5,5 jam secara berturut-turut selama beberapa malam, kemudian menjalani berbagai tes untuk mengevaluasi dampaknya. Tes ini meliputi mengingat urutan kata, kemampuan mempelajari suku kata tak bermakna, serta berbagai tugas fisik.
Ia menjalankan eksperimen ini selama tiga tahun, rata-rata lima hari seminggu.[2]
May Smith memublikasikan temuannya dalam British Journal of Psychology pada tahun 1916.[4]
Ia menemukan bahwa ada periode singkat setelah kurang tidur di mana kinerja justru membaik, tetapi kemudian diikuti oleh periode panjang di mana kinerja menurun drastis dan pemulihan berlangsung lambat.
Ia juga mencatat bahwa kemampuan subjek yang kelelahan untuk menilai efektivitas kerjanya sendiri terganggu, di mana "hasil kerja yang sangat buruk justru sering kali disertai keyakinan bahwa hasil tersebut luar biasa baik".[2][4]: 349
Smith menyimpulkan bahwa jumlah waktu ideal yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan efektif berbeda pada setiap individu dan jenis pekerjaan.[5]
Smith juga terlibat dalam penelitian eksperimental mengenai efek alkohol dan opium terhadap efisiensi kerja. Dalam salah satu eksperimen, ia menguji bagaimana konsumsi alkohol dalam jumlah kecil memengaruhi waktu reaksi dan akurasi dalam tugas-tugas sederhana.
Ia menemukan bahwa meskipun partisipan merasa lebih percaya diri setelah mengonsumsi alkohol, kinerja mereka sebenarnya menurun secara signifikan. Temuan ini mendukung gagasan bahwa persepsi subjektif mengenai kemampuan seseorang bisa sangat berbeda dari kenyataan objektif, terutama di bawah pengaruh zat-zat tertentu.
Selain itu, ia berkolaborasi dengan ilmuwan lain dalam studi tentang opium, yang saat itu masih digunakan dalam beberapa pengobatan. Penelitiannya membantu menyoroti dampak negatif opium pada ketajaman kognitif dan stamina fisik, meskipun efek relaksasinya terasa sementara.
Smith juga meneliti kondisi yang dikenal sebagai telegraphist's cramp — sejenis gangguan gerak yang dialami operator telegraf karena gerakan berulang dalam waktu lama.
Ia mendokumentasikan bagaimana otot-otot jari dan tangan mengalami kelelahan serta kekakuan, dan bagaimana hal ini memengaruhi akurasi dan kecepatan mengetik kode telegraf.
Penelitiannya menjadi salah satu studi awal yang mendalami gangguan ergonomis di tempat kerja — sesuatu yang kini menjadi bidang penting dalam kesehatan kerja dan fisiologi industri.
Pada tahun 1920, May Smith bergabung dengan Industrial Health Research Board (IHRB), sebuah lembaga penelitian yang berfokus pada kesehatan dan efisiensi tenaga kerja di Inggris.
Di sana, ia melanjutkan studinya tentang kelelahan kerja dan dampaknya terhadap produktivitas. Ia juga berkontribusi dalam pengembangan metode untuk mengevaluasi lingkungan kerja, termasuk pencahayaan, suhu, dan pola istirahat, guna meningkatkan kenyamanan serta efisiensi pekerja.
Smith bekerja di IHRB hingga pensiun pada tahun 1944, menjabat sebagai salah satu peneliti senior.
Selain aktif dalam penelitian, Smith juga memainkan peran penting di British Psychological Society (BPS). Ia menjabat di berbagai posisi eksekutif dan turut memperjuangkan pengakuan profesional bagi psikolog perempuan pada masa itu.
Sebagai anggota senior, ia mendukung pengembangan cabang psikologi industri dan mendorong kolaborasi antara psikolog dan dunia industri untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Pada tahun 1948, ia dianugerahi OBE (Officer of the Order of the British Empire) atas kontribusinya di bidang psikologi industri dan kesehatan kerja.
May Smith dikenang sebagai pelopor dalam bidang psikologi industri, terutama karena penelitiannya tentang kelelahan, pengaruh alkohol, serta gangguan akibat kerja berulang.
Metode eksperimennya yang ketat serta keberaniannya menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek penelitian menginspirasi banyak peneliti di generasi berikutnya.
Warisan ilmiahnya tetap hidup dalam studi psikologi kerja modern dan ergonomi.