Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Max Scheler

Max Scheler adalah seorang filsuf Jerman yang berpengaruh dalam bidang fenomenologi, filsafat sosial, dan sosiologi pengetahuan. Ia berjasa dalam menyebarluaskan fenomenologi Husserl. Scheler dilahirkan pada tahun 1874 di Muenchen. Ia menempuh studi di Muenchen, Berlin, Heidelberg,dan Jena. Setelah itu, ia menjadi dosen di Jena dan Muenchen, di mana ia berkenalan dengan fenomenologi Husserl. Pada tahun 1919, Scheler menjabat guru besar di Koln. Kemudian ia meninggal dunia di Frankfurt pada tahun 1928.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Max Scheler adalah seorang filsuf Jerman yang berpengaruh dalam bidang fenomenologi, filsafat sosial, dan sosiologi pengetahuan.[1] Ia berjasa dalam menyebarluaskan fenomenologi Husserl.[2] Scheler dilahirkan pada tahun 1874 di Muenchen.[1][2] Ia menempuh studi di Muenchen, Berlin, Heidelberg,dan Jena.[2] Setelah itu, ia menjadi dosen di Jena dan Muenchen, di mana ia berkenalan dengan fenomenologi Husserl.[1][2] Pada tahun 1919, Scheler menjabat guru besar di Koln.[2] Kemudian ia meninggal dunia di Frankfurt pada tahun 1928.[2]

Inti pemikiran filsafat Scheler adalah nilai.[2] Berbeda dengan Mill yang mengatakan bahwa manusia bertindak berdasarkan kepuasan diri, Scheler menyatakan bahwa nilai adalah hal yang dituju manusia.[2] Jika ada orang yang mengejar kenikmatan, maka hal itu bukan demi kepuasan perasaan, melainkan karena kenikmatan yang dipandang sebagai suatu nilai.[2] Nilai tidak bersifat relatif, melainkan mutlak.[2] Nilai bukan ide atau cita-cita, melainkan sesuatu yang konkret, yang hanya dapat dialami dengan jiwa yang bergetar dan dengan emosi.[2] Dalam pengertian sehari-hari, nilai sering dikacaukan dengan hal yang bernilai.Namun Max Scheler telah membedakan dengan jelas antara nilai dan hal yang bernilai.Nilai adalah kualitas yang membuat suatu hal menjadi hal yang bernilai, sedangkan hal yang bernilai merupakan suautu hal yang membawa kualitas nilai.[3]

Karya Max Scheler

  • 1912 terbit Uber Ressentiment und moralisches werturteil (Tentang resentimen dan putusan nilai moral).
  • 1913 terbit Wesen und Formen der Sympathie (Hakikat dan bentuk-bentuk simpati).
  • 1913 terbit Der Formalismus in der Ethik und die matiriale wertethik (Formalisme dalam etika dan etika nilai yang bersifat material).
  • 1921 Vom Ewigen im Menschen (Tentang yang abadi dalama diri manusia).[4].

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)John Bohman. 1999. "Scheler, Max". In The Cambridge Dictionary of Philosophy. Robert Audi, ed. 816. London: Cambridge University Press.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Harun Hadiwijono. 1983. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 145-148.
  3. ↑ Paulus Wahana (2004). Nilai Etika Axiologis Max Scheler. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 101. ISBN 979-21-0721-5.
  4. ↑ K.Bertens (2002). Filsafat Barat Kotemporer Inggris-Jerman. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. hlm. 117. ISBN 979-686-075-9.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Portugal
  • Belanda
  • Norwegia
  • Latvia
  • Kroasia
  • Yunani
  • Argentina
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • FID
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karya Max Scheler
  2. Referensi

Artikel Terkait

Moral

ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya

Aksiologisme

mengarahkan hidupnya. Max Scheler adalah seorang filsuf Jerman yang menganut paham etika penilaian ini. Semasa hidupnya, Max Scheler menulis sebuah buku

Pragmatisme

aliran filsafat yang mengajarkan bahwa kebenaran dari segala sesuatu berdasarkan kepada manfaat yang diberikannya.[1] Sesuatu hal ini dinilai dari kebergunaannya bagi tindakan manusia untuk kehidupannya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026