Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMax Planck
Artikel Wikipedia

Max Planck

Max Karl Ernst Ludwig Planck adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak dilihat sebagai penemu teori kuantum.

fisikawan teoretis dari Jerman
Diperbarui 20 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Max Planck
Untuk satuan yang dinamakan menurut tokoh ini, lihat Satuan Planck.

Max Karl Planck
Planck pada tahun 1930
LahirMax Karl Ernst Ludwig Planck
(1858-04-23)23 April 1858
Kiel, Kadipaten Holstein
Meninggal4 Oktober 1947(1947-10-04) (umur 89)
Göttingen, Lower Saxony, Bizone, Pendudukan Jerman oleh Sekutu
PendidikanUniversitas Ludwig Maximilian München, (PhD, 1879)
AlmamaterUniversitas Ludwig Maximilian München
Suami/istri
    Marie Merck
    ​
    ​
    (m. 1887; meninggal 1909)​
      Marga von Hösslin
      ​
      (m. 1911)​
      Anak5
      Penghargaan
      • Penghargaan Nobel Fisika untuk temuannya atas teori kuantum (1918)
      • Asosiasi Asing dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional (1926)
      • Medali Lorentz (1927)
      • Medali Copley (1929)
      • Medali Max Planck (1929)
      • Hadiah Goethe (1945)
      Karier ilmiah
      BidangFisika
      Institusi
      • Universitas Kiel
      • Universitas Göttingen
      • Masyarakat Kaiser Wilhelm
      DisertasiÜber den zweiten Hauptsatz der mechanischen Wärmetheorie (On the Second Principles of Mechanical Heat Theory) (1879)
      Pembimbing doktoral
      • Alexander von Brill
      • Gustav Kirchhoff
      • Hermann von Helmholtz
      Mahasiswa doktoral
      • Erich Kretschmann
      • Gustav Ludwig Hertz
      • Julius Edgar Lilienfeld
      • Max Abraham
      • Max von Laue
      • Moritz Schlick
      • Walter Schottky
      • Walther Bothe
      • Walther Meissner
      • Richard Becker
      Mahasiswa ternama lain
      • Wolfgang Köhler
      • Lise Meitner
      Tanda tangan

      Max Karl Ernst Ludwig Planck (23 April 1858 – 4 Oktober 1947) adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak dilihat sebagai penemu teori kuantum.

      Lahir di Kiel, Planck memulai karier fisikanya di Universitas München pada tahun 1874, lulus pada tahun 1879 di Berlin. Dia kembali ke München pada tahun 1880 untuk mengajar di universitas itu, dan pindah ke Kiel pada 1885. Di sana ia menikahi Marie Mack pada tahun 1886. Pada tahun 1889, dia pindah ke Berlin, di mana sejak 1892 dia menduduki jabatan teori fisika.

      Pada 1899, dia menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan konstanta Planck, dan, sebagai contoh, digunakan untuk menghitung energi foton. Juga pada tahun itu, dia menjelaskan unit Planck yang merupakan unit pengukuran berdasarkan konstanta fisika dasar. Satu tahun kemudian, dia menemukan hukum radiasi panas, yang dinamakan Hukum radiasi badan hitam Planck. Hukum ini menjadi dasar teori kuantum, yang muncul sepuluh tahun kemudian dalam kerja samanya dengan Albert Einstein dan Niels Bohr.

      Dari tahun 1905 sampai 1909, Planck berlaku sebagai kepala Perkumpulan Fisikawan Jerman (Die Deutsche Physikalische Gesellschaft).

      Istrinya meninggal pada tahun 1909, dan satu tahun kemudian dia menikahi Marga von Hoesslin. Pada tahun 1913, dia menjadi kepala Universitas Berlin. Untuk dasar dari fisika kuantum, dia diberikan penghargaan Nobel bidan fisika pada tahun 1918. Sejak tahun 1930 sampai 1937, Planck adalah kepala Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (KWG, Persatuan-Kaisar-Wilhelm untuk peningkatan dalam sains).

      Selama Perang Dunia II, Planck mencoba meyakinkan Adolf Hitler untuk mengampuni ilmuwan Yahudi. Anak Planck, Erwin, dihukum mati pada 20 Juli, 1944, karena pengkhianatan dalam hubungan dengan pencobaan pembunuhan Hitler. Setelah kematian Planck pada 4 Oktober 1947 di Göttingen, KWG diubah namanya menjadi Max-Planck-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (MPG, Persatuan-Max-Planck untuk Peningkatan dalam Sains).

      Pranala luar

      Wikimedia Commons memiliki media mengenai Max Planck.
      Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Max Planck.
      • (Inggris) Timeline of Nobel Prize Winners
      • (Inggris) On the Law of Distribution of Energy in the Normal Spectrum Diarsipkan 2008-04-18 di Wayback Machine.. Annalen der Physik, vol. 4, p. 553 ff (1901)
      • (Inggris) Max Planck Winner of the 1918 Nobel Prize in Physics
      • (Inggris) Life–work–personality. Exhibition on the 50th anniversary of Planck's death
      • l
      • b
      • s
      Penerima Penghargaan Nobel Fisika
      1901–1925
      • 1901: Röntgen
      • 1902: Lorentz / Zeeman
      • 1903: Becquerel / P. Curie / M. Curie
      • 1904: Rayleigh
      • 1905: Lenard
      • 1906: J. J. Thomson
      • 1907: Michelson
      • 1908: Lippmann
      • 1909: Marconi / Braun
      • 1910: Van der Waals
      • 1911: Wien
      • 1912: Dalén
      • 1913: Kamerlingh Onnes
      • 1914: Laue
      • 1915: W. L. Bragg / W. H. Bragg
      • 1916
      • 1917: Barkla
      • 1918: Planck
      • 1919: Stark
      • 1920: Guillaume
      • 1921: Einstein
      • 1922: N. Bohr
      • 1923: Millikan
      • 1924: M. Siegbahn
      • 1925: Franck / Hertz
      1926–1950
      • 1926: Perrin
      • 1927: Compton / C. Wilson
      • 1928: O. Richardson
      • 1929: De Broglie
      • 1930: Raman
      • 1931
      • 1932: Heisenberg
      • 1933: Schrödinger / Dirac
      • 1934
      • 1935: Chadwick
      • 1936: Hess / C. D. Anderson
      • 1937: Davisson / G. P. Thomson
      • 1938: Fermi
      • 1939: Lawrence
      • 1940
      • 1941
      • 1942
      • 1943: Stern
      • 1944: Rabi
      • 1945: Pauli
      • 1946: Bridgman
      • 1947: Appleton
      • 1948: Blackett
      • 1949: Yukawa
      • 1950: Powell
      1951–1975
      • 1951: Cockcroft / Walton
      • 1952: Bloch / Purcell
      • 1953: Zernike
      • 1954: Born / Bothe
      • 1955: Lamb / Kusch
      • 1956: Shockley / Bardeen / Brattain
      • 1957: C. N. Yang / T. D. Lee
      • 1958: Cherenkov / Frank / Tamm
      • 1959: Segrè / Chamberlain
      • 1960: Glaser
      • 1961: Hofstadter / Mössbauer
      • 1962: Landau
      • 1963: Wigner / Goeppert Mayer / Jensen
      • 1964: Townes / Basov / Prokhorov
      • 1965: Tomonaga / Schwinger / Feynman
      • 1966: Kastler
      • 1967: Bethe
      • 1968: Alvarez
      • 1969: Gell-Mann
      • 1970: Alfvén / Néel
      • 1971: Gabor
      • 1972: Bardeen / Cooper / Schrieffer
      • 1973: Esaki / Giaever / Josephson
      • 1974: Ryle / Hewish
      • 1975: A. Bohr / Mottelson / Rainwater
      1976–2000
      • 1976: Richter / Ting
      • 1977: P. W. Anderson / Mott / Van Vleck
      • 1978: Kapitsa / Penzias / R. Wilson
      • 1979: Glashow / Salam / Weinberg
      • 1980: Cronin / Fitch
      • 1981: Bloembergen / Schawlow / K. Siegbahn
      • 1982: K. Wilson
      • 1983: Chandrasekhar / Fowler
      • 1984: Rubbia / Van der Meer
      • 1985: von Klitzing
      • 1986: Ruska / Binnig / Rohrer
      • 1987: Bednorz / Müller
      • 1988: Lederman / Schwartz / Steinberger
      • 1989: Ramsey / Dehmelt / Paul
      • 1990: Friedman / Kendall / R. Taylor
      • 1991: de Gennes
      • 1992: Charpak
      • 1993: Hulse / J. Taylor
      • 1994: Brockhouse / Shull
      • 1995: Perl / Reines
      • 1996: D. Lee / Osheroff / R. Richardson
      • 1997: Chu / Cohen-Tannoudji / Phillips
      • 1998: Laughlin / Störmer / Tsui
      • 1999: 't Hooft / Veltman
      • 2000: Alferov / Kroemer / Kilby
      2001–
      sekarang
      • 2001: Cornell / Ketterle / Wieman
      • 2002: Davis / Koshiba / Giacconi
      • 2003: Abrikosov / Ginzburg / Leggett
      • 2004: Gross / Politzer / Wilczek
      • 2005: Glauber / Hall / Hänsch
      • 2006: Mather / Smoot
      • 2007: Fert / Grünberg
      • 2008: Nambu / Kobayashi / Maskawa
      • 2009: Kao / Boyle / Smith
      • 2010: Geim / Novoselov
      • 2011: Perlmutter / Riess / Schmidt
      • 2012: Wineland / Haroche
      • 2013: Englert / Higgs
      • 2014: Akasaki / Amano / Nakamura
      • 2015: Kajita / McDonald
      • 2016: Thouless / Haldane / Kosterlitz
      • 2017: Weiss / Barish / Thorne
      • 2018: Ashkin / Mourou / Strickland
      • 2019: Peebles / Mayor / Queloz
      • 2020: Penrose / Genzel / Ghez
      • 2021: Manabe / Hasselmann / Parisi
      • 2022: Alain Aspect / John Clauser / Anton Zeilinger
      • 2023: Pierre Agostini / Ferenc Krausz / Anne L'Huillier
      • 2024: John J. Hopfield / Geoffrey Hinton
      • 2025: Devoret / Clarke / Martinis
      • {{Nobel Sastra}}
      • {{Nobel Fisika}}
      • {{Nobel Fisiologi atau Kedokteran}}
      • {{Nobel Kimia}}
      • {{Nobel Ekonomi}}
      • {{Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian}}
      Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
      Internasional
      • ISNI
      • VIAF
      • GND
      • FAST
      • WorldCat
      Nasional
      • Amerika Serikat
      • Prancis
      • Data BnF
      • Jepang
      • Italia
      • Australia
      • Republik Ceko
      • Spanyol
      • Portugal
      • Belanda
      • Norwegia
      • Latvia
      • Kroasia
      • Yunani
        • 2
      • Korea
      • Swedia
      • Polandia
      • Vatikan
        • 2
      • Israel
      • Katalonia
      • Belgia
      Akademik
      • CiNii
      • Mathematics Genealogy Project
      • Scopus
      • zbMATH
      • MathSciNet
      • Leopoldina
      Seniman
      • MusicBrainz
      • FID
      Orang
      • Trove
      • Deutsche Biographie
      • DDB
      Lain-lain
      • IdRef
      • SNAC
      • Te Papa (Selandia Baru)
      • Yale LUX
      Flag of JermanBiography icon

      Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

      • l
      • b
      • s

      Bagikan artikel ini

      Share:

      Daftar Isi

      1. Pranala luar

      Artikel Terkait

      Julius Robert Oppenheimer

      Fisikawan Amerika Serikat

      Albert Einstein

      fisikawan bidang fisika teori dan pengembang teori relativitas asal Jerman

      Herbert Kroemer

      fisikawan asal Jerman

      Jakarta Aktual
      Jakarta Aktual© 2026