Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Matsuo Bashō

Matsuo Munefusa, juga dikenal sebagai Matsuo Bashō adalah seorang penyair Jepang. Ia dikenal sebagai pencipta haiku terbesar, yaitu bentuk puisi tradisional Jepang yang terdiri dalam 5-7-5 suku kata. Menurut budaya sastra Jepang, biasanya ia dipanggil Basho tanpa nama marganya, karena tanda tangannya sebagai penyair tidak menyertakan nama marganya. Ia biasanya membubuhkan tanda tangan はせを. Ia juga merupakan salah satu penulis terbesar pada era Edo, dan ia mengangkat bentuk haiku ke tingkat tertinggi.

Wikipedia article
Diperbarui 18 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Matsuo Bashō
Matsuo Bashō

Matsuo Munefusa, juga dikenal sebagai Matsuo Bashō (Bahasa Jepang: 松尾芭蕉, 1644 - 28 November 1694) adalah seorang penyair Jepang.[1] Ia dikenal sebagai pencipta haiku terbesar, yaitu bentuk puisi tradisional Jepang yang terdiri dalam 5-7-5 suku kata. Menurut budaya sastra Jepang, biasanya ia dipanggil Basho tanpa nama marganya, karena tanda tangannya sebagai penyair tidak menyertakan nama marganya. Ia biasanya membubuhkan tanda tangan はせを. Ia juga merupakan salah satu penulis terbesar pada era Edo, dan ia mengangkat bentuk haiku ke tingkat tertinggi.

Basho dilahirkan di Iga, yang sekarang bagian dari prefektur Mie, dalam keluarga samurai. Setelah beberapa tahun menjalani hidup samurai, ia menemukan sastra sebagai pekerjaan hidupnya dan melepaskan kariernya sebagai samurai. Ia memulai hidupnya sebagai penyair ketika ia mengabdi pada tuannya sebagai samurai. Mula-mula ia menamai dirinya Tiseu (桃青) karena sebagai penyair Tosei bermakna pir tak matang, pir dalam biru. Ini adalah penghormatan Basho untuk penyair Tionghoa, Li Po (李白) yang namanya berarti plum dalam putih.

Pada tahun 1666 ia pensiun dan setelah 1675 pindah ke Edo, yang sekarang Tokyo. Di Edo 1678 ia memenuhi kualifikasi sebagai master Haiku (Sosho) dan memulai hidup sebagai penyair profesional. Pada 1680 ia pindah ke Fukagawa, di pinggiran kota Edo (sekarang bagian dari Tokyo). Ia menanam pohon basho dan menamai dirinya Basho karena pohon itu pohon favoritnya di tamannya.

Referensi

  1. ↑ Kurnia, Anton (2019). Ensiklopedia Sastra Dunia. Yogyakarta: Diva Press. hlm. 52. ISBN 978-602-391-662-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Matsuo Basho.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Matsuo Bashō.
  • (Inggris) Oku no Hosomichi dalam bahasa Jepang dan Inggris Diarsipkan 2005-04-03 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Classical Japanese Database
  • Bosque de Bambú, camino del haiku - Bashô - Oku no Hosomichi Japones - Español
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
    • 2
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Portugal
  • Belanda
  • Norwegia
  • Taiwan
    • 2
    • 3
  • Latvia
  • Kroasia
  • Chili
  • Yunani
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Finlandia
  • Katalonia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • MusicBrainz
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • RISM
  • Yale LUX


Artikel bertopik biografi Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Wilayah Tōhoku

wilayah megapolis di Jepang

Date Masamune

dipuji karena keindahan dan kesyahduannya oleh penyair haiku kelana Matsuo Bashō. Masamune menunjukkan simpati pada misionaris dan pedagang Kristen di

Fukagawa, Tokyo

wanita. Sebelumnya haori hanya digunakan oleh para pria di masa itu. Matsuo Bashō adalah salah satu penyair terkenal Jepang yang berasal dari Fukugawa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026