Mata-biru pasifik adalah sebuah spesies ikan dalam subfamili Pseudomugilinae yang berasal dari Australia bagian timur. Dideskripsikan oleh naturalis Austria Rudolf Kner pada tahun 1866, spesies ini terdiri dari dua subspesies yang pernah dianggap sebagai spesies terpisah pada masa lalu dan mungkin akan dipisahkan kembali melalui penelitian lebih lanjut. Ikan ini umum dijumpai di sungai dan estuari di sepanjang pesisir timur dari Cape York di Queensland Utara hingga New South Wales bagian selatan, dengan Celah Burdekin di utara-tengah Queensland yang memisahkan wilayah persebaran kedua subspesies tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mata-biru pasifik | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Actinopterygii |
| Ordo: | Atheriniformes |
| Famili: | Pseudomugilidae |
| Genus: | Pseudomugil |
| Spesies: | P. signifer |
| Nama binomial | |
| Pseudomugil signifer Kner, 1866 | |
| subspesies signifer (biru tua) subspesies signata (biru muda) | |
| Sinonim | |
Mata-biru pasifik[2] (Pseudomugil signifer) adalah sebuah spesies ikan dalam subfamili Pseudomugilinae yang berasal dari Australia bagian timur. Dideskripsikan oleh naturalis Austria Rudolf Kner pada tahun 1866, spesies ini terdiri dari dua subspesies yang pernah dianggap sebagai spesies terpisah pada masa lalu dan mungkin akan dipisahkan kembali melalui penelitian lebih lanjut. Ikan ini umum dijumpai di sungai dan estuari di sepanjang pesisir timur dari Cape York di Queensland Utara hingga New South Wales bagian selatan, dengan Celah Burdekin di utara-tengah Queensland yang memisahkan wilayah persebaran kedua subspesies tersebut.
Sebagai ikan kecil berwarna keperakan dengan panjang total rata-rata sekitar 3,25 cm (1 ⅛–1 ⅜ in), mata-biru pasifik dapat dikenali dari cincin matanya yang berwarna biru dan dua sirip punggungnya. Ikan ini membentuk kawanan longgar yang terdiri dari puluhan hingga ribuan individu. Makanannya berupa serangga air serta serangga terbang yang hinggap di permukaan air, yang dicari dengan mengandalkan indra penglihatan. Mata-biru pasifik sangat mudah beradaptasi di penangkaran.
Naturalis Austria Rudolf Kner mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1866,[3] dari sebuah spesimen yang dikumpulkan di Sydney pada tahun 1858 selama Ekspedisi Novara dan dibawa ke Wina oleh kapal SMS Novara.[4] Pakar zoologi Jerman–Inggris Albert Günther mendeskripsikan Atherina signata dari koleksi di Cape York pada tahun 1867.[5] Pakar entomologi Inggris William Sharp Macleay menamai "ikan kecil yang unik", yang dikumpulkan dari Sungai Bremer (sebuah anak Sungai Brisbane) oleh seorang bernama Tn. Jameson dari Ipswich, sebagai Atherinosoma jamesonii pada tahun 1884; ikan ini kemudian diklasifikasikan sebagai spesies yang sama oleh pakar iktiologi Australia James Douglas Ogilby pada tahun 1908.[4] Memiliki ciri yang bervariasi di seluruh wilayah persebarannya, mata-biru pasifik dianggap sebagai satu spesies tunggal, meskipun beberapa pihak telah membaginya menjadi signata di bagian utara dan signifer di bagian selatan, di mana populasi utara ditemukan dari Sungai Ross ke arah utara dan populasi selatan dari Sungai Calliope. Pemisahan ini terjadi pada batas biogeografis yang dikenal sebagai Celah Burdekin.[5] Dalam monografi mereka tahun 1919 tentang famili Atherinidae, David Starr Jordan dan Carl Leavitt Hubbs mempertahankan keduanya sebagai spesies yang terpisah—P. signifer dan P. signata—berdasarkan jumlah jari-jari pada sirip punggung dan perbedaan pada filamen ikan jantan.[6] Gilbert Whitley meneliti spesies ini dari Kepulauan Low di lepas pantai Cairns dan mempertahankan status terpisah mereka pada tahun 1935. Pada tahun 1979, Hadfield dan rekan-rekannya menganalisis kedua spesies tersebut dan menyimpulkan bahwa variasi di dalam masing-masing spesies lebih besar dibandingkan variasi di antara keduanya dan tidak ada karakteristik yang memadai untuk membedakan kedua spesies tersebut. Oleh karena itu, mereka merekomendasikan untuk menggabungkannya kembali menjadi satu spesies.[7] Namun, studi molekuler pada tahun 2002[8] dan dilanjutkan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kedua populasi tersebut secara genetik berbeda dan menyarankan agar mereka dapat diklasifikasikan kembali sebagai spesies terpisah.[9] Individu dari ujung utara dan ujung selatan rentang sebaran tersebut tampaknya tidak melakukan kawin silang di lingkungan yang tidak mendukung, yang menunjukkan bahwa mungkin terdapat dua spesies terpisah di dalam konsep spesies yang berlaku saat ini.[10] Nama alternatifnya meliputi mata-biru selatan dan mata-biru utara.[11]
Di dalam populasi bagian utara, lima garis keturunan (atau subklad) yang berbeda telah diidentifikasi: satu dari Sungai Ross dan Sungai Herbert, kedua dari Sungai Johnstone, Barron, dan Tully, ketiga dari Sungai Mulgrave/Russell dan Teluk Trinity, keempat dari Sungai Daintree dan Mossman, serta kelima dari Kepulauan Low dan Tanjung Melville. Empat subklad telah diidentifikasi pada populasi bagian selatan: yang pertama dari Sungai Don, Calliope, Pioneer, dan Kolan, kedua dari Sungai Burnett dan Mary, ketiga dari Sungai Pine, dan keempat dari Sungai Clarence ke arah selatan.[5]

Mata-biru pasifik umumnya mencapai panjang total sekitar 3–35 cm (1+1⁄8–13+3⁄4 in); jantan dapat mencapai 88 cm (34+5⁄8 in) dan betina 63 cm (24+3⁄4 in).[5] Ukuran mata-biru pasifik yang ditemukan di utara Celah Burdekin meningkat berbanding lurus dengan jarak dari celah tersebut, di mana ukuran jantan dan betina sama besar. Di selatan Celah Burdekin, spesies ini menunjukkan perbedaan ukuran yang mencolok antar jenis kelamin, yang menjadi semakin jelas seiring dengan bertambahnya jarak dari celah tersebut.[12] Tubuhnya yang memanjang sebagian tembus pandang dan berwarna kuning pucat atau zaitun dengan operkulum dan perut berwarna keperakan. Sisiknya relatif besar dan lebih panjang secara vertikal daripada secara horizontal. Matanya besar dan memiliki iris biru. Terdapat dua sirip punggung, yang pertama tumbuh sejajar atau tepat di belakang jari-jari sirip dada yang terpanjang. Sirip ekornya yang bercabang memiliki ujung yang membulat. Tepi bawah dan atas sirip ekor dibatasi oleh warna putih.[5] Ikan jantan memiliki filamen yang memanjang pada sirip punggung, dubur, dan perutnya. Terdapat tanda hitam pada pangkal jari-jari anterior sirip dubur dan sirip punggung bagian belakang, dan bagian depan (tepi anterior) terkadang berwarna putih serta tepi belakang (posterior) berwarna keabu-abuan. Sirip jantan dapat berubah warna menjadi oranye selama musim kawin.[5] Spesimen yang diawetkan umumnya memudar warnanya menjadi kuning atau cokelat samak.[5] Mata-biru pasifik dapat dibedakan dari spesies pendatang ikan nyamuk timur (Gambusia holbrooki) yang sangat invasif dan merugikan melalui sirip ekornya yang bercabang.[13]


Mata-biru pasifik ditemukan mulai dari Narooma di selatan New South Wales ke utara hingga Sungai Rocky di Cape York, meskipun ikan ini terbilang jarang ditemukan di bagian timur Cape York. Ikan ini hidup di sungai-sungai kecil yang umumnya berarus lambat hingga ke daerah muara, serta laguna bukit pasir dan rawa garam. Spesies ini juga ditemukan di perairan payau dan laut di beberapa pulau lepas pantai Queensland seperti Pulau Hinchinbrook, Pulau Lizard, Pulau Low, dan Pulau Dunk. Ikan ini telah tercatat hingga sejauh 300 km (185 mi) ke arah hulu di Sungai Mary dan Sungai Dawson di Queensland. Jumlahnya bisa sangat melimpah di beberapa lokasi, seperti di Sungai Mary. Sebaliknya, ikan ini jarang ditemukan di Sungai Elliott dan Kolan. Spesies ikan yang umumnya ditemukan hidup berdampingan dengan spesies ini meliputi hardyhead Marjorie (Craterocephalus marjoriae), ikan pelangi bercak merah muda (Melanotaenia duboulayi), smelt Australia (Retropinna semoni), dan gudgeon karper barat (Hypseleotris klunzingeri).[5]Di daerah tropis basah, mata-biru pasifik sebagian besar ditemukan di aliran sungai dengan kecepatan hingga 30 cm (12 in) per detik, atau jarang yang mencapai 90 cm (35 in) per detik. Di dalam area yang berarus deras, ikan ini berlindung di area dengan pergerakan air yang lebih lambat—kurang dari 20 cm (8 in) per detik—terkadang di paruh bawah kolom air atau di balik perlindungan bebatuan bawah air. Lebih jauh ke selatan di tenggara Queensland, spesies ini lebih banyak ditemukan di air yang mengalir lebih lambat dari 10 cm (4 in) per detik.[5] Ikan ini juga dapat ditemukan di kolam pasang surut yang terisolasi dari sungai ketika air surut.[14] Mata-biru pasifik juga mencari makan di daerah bakau; sebuah studi lapangan di perairan sekitar Pulau Hinchinbrook dan di dekat Ingham di daratan Queensland menemukan bahwa spesies ini memasuki hutan bakau bersamaan dengan pasang naik segera setelah air cukup dalam untuk direnangi, tetapi keluar lagi satu jam kemudian karena mereka cenderung berdiam di area perairan dangkal.[15] Sebuah studi lapangan di dua danau yang tercemar oleh limpasan tambang batu bara di Queensland tengah menemukan bahwa mata-biru pasifik lebih tahan terhadap dampak kesehatan yang merugikan dibandingkan dengan berudu katak rawa bergaris (Limnodynastes peronii). Spesies ikan ini tidak mengalami penderitaan secara akut, tetapi menunjukkan tanda-tanda penurunan kesehatan dalam jangka panjang.[16]

Mata-biru pasifik ditemukan dalam kawanan longgar yang terdiri dari puluhan hingga ribuan ikan. Mereka umumnya berada di bagian tengah hingga atas kolom air dalam jarak 1 meter (3 kaki) dari tepi sungai dan sering kali berada dekat dengan tempat perlindungan di bawah air.[5] Mata-biru pasifik bersifat eurihalin—yang berarti ikan ini dapat bertahan hidup dalam berbagai tingkat salinitas air, dari lingkungan air tawar hingga laut. Ikan ini merespons perubahan salinitas (dan perubahan daya apung yang ditimbulkannya) dengan mengubah volume gelembung renangnya, yang membutuhkan waktu hingga 6 jam 40 menit saat salinitas berkurang dan sekitar 5 jam saat salinitas meningkat. Selama proses tersebut, ikan ini dapat berenang dengan postur kepala menghadap ke atas atau ke bawah, yang masing-masing berfungsi untuk meningkatkan atau menurunkan daya apung. Adaptasi ini membantu ikan tersebut dalam menghadapi ragam salinitas di lingkungan estuarinya.[17]
Dalam sebuah kawanan mata-biru pasifik yang sedang terancam, beberapa individu akan mempercepat lajunya dan mengubah arah, yang kemudian memicu sebuah gelombang pelarian yang menyebar ke seluruh anggota kawanan tersebut.[18] Hewan diketahui akan melesat ke arah yang acak dan dengan kecepatan tak menentu sebagai bentuk respons melarikan diri saat terancam. Ketika berenang sendirian, mata-biru pasifik melesat dengan cara ini hingga sepuluh detik setelah dihadapkan pada ancaman dari jarak dekat. Periode ini menjadi lebih singkat apabila mereka menghadapi ancaman yang letaknya lebih jauh atau ketika ikan berada di dalam kawanan.[19]
Mata-biru pasifik betina mencapai kematangan seksual pada usia enam bulan atau ketika mereka telah mencapai panjang standar 23 cm (9 in). Pejantan matang pada panjang standar 28 cm (11 in).[5] Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa jantan cenderung lebih memilih betina yang lebih besar—yang biasanya lebih subur—kecuali jika dibutuhkan lebih banyak energi untuk melakukannya, seperti harus berenang lebih jauh melawan arus.[20] Ikan ini dapat berkembang biak di air tawar maupun air asin. Spesies ini memiliki rentang usia sekitar 1–2 tahun di alam liar, dan sekitar 2–3 tahun di akuarium, meskipun beberapa jantan dapat mencapai usia 4 tahun.[5] Di akuarium, mata-biru pasifik bertelur di kerikil atau lumut pada dasar tanaman air.[5] Sebuah eksperimen yang menempatkan mata-biru pasifik dan ikan nyamuk secara bersama-sama menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangbiakan mata-biru pasifik sangat terpengaruh oleh keberadaan ikan nyamuk tersebut. Mekanismenya belum jelas—terdapat beberapa tanda agresi langsung (bekas gigitan pada sirip mata-biru pasifik), tetapi stres akibat kontak fisik diduga menjadi faktor utama.[21]
Makanannya terdiri dari serangga air dan darat, serangga terbang seperti berbagai jenis lalat, serta sebagian kecil krustasea renik dan alga.[5] Penelitian lapangan di Danau Narrabeen menunjukkan bahwa mata-biru pasifik menghabiskan waktu di dekat permukaan air untuk mencari serangga terbang yang mati, memakan apa pun yang berukuran lebih kecil dari lebar bukaan mulutnya. Ukuran ini bervariasi dari sekitar 2,5 hingga 3,5 mm, dan sebanding dengan panjang ikan tersebut. Mata-biru pasifik mencari makan dengan mengandalkan penglihatan, dan kekeruhan air memengaruhi kemampuannya dalam menemukan makanan.[22]