Maslamah bin Mukhallad adalah seorang sahabat Muhammad dari kaum Anshar. Ia lahir saat datangnya Muhammad di Madinah. Ia turut serta dalam penaklukan yang diadakan oleh pasukan Muslim pada masa Kekhalifahan Rasyidin dan masa Kekhalifahan Umayyah. Pada masa Kekhalifahan Umayyah, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Mesir dan Afrika.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Maslamah bin Mukhallad (bahasa Arab: مسلمة بن مخلدcode: ar is deprecated ) adalah seorang sahabat Muhammad dari kaum Anshar.[1][2] Ia lahir saat datangnya Muhammad di Madinah.[3] Ia turut serta dalam penaklukan yang diadakan oleh pasukan Muslim pada masa Kekhalifahan Rasyidin dan masa Kekhalifahan Umayyah. Pada masa Kekhalifahan Umayyah, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Mesir dan Afrika.
Maslamah bin Mukhallad menjadi salah satu dari dua komandan yang memimpin penaklukan Aleksandria oleh pasukan Muslim yang berjumlah 4.000 personil. Penaklukan ini dipimpin oleh Amr bin Ash atas izin dari Umar bin Khattab sebagai khalifah di Kekhalifahan Rasyidin. Maslamah bin Mukhallad bersama Zubair bin Awwam yang juga menjadi komandan, berhasil menembus pertahanan kota Aleksandria dan menaklukkannya pada tanggal 2 Muharram 20 H atau 22 Desember 640 M.[4] Umar juga mengutusnya sebagai amil zakat Bani Fazarah.
Pada masa Kekhalifahan Umayyah, Maslamah bin Mukhallad ditetapkan menjadi Gubernur Mesir dan Afrika setelah sebelumnya terlibat sebagai komandan Muawiyah dalam Pertempuran Shifin.[5] Pada awal pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan selaku pendiri Dinasti Umayyah, Maslamah bin Mukhallad menjabat sebagai Gubernur Mesir menggantikan Uqbah bin Amir.[6] Abu Ayyub datang ke Mesir untuk menanya satu hadis tentang menutupi aib sesama muslim.[7]
Maslamah mencopot Uqbah bin Nafi yang berhasil membebaskan wilayah Afrika Utara bagian barat dan membangun kota Tunisia, lalu menggantinya dengan Abul Muhajir Dinar (mantan budak Maslamah) atas pengabdiannya. Uqbah lantas protes kepada Muawiyah di Damaskus, Muawiyah meminta maaf dan menunggu waktu tepat untuk mengembalikan posisinya sampai wafatnya Muawiyah, baru Yazid kemudian mengembalikan posisi Uqbah setelah kematian Maslamah.
Maslamah wafat pada bulan Dzulqa'dah tahun 62 H di Alexandria.[3]