Masjid di Tiongkok adalah bangunan berbentuk masjid yang menjadi tempat ibadah bagi muslim di Tiongkok. Pembangunan masjid di Tiongkok telah dimulai sejak masa Dinasti Tang pada abad ke-7 Masehi dan berlanjut hingga masa Dinasti Qing pada awal abad ke-20 Masehi. Pada masa kini, jumlah masjid di Tiongkok sekurangnya sebanyak 25.000 masjid. Pada masa kini, masjid-masjid yang berada di bagian timur wilayah Tiongkok secara umum menerapkan arsitektur Tiongkok Sedangkan masjid-masjid di bagian barat Tiongkok menerapkan gaya arsitektur Arab.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Masjid di Tiongkok adalah bangunan berbentuk masjid yang menjadi tempat ibadah bagi muslim di Tiongkok. Pembangunan masjid di Tiongkok telah dimulai sejak masa Dinasti Tang pada abad ke-7 Masehi dan berlanjut hingga masa Dinasti Qing pada awal abad ke-20 Masehi. Pada masa kini, jumlah masjid di Tiongkok sekurangnya sebanyak 25.000 masjid. Pada masa kini, masjid-masjid yang berada di bagian timur wilayah Tiongkok secara umum menerapkan arsitektur Tiongkok Sedangkan masjid-masjid di bagian barat Tiongkok menerapkan gaya arsitektur Arab.
Pembangunan masjid di Tiongkok telah dimulai sejak masa Dinasti Tang pada abad ke-7 Masehi. Masjid yang dibangun pada abad ke-7 Masehi yaitu Masjid Huai Sheng yang berlokasi di Guangzhou. Kemudian pada tahun 996 M dalam masa kekuasaan Dinasti Yuan, sebuah masjid selesai dibangun di Beijing dan diberi nama Masjid Niu Jie. Pada tahun 1009 M, sebuah masjid bernama Masjid Qi Lin dibangun di Quanzhou.[1]
Pada masa Dinasti Yuan, sebuah masjid bernama Masjid Zhen Jiao berhasil dibangun. Namun terdapat dua pendapat sejarawan mengenai tahun pembangunannya. Salah satu pendapat menyatakan bahwa Masjid Zhen Jiao dibangun antara tahun 1260 M hingga tahun 1281 M. Sedangkan satu pendapat lainnya menyatakan bahwa Masjid Zhen Jiao dibangun antara tahun 1314 M hingga tahun 1340 M.[1]
Pada tahun 1341 M hingga tahun 1368 M, sebuah masjid selesai dibangun di Shanghai dan diberi nama Masjid Song Jiang.[1] Pembangunan masjid di Tiongkok kembali dilakukan sejak masa awal kekuasaan Dinasti Ming pada pertengahan abad ke-14 M. Sebuah masjid bernama Masjid Dong Guan dibangun sejak tahun 1368 M hingga tahun 1398 M di Xining.[2] Setelah Dinasti Ming runtuh dan digantikan oleh Dinasti Qing, pembangunan masjid tetap dilakukan di Tiongkok hingga awal abad ke-20 Masehi.[1] Pada masa kini, jumlah masjid di Tiongkok sekurangnya sebanyak 25.000 masjid.[2]
Sebagian besar masjid di Tiongkok dibangun dengan gaya arsitektur Tiongkok yang bersifat tradisional. Selain itu terdapat beberapa masjid di Tiongkok yang dibangun dengan gaya arsitektur Arab. Salah satu masjid di Tiongkok yang dibangun dengan gaya arsitektur Arab adalah Masjid Heitkar di Kasgar, Provinsi Xinjiang. Pembangunan Masjid Heitkar berlangsung dari tahun 1450 hingga tahun 1456.[2]
Sejak abad ke-18 Masehi, masjid-masjid bergaya arsitektur Arab di bagian timur Tongkok direnovasi menggunakan gaya arsitektur Tiongkok. Sehingga pada masa kini, masjid-masjid yang berada di bagian timur wilayah Tiongkok secara umum menggunakan arsitektur Tiongkok dalam pembangunan masjid. Sementara itu, arsitektur Arab diterapkan dalam pembangunan masjid di wilayah bagian barat Tiongkok.[3]