Masjid di Bangladesh adalah masjid-masjid yang didirikan di Bangladesh sebagai bangunan publik bagi muslim. Pembangunan masjid di Bangladesh diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-13 Masehi. Jenis bahan bangunan yang umum digunakan dalam pembangunan masjid di Bangladesh yaitu lumpur, batu bata dan beton bertulang. Masjid-masjid yang dibangun di Bangladesh pada abad ke-16 hingga ke-17 umumnya menerapkan gaya arsitektur khas Kekaisaran Mughal yaitu memiliki kubah berbentuk seperti bawang dengan puncak yang runcing.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Masjid di Bangladesh adalah masjid-masjid yang didirikan di Bangladesh sebagai bangunan publik bagi muslim. Pembangunan masjid di Bangladesh diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-13 Masehi. Jenis bahan bangunan yang umum digunakan dalam pembangunan masjid di Bangladesh yaitu lumpur, batu bata dan beton bertulang. Masjid-masjid yang dibangun di Bangladesh pada abad ke-16 hingga ke-17 umumnya menerapkan gaya arsitektur khas Kekaisaran Mughal yaitu memiliki kubah berbentuk seperti bawang dengan puncak yang runcing.
Pada tahun 2024, jumlah masjid di Bangladesh sekitar 250 ribu masjid dan menjadikan Bangladesh sebagai negara dengan jumlah masjid terbanyak ketiga di dunia. Masjid-masjid di Bangladesh umumnya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan tempat berkumpul bagi muslim. Pemanfaatan utama terhadap masjid di Bangladesh yaitu sebagai tempat melaksanakan salat bagi muslim.
Pembangunan masjid di Bangladesh diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-13 Masehi.[1] Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun masjid di Bangladesh sangat beragam. Jenis bahan bangunan yang umum digunakan dalam pembangunan masjid di Bangladesh yaitu lumpur, batu bata dan beton bertulang. Pemilihan jenis bahan bangunan yang digunakan pada masjid-masjid di Bangladesh umumnya ditentukan oleh tingkat ketersediaan bahan bangunan, anggaran dan cakupan penggunaan masjid oleh masyarakat muslim di sekitar lokasi pembangunan masjid.[2] Sebagian besar masjid di Bangladesh umumnya menggunakan batu bata hasil pembakaran yang berwarna merah sebagai bahan bangunan utamanya.[3]
Masjid-masjid tertua di Bangladesh yang didirikan pada abad ke-15 Masehi umumnya masih mempertahankan gaya arsitektur lokal di Bangladesh.[1] Sementara itu, masjid-masjid yang dibangun di Bangladesh pada abad ke-16 hingga ke-17 umumnya menerapkan gaya arsitektur khas Kekaisaran Mughal. Ciri khas dari masjid-masjid yang didirikan oleh Kekaisaran Mughal yaitu penggunaan kubah berbentuk seperti bawang dengan puncak yang berbentuk runcing.[4]
Jumlah masjid di Bangladesh pada tahun 2024 berjumlah sekitar 250 ribu masjid menurut data yang dihimpun oleh TRT World. Bangladesh menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak ketiga di dunia setelah Indonesia (± 800 ribu masijd) dan India (± 300 ribu masjid).[5]
Masjid merupakan salah satu jenis bangunan publik di Bangladesh yang umumnya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan tempat berkumpul bagi masyarakat muslim.[2][6] Pemanfaatan utama terhadap masjid-masjid di Bangladesh yaitu sebagai tempat melaksanakan salat bagi muslim. Sebagian besar masjid di Bangladesh tidak menyediakan ruangan khusus untuk salat bagi perempuan muslimah. Namun perempuan muslimah tidak dilarang untuk melaksanakan salat pada masjid-masjid di Bangladesh. Perempuan muslimah di Bangladesh umumnya melaksanakan salat pada salah satu sisi dinding di dalam masjid. Sebagian kecil masjid di Bangladesh juga menyediakan ruangan khusus berukuran kecil di lantai atas masjid sebagai tempat salat bagi perempuan muslimah.[7]