Djamaa el Djazair, juga dikenal sebagai Masjid Agung Aljazair atau Masjid Agung Aljir, adalah masjid di Aljir, Aljazair. Masjid tersebut merupakan yang terbesar di Afrika, menggantikan Masjid Hassan II di Maroko, serta masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjid Agung Mekah dan Masjid Nabawi Madinah di Arab Saudi berdasarkan luas kompleks. Menara masjid tersebut juga merupakan tertinggi di dunia serta menjadi bangunan tertinggi di Afrika.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Masjid Agung Aljazair | |
|---|---|
جامع الجزائر Grande mosquée d'Alger | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Status | Selesai |
| Jenis | Masjid |
| Gaya arsitektur | Arsitektur Islam, Arsitektur Al-Andalus, Arsitektur modern. |
| Lokasi | Aljir, Aljazair |
| Koordinat | 36°44′09″N 3°08′17″E / 36.73583°N 3.13806°E / 36.73583; 3.13806 (Jemma Al Djazair)[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Masjid_Agung_Aljazair¶ms=36_44_09_N_3_08_17_E_region:DZ-GT_type:landmark&title=Jemma+Al+Djazair <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">36°44′09″N</span> <span class=\"longitude\">3°08′17″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"vcard\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">36.73583°N 3.13806°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">36.73583; 3.13806</span></span><span style=\"display:none\"> (<span class=\"fn org\">Jemma Al Djazair</span>)</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Masjid_Agung_Aljazair&params=36_44_09_N_3_08_17_E_region:DZ-GT_type:landmark&title=Jemma+Al+Djazair\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">36°44′09″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">3°08′17″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"vcard\" id=\"mwEg\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEw\">36.73583°N 3.13806°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFg\">36.73583; 3.13806</span></span><span style=\"display:none\" id=\"mwFw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGA\"></span> (<span class=\"fn org\" id=\"mwGQ\">Jemma Al Djazair</span>)</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGg\"/></span>"}' id="mwGw"/> |
| Mulai dibangun | 16 Agustus 2012 |
| Selesai dibangun | 2019 |
| Pemilik | Kementerian Agama Aljazair |
| Tinggi | |
| Atap | 70 meter |
| Lantai atas | 265 meter |
| Data teknis | |
| Jumlah lantai | 37 |
| Desain dan konstruksi | |
| Arsitek | China State Construction Engineering |
| Informasi lain | |
| Kapasitas tempat duduk | 150.000 |
Djamaa el Djazair (bahasa Arab: جامع الجزائرcode: ar is deprecated ), juga dikenal sebagai Masjid Agung Aljazair atau Masjid Agung Aljir (bahasa Prancis: Grande mosquée d'Algercode: fr is deprecated ), adalah masjid di Aljir, Aljazair. Masjid tersebut merupakan yang terbesar di Afrika, menggantikan Masjid Hassan II di Maroko, serta masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjid Agung Mekah dan Masjid Nabawi Madinah di Arab Saudi berdasarkan luas kompleks. Menara masjid tersebut juga merupakan tertinggi di dunia serta menjadi bangunan tertinggi di Afrika.[1][2][3][4]
Pembangunan Masjid Agung Aljazair dimulai pada Agustus 2012 setelah kontrak pembangunan dilelang oleh pemerintah Aljazair, seharga 1 miliar euro yang dimenangkan oleh China State Construction Engineering. Arsitektur masjid tersebut didesain oleh firma konstruksi yang berasal dari Jerman yaitu KSP Juergen Engel Architekten dan Krebs und Kiefer International. Pembangunan masjid sempat mengalami penundaan karena masalah anggaran yang disebabkan jatuhnya harga minyak. Sekitar 2.300 pekerja dari Tiongkok, Aljazair dan negara-negara Afrika lainnya dikerahkan untuk mengerjakan pembangunan masjid tersebut. Pembangunan masjid dipandang oleh banyak orang sebagai simbol kesuksesan pemerintahan Presiden Abdelaziz Bouteflika yang telah lama menjabat.[5][6][7][8][9]
Masjid Agung Aljazair berdiri di atas lahan seluas 400,000 m2 menghadap utara, tepatnya ke Laut Mediterania. Ruang salat memiliki kapasitas sebanyak 37.000 jamaah, sementara lahan kompleks masjid dapat menampung hingga 120.000 jemaah dan memiliki bangunan parkir yang dapat diisi 7.000 mobil. Kompleks ini juga memiliki sekolah Alquran, taman, perpustakaan, area perumahan staf masjid, stasiun pemadam kebakaran, museum kesenian Islam, dan pusat penelitian tentang sejarah Aljazair.[2][5][8]
Masjid Agung Aljazair juga memiliki menara setinggi 265 meter sehingga menjadi bangunan tertinggi di Afrika.[7] Di menara masjid juga tersedia dek observasi di lantai teratas. Masjid ini dirancang untuk menahan gempa berkekuatan 9,0 skala magnitudo dan struktur bangunan dirancang secara khusus untuk menahan korosi akibat cuaca yang ekstrem. Ruang salat utama memiliki 618 kolom segi delapan yang berfungsi sebagai pilar pondasi dan terdapat kaligrafi sepanjang 6 kilometer yang diukir dengan sistem laser. Kubah aula memiliki diameter sepanjang 50 meter dan memiliki ketinggian 70 meter.[8][10]