Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Martanagara

Raden Adipati Aria Martanagara, atau Marta Negara, adalah seorang Bupati kesepuluh Kabupaten Bandung. Ia adalah menak dari Sumedang yang merupakan anak dari Bupati R.A. Kusumahdilaga dan Raden Tejamirah.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Martanagara
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Martanagara" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2022)
R.A.A.
Martanagara
Bupati Bandung ke-10
Masa jabatan
7 Juni 1893[1]
(Sumpah jabatan pada 15 Juli 1893)[2] – 14 Oktober 1918[3]
Sebelum
Pendahulu
Raden Adipati Kusumahdilaga
Pengganti
R.A.A. Wiranatakusumah V
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1845-02-09)9 Februari 1845[2]
Sumedang
Meninggal2 September 1926(1926-09-02) (umur 81)
Burujul, Pasanggrahan, Sumedang Selatan, Sumedang[4]
MakamKomplek Pemakaman Gunung Puyuh
Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang
6°51′48″S 107°55′04″E / 6.8633911°S 107.9177567°E / -6.8633911; 107.9177567
Suami/istri
  • R. Ratnainten (menikah 1865, wafat Januari 1871[5])
  • Raden Ajeng Sangkaningrat (menikah 1872, wafat 1887)
  • Nyai Raden Rajaningrat (1888-1926)[6]
AnakDengan R. Ratnainten:
Aom Pahrussuhada (1868 - Desember 1870)[5]
Orang tua
  • Raden Kusumayuda
  • Raden Ayu Tejamirah
Kerabat
  • Tumenggung Suriadilaga/Dalem Sindangraja, Bupati XXXI Kabupaten Sumedang, kakek maternal/maternal grand-father[7]
  • R. Suriadireja, paman paternal/paternal uncle[7]
  • Pangeran Suria Kusumah Adinata, mertua/ayahanda R. Rajaningrat
  • R. Aria Surianagara, paman[7]
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Raden Adipati Aria Martanagara, atau Marta Negara, (9 Februari 1845 – 2 September 1926) adalah seorang Bupati kesepuluh Kabupaten Bandung. Ia adalah menak dari Sumedang yang merupakan anak dari Bupati R.A. Kusumahdilaga dan Raden Tejamirah.

Kehidupan awal

Martanagara merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Adapun keempat kakaknya sudah meninggal lebih dulu ketika keempatnya masih belum berusia dua tahun. Pada usia balita, Martanagara dirawat oleh pamannya, R. Adipati Surianagara dan disunat di pendopo Kabupaten Sumedang.[7]

Pada akhir tahun 1857, Ia sempat tinggal di rumah Raden Saleh untuk sekolah dan sempat pindah sekolah ke Semarang. Di tahun 1859, ia kembali ke Batavia.[8]

Karier politik

Sebelum dan pada masa jabatannya sebagai Bupati Bandung, Ia memimpin sejumlah proyek pembangunan sejumlah infrastruktur. Proyek pertama yang ia pimpin adalah pembangunan jembatan Bayabang semi-permanen yang terbuat dari bambu yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat di tahun 1890.[9] Pembangunan jembatan permanen ini dilanjutkan oleh Wiranatakusumah V sebagai Bupati Cianjur di tahun 1917 dan selesai sesudah Martanagara wafat atau beberapa waktu sesudah September 1926. Namun, jembatan ini hilang karena Bayabang sudah terendam Waduk Cirata.[2]

Sebelum menjadi Bupati Bandung, Martanagara pernah menjadi Patih untuk Afdeeling Mangunreja di tahun 1883 berdasarkan Besluit №18 per tanggal 29 April 1883.[10]

Martanegara mula-mula diminta oleh Asisten Residen Mangunreja yang bernama Revenswal pada bulan Mei 1893. Revenswaal meminta Martanagara menjadi Bupati Bandung untuk menggantikan R.A. Kusumahdilaga yang wafat pada bulan April yang lalu.[10]

Ia menyetujui proposal pembangunan sekolah khusus perempuan yang diajukan oleh Raden Dewi Sartika, yang kemudian berdiri pada 16 Januari 1904.[11]

Gelar

  • Martanagara, 9 Februari 1845
  • Raden Martanagara
  • Raden Aria Martanagara, mulai dari 12 Februari 1892[10]

Karya

  • Wawacan Batara Rama, 1887
  • Wawacan Angling Darma, 1902
  • Piwulang Barata Sunu, 1918
  • (Sunda) Babad Sumedang, 1921, dalam huruf pegon
  • Rama Medal, Batavia: Balai Pustaka, 1940

Otobiografi

  • (Sunda) Babad Raden Adipati Aria Martanagara, Bandung: Aurora, Oktober 1923, dalam huruf latin[12]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑
  2. 1 2 3 Arifianto 2022, hlm. 10.
  3. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 104.
  4. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 25.
  5. 1 2 Ekadjati et al. 1994, hlm. 100.
  6. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 24.
  7. 1 2 3 4 Ekadjati et al. 1994, hlm. 97.
  8. ↑ Kraus, Werner (8 Oktober 2018). Vogelsang, Irina (ed.). Raden Saleh dan Karyanya. Diterjemahkan oleh Setiadi, Hendarto; Effendi, Suchjar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 114.
  9. ↑ Arifianto 2022, hlm. 1.
  10. 1 2 3 Ekadjati et al. 1994, hlm. 102.
  11. ↑ Astaningrum, Meita (1 Maret 2023). "Biografi Dewi Sartika, Pahlawan Pendidikan Perempuan". GNFI. Diakses tanggal 12 April 2023.
  12. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 94.

Kepustakaan

  • Arifianto, Bambang (27 September 2022), "Martanagara, Bapak Pembangunan Bandung", Pikiran Rakyat
  • Ekadjati, Edi S.; Hardjasaputra, A. Sobana; Anggawisastra, Ade Kosmaya; Masduki, Aam (1994), Empat Sastrawan Sunda Lama, Jakarta Pusat: Direktorat Jenderal Kebudayaan

Bacaan lebih lanjut

  • Daryono, Yan (Februari 2008), Raden Dewi Sartika Sang Perintis (Edisi 2), Babakan Penghulu, Cinambo, Bandung: Grafitri Budi Utami, ISBN 9789791777001
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Martanagara.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R.A. Kusumahdilaga
Bupati Bandung
7 Juni 1893 – 14 Oktober 1918
Diteruskan oleh:
R.A.A. Wiranatakusumah V
  • l
  • b
  • s
Bupati Bandung
Bangsawan Sunda
  • Tumenggung Wiraangunangun (1632-1681)
  • Tumenggung Ardikusumah (1681-1704)
  • Tumenggung Anggadireja I (1704-1747)
  • Tumenggung Anggadireja II (1747-1763)
  • Raden Wiranatakusumah I (1769-1794)
  • R. Adipati Wiranatakusumah II (1794-1829)
  • R. Wiranatakusumah III (1829-1846)
  • R. Wiranatakusumah IV (1846-1874)
  • R.A. Kusumahdilaga (1874-1893)
  • R.A. Aria Martanagara (1893-1918)
  • R.A.A. Wiranatakusumah V (1920-1931) (periode pertama)
  • Raden Tumenggung Hasan Sumadipraja (1931-1935)
  • R A.A. Wiranatakusumah V (1935-1945) (periode kedua)
  • R.T. Endoeng Soeriapoetra Koesoemah Adinata (1945-1947)
Melalui
penunjukan
  • R.T. Male Wiranatakusumah VI (1947-1956)
  • R. Apandi Wiradiputra (1956-1957)
  • R. Godjali Gandawidura (1957-1960)
  • Mayor R. Memed Ardiwilaga (1960-1967)
  • Kolonel Infanteri Masturi (1967-1969)
  • R. Haji Lily Sumantri (1969-1975)
  • Sani Lupias Abdurachman (1980-1985)
  • Cherman Effendi (1985-1990)
  • Hatta Djatipermana (1990-2000)
  • Obar Sobarna (2000-2010)
Melalui
pemilihan umum
  • Dadang M. Naser (2010-2021)
  • Dadang Supriatna (2021-sekarang)
Lambang Kabupaten Bandung


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Karier politik
  3. Gelar
  4. Karya
  5. Otobiografi
  6. Referensi
  7. Catatan kaki
  8. Kepustakaan
  9. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

Dewi Sartika

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Dipati Ukur

Herlina (2001). Konflik elite birokrasi: biografi politik Bupati R.A.A. Martanagara. Humaniora Utama Press. ISBN 9789799231529. Lasmiyati, p. 386. Zakaria

Kabupaten Sumedang

kabupaten di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026