Marie-Anne Paulze Lavoisier merupakan ilmuwan kimia berkebangsaan Prancis yang juga menjadi rekan, penerjemah, ilustrator dan asisten laboratorium Antoine Laurent Lavoisier.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Marie-Anne Paulze Lavoisier | |
|---|---|
| Lahir | Marie-Anne Pierrette Paulze (1758-01-20)20 Januari 1758 Montbrison, Prancis |
| Meninggal | 10 Februari 1836(1836-02-10) (umur 78) Paris, Prancis |
| Makam | Père Lachaise Cemetery, Paris, Prancis |
| Suami/istri | |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Kimia |
| Tanda tangan | |
Marie-Anne Paulze Lavoisier merupakan ilmuwan kimia berkebangsaan Prancis yang juga menjadi rekan, penerjemah, ilustrator dan asisten laboratorium Antoine Laurent Lavoisier.[1]
Marie-Anne Pierrete Paulze dilahirkan pada 20 Januari 1758 di Loire, Prancis sebagai putri dari pasangan Jacques dan Claudine Paulze. Ibunya meninggal ketika Marie Paulze berusia tiga tahun, lalu ia dibawa untuk dibesarkan di monasteri untuk memperoleh pendidikan.[1]
Setelah berusia 13 tahun, pada 1771, Marie Paulze kembali ke rumah untuk dijodohkan dengan Count of Amerval, saudara Baroness de la Garde yang berusia lima puluh tahun. Meskipun demikian, Jacques menentang desakan perjodohan tersebut dan memutuskan mencari pasangan yang lebih tepat bagi Marie-Anne. Marie-Anne kemudian bertunangan dengan Antoine Lavoisier, rekan kerja ayahnya yang berusia 28 tahun. Sebulan setelah bertunangan, keduanya menikah di sebuah kapel pribadi pada 16 Desember 1771.[1]
Setelah menikah, Marie-Anne Lavoisier terdorong untuk mendalami kimia dan keterampilan laboratorium. Pada tahun 177, ia mulai mendapatkan pelajaran kimia dari Jean Baptiste Bucquet. Kemampuan bahasa Inggrisnya mendukungnya untuk membantu menerjemahkan karya kimia berbahasa Inggris ke bahasa Prancis untuk penelitian suaminya. Penerjemahan ini termasuk pada karya Richard Kirwan berjudul Essay on Phlogiston yang membahas keberadaan flogiston, yang diyakini terdapat dalam semua benda yang dapat terbakar dan dianggap keluar saat proses pembakaran. Setelah beberapa penyampaian argumen antara Lavoisier dan Kirwan, Kirwan meninggalkan teorinya dan Lavoisier menamai senyawa 'udara berflogiston' tadi sebagai oksigen.[1]
Pada tahun 1775, suaminya diangkat menjadi salah satu dari empat direktur Administrasi Mesiu. Pasangan ini, kemudian pindah ke Paris Arsenal dan membangun laboratorium kimia. Di sana Marie Anne belajar melukis dari Jacques Louis David, sehingga ia dapat menggambar ilustrasi detail alat-alat yang digunakan dalam buku-buku Lavoisier.[1]
Setelah Antoine Lavoisier meninggal, Marie Anne menerbitkan dua jilid Memoir suaminya. Jilid pertama memoir tersebut berisi penelitian mereka mengenai kalor dan pembentukan cairan. Sementara jilidnya kedua membahas gagasan tentang pembakaran, udara, kalsinasi logam, aksi asam, serta komposisi air.[1]