Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Maria Goeppert-Mayer

Maria Goeppert-Mayer adalah seorang fisikawan Amerika Serikat–Jerman. Ia merupakan satu-satunya anak Friedrich Goeppert dan istrinya Maria Wolff. Dari sisi ayahnya, ia merupakan keturunan langsung ketujuh dari guru besar universitas.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Januari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Maria Goeppert-Mayer

Maria Goeppert Mayer
Maria Goeppert-Mayer
LahirMaria Göppert
(1906-06-28)28 Juni 1906
Kattowitz, Kerajaan Jerman
Meninggal20 Februari 1972(1972-02-20) (umur 65)
San Diego, California, Amerika Serikat
KewarganegaraanJerman
Amerika Serikat
AlmamaterUniversitas Göttingen
Dikenal atasPeluruhan beta ganda
Bilangan ajaib
Model kulit nuklir
Penyerapan dua foton
satuan Goeppert Mayer
Suami/istriJoseph Edward Mayer
Anak2
PenghargaanPenghargaan Nobel Fisika (1963)
Karier ilmiah
BidangFisika
InstitusiSarah Lawrence College
Universitas Columbia
Project Y
Laboratorium Nasional Argonne
Universitas California, San Diego
Universitas Chicago
Pembimbing doktoralMax Born
Mahasiswa doktoralRobert G. Sachs
Tanda tangan

Maria Goeppert-Mayer (28 Juni 1906 – 20 Februari 1972) adalah seorang fisikawan Amerika Serikat–Jerman. Ia merupakan satu-satunya anak Friedrich Goeppert dan istrinya Maria Wolff. Dari sisi ayahnya, ia merupakan keturunan langsung ketujuh dari guru besar universitas.

Pada tahun 1910 ayahnya menjabat sebagai profesor ilmu kesehatan anak-anak di Göttingen di mana Maria menghabiskan sebagian besar hidupnya sampai menikah. Ia mengikuti sekolah privat dan umum di Göttingen dan mendapatkan keberuntungan besar memiliki guru yang baik. Bagaimanapun juga ini tak pernah didiskusikan, tetapi dianggap pasti oleh orang tuanya seperti oleh dirinya sendiri bahwa ia akan ke perguruan tinggi. Namun, saat itu ini tak secara sepele bagi seorang wanita untuk melakukannya. Di Göttingen hanya ada sendirian sekolah yang disokong yang mempersiapkan para gadis untuk "abitur", ujian masuk universitas. Sekolah ini menutup pintunya selama inflasi, tetapi gurunya terus memberi petunjuk pada muridnya. Maria Goeppert akhirnya mengambil ujian abitur di Hannover, pada 1924, diuji oleh guru yang tak pernah dijumpainya dalam hidupnya.

Di musim semi 1924 ia mengikuti pendidikan di Universitas Göttingen, dengan tujuan untuk menjadi matematikawati. Namun segera ia mengetahui dirinya sendiri yang lebih tertarik dengan fisika. Ialah waktu di mana mekanika kuantum masih muda dan mengasyikkan.

Selain 1 masa yang dihabiskannya di Cambridge, Inggris, di mana keuntungan terbesarnya ialah belajar bahasa Inggris, karier perguruan tingginya secara keseluruhan terjadi di Göttingen. Secara dalam ia berhutang dengan Max Born, untuk bimbingannya yang baik dari pendidikan ilmiahnya. Ia mengambil gelar doktornya pada tahun 1930 dalam fisika teoretis. Ada 3 pemenang Hadiah Nobel pada komite doktoral, Born, Franck, dan Windaus.

Sesaat sebelumnya ia telah bertemu Joseph Edward Mayer, anggota Rockefeller Amerika yang bekerja dengan James Franck. Pada tahun 1930 mereka menikah dan pergi ke Universitas Johns Hopkins di Baltimore. Saat itu ialah masa depresi, dan tak ada universitas yang berpikir untuk mempekerjakan istri profesor. Namun Maria tetap bekerja, hanya untuk kesenangan berfisika.

Karl F. Herzfeld mengambil perhatian dalam kerja Maria, dan di bawah pengaruh dan juga dari suaminya, secara pelan ia berkembang menjadi fisikawan kimia. Ia menulis berbagai karya dengan Herzfeld dan dengan suaminya, dan ia mulai bekerja pada warna molekul organik.

Pada tahun 1939 mereka pindah ke Universitas Columbia. Dr. Goeppert Mayer mengajar setahun di Sarah Lawrence College, tetapi ia terutama bekerja di Laboratorium S. A. M., pada pemisahan isotop uranium, dengan Harold Urey sebagai direktur. Urey biasa tak menugasinya pada jalur utama riset laboratorium, tetapi pada persoalan sebelah, misalnya, pada pengamatan kemungkinan pemisahan isotop dengan reaksi fotokimia. Ini bagus, fisika yang murni walau tak menolong dalam pemisahan isotop.

Pada tahun 1946 mereka pergi ke Chicago. Inilah tempat pertama di mana ia tak dianggap menyusahkan, tetapi disambut dengan tangan terbuka. Tiba-tiba ia menjadi guru besar di jurusan fisika dan di Institut untuk Studi Nuklir. Ia juga dipekerjakan oleh Laboratorium National Argonne dengan sedikit pengetahuan tentang fisika nuklir! Ini perlu beberapa waktu untuk menemukan jalannya di sini, untuknya, bidang baru. Namun dalam suasana Chicago, cukup mudah belajar fisika nuklir. Ia menerima banyak diskusi dengan Teller Ede, dan khususnya dengan Enrico Fermi, yang amat sabar dan suka menolong.

Pada tahun 1948 ia mulai bekerja pada bilangan ajaib, tetapi itu mengambil tahun-tahun lainnya untuk menemukan penjelasannya, dan beberapa tahun untuk memecahkan akibatnya. Kenyataan bahwa Haxel, Jensen dan Suess, yang tak pernah ditemuinya, memberi penjelasan yang sama di saat yang sama membantu meyakinkannya bahwa itu benar. Ia bertemu Johannes Hans Jensen pada 1950. Beberapa tahun kemudian pesaing dari kedua sisi Atlantik memutuskan menulis buku bersama.

Pada tahun 1960 mereka tiba di La Jolla di mana Maria Goeppert Mayer ialah guru besar fisika. Ia merupakan anggota Akademi Sains Nasional dan anggota pengurus surat-surat pada Akademie der Wissenschaften di Heidelberg. Ia telah menerima gelar kehormatan Doctor of Science dari Russel Sage College, Mount Holyoke College dan Smith College.

Mereka punya 2 anak, keduanya lahir di Baltimore, Maria Ann Wentzel, kini di Ann Arbor, dan seorang putra, Peter Conrad, murid lulusan ekonomi di Berkeley.

Pada tahun 1963, Maria Goeppert-Mayer dianugerahi Hadiah Nobel Fisika dengan Johannes Hans Daniel Jensen atas penemuan mereka yang berkaitan dengan struktur kulit nuklir. Bersama mereka, Eugene Paul Wigner juga mendapat Penghargaan Nobel dalam Fisika untuk sumbangannya pada teori nukleus atom dan unsur dasar, terutama melalui penemuan dan penerapan asas simetris fundamental.

Maria Goeppert-Mayer meninggal pada tanggal 20 Februari 1972.

Pranala luar

  • Biografi di geratorp.bravehost.com Diarsipkan 2012-02-20 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Penerima Penghargaan Nobel Fisika
1901–1925
  • 1901: Röntgen
  • 1902: Lorentz / Zeeman
  • 1903: Becquerel / P. Curie / M. Curie
  • 1904: Rayleigh
  • 1905: Lenard
  • 1906: J. J. Thomson
  • 1907: Michelson
  • 1908: Lippmann
  • 1909: Marconi / Braun
  • 1910: Van der Waals
  • 1911: Wien
  • 1912: Dalén
  • 1913: Kamerlingh Onnes
  • 1914: Laue
  • 1915: W. L. Bragg / W. H. Bragg
  • 1916
  • 1917: Barkla
  • 1918: Planck
  • 1919: Stark
  • 1920: Guillaume
  • 1921: Einstein
  • 1922: N. Bohr
  • 1923: Millikan
  • 1924: M. Siegbahn
  • 1925: Franck / Hertz
1926–1950
  • 1926: Perrin
  • 1927: Compton / C. Wilson
  • 1928: O. Richardson
  • 1929: De Broglie
  • 1930: Raman
  • 1931
  • 1932: Heisenberg
  • 1933: Schrödinger / Dirac
  • 1934
  • 1935: Chadwick
  • 1936: Hess / C. D. Anderson
  • 1937: Davisson / G. P. Thomson
  • 1938: Fermi
  • 1939: Lawrence
  • 1940
  • 1941
  • 1942
  • 1943: Stern
  • 1944: Rabi
  • 1945: Pauli
  • 1946: Bridgman
  • 1947: Appleton
  • 1948: Blackett
  • 1949: Yukawa
  • 1950: Powell
1951–1975
  • 1951: Cockcroft / Walton
  • 1952: Bloch / Purcell
  • 1953: Zernike
  • 1954: Born / Bothe
  • 1955: Lamb / Kusch
  • 1956: Shockley / Bardeen / Brattain
  • 1957: C. N. Yang / T. D. Lee
  • 1958: Cherenkov / Frank / Tamm
  • 1959: Segrè / Chamberlain
  • 1960: Glaser
  • 1961: Hofstadter / Mössbauer
  • 1962: Landau
  • 1963: Wigner / Goeppert Mayer / Jensen
  • 1964: Townes / Basov / Prokhorov
  • 1965: Tomonaga / Schwinger / Feynman
  • 1966: Kastler
  • 1967: Bethe
  • 1968: Alvarez
  • 1969: Gell-Mann
  • 1970: Alfvén / Néel
  • 1971: Gabor
  • 1972: Bardeen / Cooper / Schrieffer
  • 1973: Esaki / Giaever / Josephson
  • 1974: Ryle / Hewish
  • 1975: A. Bohr / Mottelson / Rainwater
1976–2000
  • 1976: Richter / Ting
  • 1977: P. W. Anderson / Mott / Van Vleck
  • 1978: Kapitsa / Penzias / R. Wilson
  • 1979: Glashow / Salam / Weinberg
  • 1980: Cronin / Fitch
  • 1981: Bloembergen / Schawlow / K. Siegbahn
  • 1982: K. Wilson
  • 1983: Chandrasekhar / Fowler
  • 1984: Rubbia / Van der Meer
  • 1985: von Klitzing
  • 1986: Ruska / Binnig / Rohrer
  • 1987: Bednorz / Müller
  • 1988: Lederman / Schwartz / Steinberger
  • 1989: Ramsey / Dehmelt / Paul
  • 1990: Friedman / Kendall / R. Taylor
  • 1991: de Gennes
  • 1992: Charpak
  • 1993: Hulse / J. Taylor
  • 1994: Brockhouse / Shull
  • 1995: Perl / Reines
  • 1996: D. Lee / Osheroff / R. Richardson
  • 1997: Chu / Cohen-Tannoudji / Phillips
  • 1998: Laughlin / Störmer / Tsui
  • 1999: 't Hooft / Veltman
  • 2000: Alferov / Kroemer / Kilby
2001–
sekarang
  • 2001: Cornell / Ketterle / Wieman
  • 2002: Davis / Koshiba / Giacconi
  • 2003: Abrikosov / Ginzburg / Leggett
  • 2004: Gross / Politzer / Wilczek
  • 2005: Glauber / Hall / Hänsch
  • 2006: Mather / Smoot
  • 2007: Fert / Grünberg
  • 2008: Nambu / Kobayashi / Maskawa
  • 2009: Kao / Boyle / Smith
  • 2010: Geim / Novoselov
  • 2011: Perlmutter / Riess / Schmidt
  • 2012: Wineland / Haroche
  • 2013: Englert / Higgs
  • 2014: Akasaki / Amano / Nakamura
  • 2015: Kajita / McDonald
  • 2016: Thouless / Haldane / Kosterlitz
  • 2017: Weiss / Barish / Thorne
  • 2018: Ashkin / Mourou / Strickland
  • 2019: Peebles / Mayor / Queloz
  • 2020: Penrose / Genzel / Ghez
  • 2021: Manabe / Hasselmann / Parisi
  • 2022: Alain Aspect / John Clauser / Anton Zeilinger
  • 2023: Pierre Agostini / Ferenc Krausz / Anne L'Huillier
  • 2024: John J. Hopfield / Geoffrey Hinton
  • 2025: Devoret / Clarke / Martinis
  • {{Nobel Sastra}}
  • {{Nobel Fisika}}
  • {{Nobel Fisiologi atau Kedokteran}}
  • {{Nobel Kimia}}
  • {{Nobel Ekonomi}}
  • {{Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian}}
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Norwegia
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
  • Katalonia
Akademik
  • CiNii
  • Mathematics Genealogy Project
  • zbMATH
  • MathSciNet
Seniman
  • MusicBrainz
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pranala luar

Artikel Terkait

Johannes Hans Daniel Jensen

fisikawan asal Jerman Barat

Model kulit nuklir

pada tahun 1949 oleh para fisikawan, termasuk Eugene Paul Wigner, Maria Goeppert Mayer, dan J. Hans D. Jensen, yang kemudian mendapatkan penghargaan nobel

Eugene Wigner

matematikawan asal Hungaria

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026