Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMargamkali
Artikel Wikipedia

Margamkali

Margamkali merupakan tari tradisional Umat Kristen Santo Tomas, yang berasal dari Kerala, India. Tarian tersebut umumnya dipraktikkan dan dipopulerkan oleh subetnis komunitas tersebut yang dikenal sebagai Knanaya. Margamkali sendiri merupakan tarian yang digunakan untuk menceritakan kehidupan dan karya misi Rasul Tomas, yang didasarkan pada kitab apokrifa abad ke-3 Kisah Rasul Tomas.

Wikipedia article
Diperbarui 7 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Margamkali
Penampilan Margamkali dalam suatu festival.
Bagian dari sebuah serial tentang
Umat Kristen Santo Tomas
Salib Nasrani
Sejarah
  • Santo Tomas
  • Tomas orang Kana
  • Mar Sabor dan Mar Prot
  • Piagam Tarisapalli
  • Sinode Diamper
  • Prasetia Salib Kunan
Agama
  • Salib
  • Denominasi
  • Gereja
  • Bahasa Suryani
  • Musik
Tokoh
  • Abraham Malpan
  • Paremakal Toma Katanar
  • Kayamkulam Pilipos Ramban
  • Santo Kuriakos Elias Cawara
  • Wargis Payapili Palakapili
  • Mar Toma I
  • Santa Alfonsa
  • Sadu Kocunju Upadesi
  • Kariatil Mar Yusep
  • Giwargis Dionisius Wataseril Tirumeni
  • Giwargis Mar Gregorios Parumala Tirumeni
  • Giwargis Ivanios
  • Efrasia Eluwatinggal
  • Toma dari Wilarwatom
Budaya
  • Margamkali
  • Parichamuttukali
  • Hidangan
  • Suriyani Malayalam
  • l
  • b
  • s

Margamkali merupakan tari tradisional Umat Kristen Santo Tomas, yang berasal dari Kerala, India. Tarian tersebut umumnya dipraktikkan dan dipopulerkan oleh subetnis komunitas tersebut yang dikenal sebagai Knanaya.[1][2][3] Margamkali sendiri merupakan tarian yang digunakan untuk menceritakan kehidupan dan karya misi Rasul Tomas, yang didasarkan pada kitab apokrifa abad ke-3 Kisah Rasul Tomas.[2][4]

Berbagai bentuk dan gaya Margamkali telah ada secara praktik selama berabad-abad di dalam komunitas Kristen Suryani di Kerala. Pada masanya, terdapat dua jenis Margamkali yang populer, yakni versi dari Utara Kerala yang dipraktikkan oleh Kristen Santo Tomas, dan versi dari selatan Kerala, yang dipopulerkan oleh Knanaya.[5] Sejarawan Istvan Perczel mencatat bahwa hanya versi yang dipopulerkan oleh Knanaya saja yang masih ada sampai hari ini, di mana praktik dasarnya menggunakan sajak 14 bait yang ditulis oleh pendeta asal Knanaya, Anjilimootil Itti Thomman pada abad ke-17.[6]

Sejarah

Terdapat berbagai pendapat mengenai asal-muasal Margamkali. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa tradisi ini berasal dari tarian dan nyanyian pernikahan orang Yahudi perantauan,[7] khususnya Yahudi Cochin.[7][8] Beberapa sejarawan seperti P.M. Jussya dan Shalva Weil menemukan berbagai kesamaan dalam adat dan ritual dari umat Kristen Knanaya dan Yahudi Cochin.[9][10] Pendapat lain mengemukakan bahwa asal tarian ini diturunkan dari tarian tradisional kasta Brahmana Sangam Kali[11][12] atau Yathra Kali, di mana yang terakhir merupakan tarian yang dipraktikkan oleh Brahmana dari Nambudiri.[13]

Etimologi Margamkali berasal dari kata "Margam", yang dalam bahasa Malayalam berarti "jalan" atau "solusi", di mana dalam konteks tarian ini, kata tersebut dapat berarti "jalan menuju keselamatan". Margakali sendiri mengisahkan kehidupan dan karya misi Rasul Tomas di Malabar melalui tarian dan nyanyian, termasuk mukjizat-mukjizat yang ia lakukan, interaksinya dengan masyarakat Malabar, kemartirannya, dan gereja-gereja yang ia dirikan. Detail-detail ini tercantum dalam nyanyian yang dimainkan dalam Margamkali. Hal ini menjadikan tarian tersebut sebagai elemen penting dalam tradisi umat Kristen Santo Tomas di Pesisir Malabar.[14]

Pada masa prakolonial, Margamkali, bersamaan dengan Parichamuttukali merupakan tarian yang umum dibawakan dalam acara-acara khusus Kristen Santo Tomas. Sinode Diamper pada tahun 1599 kemudian membatasi tradisi tersebut beserta dengan tradisi lain yang mirip dengan tradisi umat Hindu di kawasan tersebut. Selama abad ke-17, tradisi ini mulai dilestarikan oleh pastor dari Knanaya, Itti Thoman Kathanar, yang telah melestarikan berbagai bukti tekstual tradisi tersebut. Diketahui bahwa pada masa itu, Margamkali telah bertransformasi menjadi bentuk yang digunakan saat ini. Meski demikian, kesenian ini tidak banyak dimainkan hingga akhir abad ke-19.[15]

Kepopuleran Margamkali mulai terasa pada awal ke-20 oleh berbagai seniman dari Kerala seperti Kalarikal Unni dan Indumoottil Kutto. Cendekiawan dari Knanaya, Puttanpurikkal Uthuppu Lukose menyusun dan menerbitkan kumpulan lagu yang dikenal sebagai Margamkali Pattukal pada tahun 1910. Pada tahun 1925, kesenian tersebut dibawakan ke Roma dalam Pameran Misi di Vatikan. Meski demikian, umat Kristen Santo Tomas lain, termasuk yang dari utara, menganggap bahwa kesenian tersebut sebagai "pertunjukkan yang tidak sopan" dan "mungkin akan menghina seluruh umat Kristen Santo Tomas".[15]

Pada tahun 1960-an, pakar budaya rakyat Chummar Choondal melakukan survei mengenai Margamkali ini dan mencatat bahwa kesenian ini hanya dipraktikkan oleh komunitas Knanaya.[15] Sejak tahun 1970-an, Choondal bersama dengan imam Knanaya, George Karukaparambil dan Jacob Vellian, melakukan penelitian bersama untuk merevitalisasi tradisi tersebut. Kuriakose Kunnacherry, Eparki Agung Kottayam, membantu penelitian tersebut dan membangun lembaga Hadusa sebagai institusi kebudayaan Kristen Santo Tomas.[3]

Penampilan

Seorang penari wanita mengenakan pakaian Margamkali, Chattayum Mundum.

Pada umumnya, Margamkali dilakukan oleh dua belas penari yang bernyanyi dan menari mengelilingi Nilavillaku dengan mengenakan pakaian yang dikenal sebagai Chattayum Mundum. Lampu Nilavillaku merepresentasikan Yesus Kristus dan penari yang mengelilinginya merepresentasikan murid-muridnya. Pertunjukkan tersebut dilakukan dalam dua bagian (yang dikenal sebagai "padham") dan dimulai dengan lagu dan tari yang mengisahkan hidup Rasul Tomas. Tarian tersebut kemudian berubah menjadi pertunjukkan bela diri dengan menggunakan pedang dan perisai tiruan. Lagu yang dibawakan dalam Margamkali biasanya menggunakan dua simbal kecil seukuran telapak tangan, yang dimainkan oleh orang yang sama yang menyanyikan lagu. Margamkali sendiri pada awalnya dimainkan oleh pria dewasa. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini juga dilakukan oleh anak laki-laki dan, kemudian, wanita.

Saat ini

Margamkali dan Parichamuttukali merupakan salah satu dari kesenian yang dibawakan dalam Festival Pemuda Negara Bagian Kerala. Seperti Parichamuttukali, Margamkali juga dipentaskan sebagai kompetisi antar siswa. Saat ini, Margamkali lebih banyak dimainkan oleh perempuan dalam pertunjukan budaya dan oleh siswa sekolah dalam berbagai kompetisi.[16]

Lihat pula

  • Kesenian Kerala

Catatan kaki

  1. ↑ Ipe 2015, hlm. 289.
  2. 1 2 Vellian 1990, hlm. 31.
  3. 1 2 Karukaparambil 2005, hlm. 497.
  4. ↑ Curtin, D. P.; James, M.R. (June 2018). The Acts of St. Thomas in India. ISBN 9781087965710.
  5. ↑ King 2018, hlm. 663-679.
  6. ↑ King 2018, hlm. 656.
  7. 1 2 Neumann K (1998) "Mond, Gott Siva und heiliger Thomas: Die religiöse Gemeinschaft der Knanaya in Kerala" Universität Marburg p 150
  8. ↑ Vellian, J (1990) 'Crown, veil, cross : marriage rites' in Syrian churches series, vol 15 p 30
  9. ↑ Weil, Shalva. "Symmetry between Christians and Jews in India: the Cnanite Christians and the Cochin Jews of Kerala," Contributions to Indian Sociology, 1982. 16(2): 175-196. Weil, Shalva. "'Symmetry Between Christians And Jews In India: The Canaanite Christians And The Cochin Jews Of Kerala" in Tim Timberg (ed.) The Jews of India, Delhi: Vikas Publication, 1986.pp.177-204.
  10. ↑ Jussay, P. M. (2005). The Jews of Kerala. Calicut: Publication division, University of Calicut., pages 124-125
  11. ↑ "Preserving the purity of Margamkali". 29 April 2011 – via www.thehindu.com.
  12. ↑ Ulloor Parameswara Iyer - Kerala Sahithya Charithram
  13. ↑ M. V. Vishnu Namboothiri, Dictionary of folklore, page 529
  14. ↑ K.C. Zacharia - THE SYRIAN CHRISTIANS OF KERALA: DEMOGRAPHIC AND SOCIOECONOMIC TRANSITION IN THE TWENTIETH CENTURY
  15. 1 2 3 Karukaparambil 2005, hlm. 582-583.
  16. ↑ "Margam Kali – History, Text, Lyrics, Theme, Early Reference and Modern Developments". 4 May 2009.

Referensi

  • Ipe, Ann (2015). "A Content Analysis of the Changes in Margamkali and Its Present Scenario". Xavierian Research Journal. 3. St. Xavier's College for Women.
  • Karukaparambil, George (2005). Marganitha Kynanaitha: Knanaya Pearl. Deepika Book House. ASIN B076GCH274.
  • Vellian, Jacob (1990). Crown, Veil, Cross: Marriage Rights. Syrian Church Series. Vol. 15. Anita Printers. OCLC 311292786.
  • Vellian, Jacob (2001). Knanite Community: History and Culture. Vol. 17. Jyothi Book House. OCLC 50077436.

Pranala luar

Media terkait Margamkali di Wikimedia Commons

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Penampilan
  3. Saat ini
  4. Lihat pula
  5. Catatan kaki
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Salib Kristen Santo Tomas

Gregorios Parumala Tirumeni Giwargis Ivanios Efrasia Eluwatinggal Toma dari Wilarwatom Budaya Margamkali Parichamuttukali Hidangan Suriyani Malayalam l b s

Sinode Diamper

Gregorios Parumala Tirumeni Giwargis Ivanios Efrasia Eluwatinggal Toma dari Wilarwatom Budaya Margamkali Parichamuttukali Hidangan Suriyani Malayalam l b s

Parichamuttukali

Kalaripayattu. Parichamuttukali berkaitan dengan seni Kerala lainnya, yakni Margamkali. Istilah Parichamuttukali berasal dari gabungan kata dalam bahasa Malayalam

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026