Manuel Míguez González – bernama relijius Faustino dari Inkarnasi – adalah seorang imam Spanyol dan anggota Piaris, serta pendiri Putri-putri Gembala Ilahi – yang lebih dikenal sebagai Institut Calasanzian. Oa menerima reputasi kuat karena menjadi orang yang berdedikasi pada pendidikan dan sains sesambil memakai pengetahuan ilmiahnya untuk melakukan pengobatan alami untuk membantu orang-orang sakit yang datang kepadanya untuk pertolongannya. Namun, kegiataan keagamaannya bertambah kala ia melirik wanita buta huruf dan orang-orang yang termarjinalisasi dan sehingga memutuskan untuk mendirikan kongregasi keagamaan untuk mendidik wanita.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Manuel Míguez González | |
|---|---|
Foto dari sekitar tahun 1890. | |
| Imam | |
| Lahir | (1831-03-24)24 Maret 1831 Xamirás, Ourense, Kerajaan Spanyol |
| Meninggal | 8 Maret 1925(1925-03-08) (umur 93) Getafe, Madrid, Kerajaan Spanyol |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Beatifikasi | 25 Oktober 1998, Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan oleh Paus Yohanes Paulus II |
| Kanonisasi | 15 Oktober 2017, Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan oleh Paus Fransiskus |
| Pesta | 8 Maret |
| Atribut | Jubah imam |
| Pelindung | |
Manuel Míguez González (24 Maret 1831 – 8 Maret 1925) – bernama relijius Faustino dari Inkarnasi – adalah seorang imam Spanyol dan anggota Piaris, serta pendiri Putri-putri Gembala Ilahi – yang lebih dikenal sebagai Institut Calasanzian.[1] Oa menerima reputasi kuat karena menjadi orang yang berdedikasi pada pendidikan dan sains sesambil memakai pengetahuan ilmiahnya untuk melakukan pengobatan alami untuk membantu orang-orang sakit yang datang kepadanya untuk pertolongannya. Namun, kegiataan keagamaannya bertambah kala ia melirik wanita buta huruf dan orang-orang yang termarjinalisasi dan sehingga memutuskan untuk mendirikan kongregasi keagamaan untuk mendidik wanita.[2][3]
Beatifikasinya diadakan di Lapangan Santo Petrus pada 25 Oktober 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II. Paus Fransiskus mengkonfirmasi kanonisasinya pada 21 Desember 2016; sebuah tanggal resmi yang direncanakan di sebuah pertemuan Dewan Kardinal pada 20 April dan ia dikanonisasikan menjadi satu pada 15 Oktober 2017.