Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMangalap Boru
Artikel Wikipedia

Mangalap Boru

Mangalap Boru adalah adat pemjemputan pengantin wanita dalam upacara adat perkawinan masyarakat Simalungun. Pada saat yang telah disepakati bersama keluarga dan sanak saudara dari pengantin pria akan berangkat menuju rumah pengantin wanita. Mereka mengenakan pakaian adat lengkap serta membawa makanan yang dilemang. Makanan ini bersantan dan disebut juga tinombu atau tombuhan. Sesampainya di rumah pengantin wanita mereka akan menyerahkan sekapur sirih. Setelah sekapur sirih diterima dilanjutkan dengan acara penyerahan mahar atau maskawin. Ketika keluarga pihak wanita sudah menerima semua perlengkapan adat tersebut, maka pengantin wanita akan diserahkan kepada pihak pengantin pria. Namun sebelumnya, si gadis akan diberi nasihat dahulu oleh kedua orang tuanya beserta petuah turun-temurun. Pengantin perempuan akan berangkat sendiri meninggalkan rumahnya. Akan tetapi, jika pengantin wanita menginginkan teman maka dipilihlah salah seoran gkerabat wanita yang disetujui oleh kedua belak pihak. Teman ini bertugas untuk membawa tempat sirih.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Desember 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mangalap Boru
Mangalap boru mengawali pernikahan

Mangalap Boru adalah adat pemjemputan pengantin wanita dalam upacara adat perkawinan masyarakat Simalungun.[1] Pada saat yang telah disepakati bersama keluarga dan sanak saudara dari pengantin pria akan berangkat menuju rumah pengantin wanita.[1] Mereka mengenakan pakaian adat lengkap serta membawa makanan yang dilemang.[1] Makanan ini bersantan dan disebut juga tinombu atau tombuhan.[2] Sesampainya di rumah pengantin wanita mereka akan menyerahkan sekapur sirih.[1] Setelah sekapur sirih diterima dilanjutkan dengan acara penyerahan mahar atau maskawin.[1] Ketika keluarga pihak wanita sudah menerima semua perlengkapan adat tersebut, maka pengantin wanita akan diserahkan kepada pihak pengantin pria.[1] Namun sebelumnya, si gadis akan diberi nasihat dahulu oleh kedua orang tuanya beserta petuah turun-temurun.[1] Pengantin perempuan akan berangkat sendiri meninggalkan rumahnya.[1] Akan tetapi, jika pengantin wanita menginginkan teman maka dipilihlah salah seoran gkerabat wanita yang disetujui oleh kedua belak pihak.[1] Teman ini bertugas untuk membawa tempat sirih.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 2126.
  2. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Diakses tanggal 17 Juni 2014.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026