PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk adalah perusahaan pengangkutan batu bara yang berkantor pusat di Jakarta Selatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki delapan proyek pengangkutan batu bara di Pulau Kalimantan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Mandiri Services | |
Jenis perusahaan | Perusahaan publik |
| Kode emiten | BEI: MAHA |
| Industri | Pertambangan |
| Didirikan | 25 Januari 1994 (1994-01-25) |
| Kantor pusat | Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Yenny Hamidah Koean[1] (Direktur Utama) Herman Kusnanto Kasih Tjia[1] (Komisaris Utama) |
| Jasa | Pengangkutan batu bara |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Edika Agung Mandiri (34,50%) |
Karyawan | |
| Situs web | www |
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (berbisnis dengan nama Mandiri Services) adalah perusahaan pengangkutan batu bara yang berkantor pusat di Jakarta Selatan. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki delapan proyek pengangkutan batu bara di Pulau Kalimantan.[2][3]
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1994 dan kemudian mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Pamapersada Nusantara untuk Tambang Paringin milik Adaro Energy. Pada tahun 2000, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Kideco Jaya Agung (anak usaha Indika Energy) untuk tambang di Paser. Setahun kemudian, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Pamapersada Nusantara untuk tambang milik Indominco Mandiri di Bontang. Pada tahun 2004, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Mandiri Intiperkasa (anak usaha Prima Andalan Mandiri) untuk tambang di Sesayap.
Pada tahun 2014, perusahaan mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari SIMS Jaya Kaltim (anak usaha Samindo Resources) untuk tambang milik Kideco Jaya Agung di Batu Kajang. Pada tahun 2017, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Indonesia Pratama (anak usaha Bayan Resources) untuk tambang di Tabang. Pada tahun 2019, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Multi Tambangjaya Utama (anak usaha Indika Energy) untuk tambang di Barito Selatan.[2][3]
Pada bulan Juli 2023, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[4] Pada bulan Agustus 2023, perusahaan ini mendapat perpanjangan kontrak pengangkutan batu bara dari Kideco Jaya Agung hingga tahun 2027[5] Pada bulan Januari 2024, perusahaan ini mendapat kontrak pengangkutan batu bara dari Darma Henwa untuk tambang milik Kaltim Prima Coal di Bengalon, Kutai Timur.[6] Pada bulan Juni 2024, Indonesia Pratama memperpanjang kontrak pengangkutan batu bara dengan perusahaan ini hingga tahun 2034.[7]