Mana Tahaaan... adalah film pertama Warkop DKI yang diproduksi pada tanggal 10 April 1980 dan disutradarai oleh Nawi Ismail serta dibintangi antara lain oleh Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi, dan Kusno Sudjarwadi. Pada saat penayangan pada 1980-an, film ini telah menyedot 400.816 penonton.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mana Tahaaan... | |
|---|---|
| Sutradara | Nawi Ismail |
| Produser | Jiwat Ibrahim |
| Ditulis oleh | Warkop Prambors |
| Skenario | Nawi Ismail |
| Pemeran | Warung Kopi Prambors (Kasino, Dono, Indro & Nanu) Elvy Sukaesih Rahayu Effendi |
| Penata musik | Yockie Suryoprayogo |
| Penyunting | Nawi Ismail |
| Distributor | Bola Dunia Film |
Tanggal rilis | 10 April 1980 |
| Durasi | 107 Menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | bahasa Indonesia |
Mana Tahaaan... adalah film pertama Warkop DKI yang diproduksi pada tanggal 10 April 1980 dan disutradarai oleh Nawi Ismail serta dibintangi antara lain oleh Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi, dan Kusno Sudjarwadi. Pada saat penayangan pada 1980-an, film ini telah menyedot 400.816 penonton.[1]
Slamet (Dono), mahasiswa asal Klaten, dan Paijo (Indro), mahasiswa asal Purbalingga, bertemu untuk pertama kalinya saat menempuh perjalanan dengan kereta menuju Jakarta guna melanjutkan pendidikan tinggi. Setibanya di Jakarta, keduanya sempat tersesat setelah dibawa oleh seorang sopir taksi ke sebuah kawasan prostitusi, sebelum akhirnya menemukan tempat tinggal di sebuah rumah kos. Di rumah kos tersebut, Slamet dan Paijo berkenalan dengan penghuni lain, yakni Poltak (Nanu) dan Sanwani (Kasino). Berbagai peristiwa komedi terjadi selama mereka tinggal bersama, salah satunya ketika keempat mahasiswa tersebut menaruh ketertarikan pada Halimah (Elvy Sukaesih), pembantu rumah tangga di kos yang dikelola oleh Tante Mira (Rahayu Effendi).
Masalah muncul ketika Halimah diketahui hamil, yang membuat Tante Mira marah karena tidak ada satu pun penghuni kos yang mengakui perbuatannya. Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa Sugeng (Kusno Sudjarwadi), kekasih Tante Mira, merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Akibatnya, Tante Mira mengusir Sugeng dan Halimah dari rumah kos. Pada akhir cerita, Tante Mira berubah sikap setelah mengetahui bahwa seluruh penghuni kos telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan menjadi sarjana, yang membuatnya merasa bangga dan bahagia.
| Pemeran | Peran |
|---|---|
| Wahjoe Sardono | Slamet |
| Kasino Hadiwibowo | Sanwani |
| Indrodjojo Kusumonegoro | Paijo |
| Nanu Moeljono | Poltak |
| Elvy Sukaesih | Halimah |
| Elvy Sukaesih | |
| Connie Sutedja | Ibu Prostitusi |
| Rahayu Effendi | Tante Mira |
| Kusno Sudjarwadi | Sugeng |
| Eddy Gombloh | Sopir Taksi |
| Mana Tahaaan... | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album lagu tema karya Warung Kopi Prambors | ||||
| Dirilis | 1980 | |||
| Genre | Komedi & Dangdut | |||
| Label | Purnama Record | |||
| Kronologi Warung Kopi Prambors | ||||
| ||||
Setelah sukses dengan melawak di radio Prambors dan mengisi salah satu acara hingga di kasetkan. Grup lawak Warkop' pun sukses pula di layar lebar. Karena suksesnya debut pertama mereka di dunia akting. Maka tak lupa mereka mengkasetkan Runut Bunyi lagu lagu kocak mereka di film tersebut. Musik yang di garap oleh Jocky S dan Abadi Soesman ini melahirkan hits terbesar dalam album ini yaitu Andeca Andeci sebuah lagu pantun yang syairnya ditulis oleh grup warkop sendiri. Lagu tersebut juga terkenal kini oleh grup 7 Ikans dari pelawak OVJ di Trans 7 yang memparodikan girlband terkenal 7ICONS. Selain itu juga terdapat lagu Karena Gengsi yang merupakan saduran dari lagu india yang terkenal berjudul Mera Joota Hai Japani yang dinyanyikan Mukesh dalam film yang dibintangi Raj Kapoor & Nargis berjudul Shree 420 (arti: Tuan 420) tahun 1955. Selain 2 lagu tersebut, terdapat sebuah lagu plesetan yang berjudul Ya Mustafa yang dipopulerkan grup Qasidah terkenal El Jihad.
| No. | Judul Lagu | Penyanyi | Ciptaan |
|---|---|---|---|
| 1 | Obrolan dibuat di Purnama Studio Penunggang Lakon | Dono, Kasino, Indro. | |
| 2 | Andeca Andeci | Kasino Hadiwibowo, Elvy Sukaesih | N. N, Warkop Prambors |
| 3 | Jangan Dong | Elvy Sukaesih | M. Faris |
| 4 | Mana Tahaaan | Warkop Prambors | Zeth |
| 5 | Karena Gengsi | Elvy Sukaesih | Shankar-Jaikishan, Muchtar B. |
| 6 | Ya Mustafa | Warkop Prambors | H.A Rahmat, Warkop Prambors |