Mana Suka Siaran Niaga adalah acara khusus iklan televisi yang pernah tayang di TVRI.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Mana Suka Siaran Niaga | |
|---|---|
| Genre | Kumpulan iklan televisi |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Rilis asli | |
| Jaringan | TVRI |
| Rilis | 1 Maret 1963 – 31 Maret 1981 |
Mana Suka Siaran Niaga (atau hanya dikenal dengan Siaran Niaga dan Sarana Niaga untuk TVRI Surabaya [1][2]) adalah acara khusus iklan televisi yang pernah tayang di TVRI.
TVRI mulai menayangkan siaran iklan sejak 1 Maret 1963.
Sebelum berbentuk paket acara khusus, siaran iklan TVRI sama seperti iklan televisi pada umumnya.
Siaran iklan awal-awal TVRI masih sangat sederhana berupa telop dan salindia tulisan di layar televisi diiringi dengan musik.
Tercatat, ada tiga iklan pertama TVRI yang berbentuk telop, mulai dari Hotel Tjipajung, PT Masayu (produsen alat-alat berat dan truk), serta PT Arschoob Ramasita (pembuat gambar untuk iklan-iklan InterVista, salah satu perusahaan iklan pertama di Indonesia).[3]
Selama kurun waktu 1963-1970, iklan dapat tampil di tengah acara TVRI sama seperti penayangan iklan televisi pada umumnya.
Namun sejak awal 1970, iklan TVRI ditayangkan setelah acara selesai.
Ini terjadi setelah Direktur Jenderal Radio, Televisi, dan Film (RTF), Departemen Penerangan saat itu, Sjamsoe Soegito mengeluhkan penayangan iklan di tengah acara 'dirasa tidak enak'. [4]
Durasi tayang iklan antara 5-10 menit dengan frekuensi pemutaran sebanyak enam kali pada hari biasa dan delapan kali pada Sabtu-Minggu dan hari libur. [5]
Pola ini bertahan sampai akhir Desember 1976, ketika pola siaran iklan TVRI berubah menjadi format slot khusus iklan sampai dilarang pada 1981. [6]
Pada 22 Desember 1976, terjadi perubahan mendasar dari penayangan siaran iklan di TVRI.
Jam tayang iklan disatukan ke dalam paket acara khusus pada petang hari yang kelak diberi nama Mana Suka Siaran Niaga.
Awalnya, Mana Suka Siaran Niaga tayang selama satu jam pada pukul 17.30 WIB hingga 18.30 WIB sebelum Berita Nusantara.
Pemilihan waktu siaran Mana Suka Siaran Niaga ini tidak lepas dari instruksi Menteri Penerangan saat itu, agar tayangan iklan TVRI dibatasi tidak melebihi pukul 19.30 WIB.
Pola ini meniru konsep Werbeblöcken (blok khusus iklan) WDR, stasiun penyiaran publik Jerman bagian Barat yang adalah bagian dari ARD (konsorsium penyiaran publik Jerman Barat saat itu).
Ide ini muncul pada 1970 sepulang Alex Leo Zulkarnaen dari sekolah penyiaran di Jerman Barat dan menjadi Kepala Stasiun TVRI Pusat Jakarta. [7]
Kemudian, pola dan jam tayang siaran Mana Suka Siaran Niaga berubah lagi sejak 1 April 1978 dan menjadi perubahan terakhir. [6]
Sejak 1 April 1978, Mana Suka Siaran Niaga TVRI dimajukan jadi pukul 17.00 WIB.
Selain itu, Mana Suka Siaran Niaga dibagi ke dalam dua sesi penayangan dengan durasi 30 menit, sesi I antara pukul 17.00 - 17.30 WIB dan sesi II pukul 21.50 - 22.20 WIB.
Kendati demikian, pola ini hanya bertahan sampai Oktober 1978, ketika sesi I dan II Mana Suka Siaran Niaga pindah jam tayang.
Sesi I Mana Suka Siaran Niaga mulai bersiaran pada pukul 18.30 WIB - 19.00 WIB (sebelum Siaran Berita TVRI), sedangkan sesi II pada pukul 20.30 WIB - 21.00 WIB (sebelum Dunia Dalam Berita TVRI). [6][8]
Pola ini bertahan hingga penghentian resminya mulai 31 Maret 1981 akibat pelarangan iklan di televisi oleh Pemerintah Indonesia mulai 1 April 1981.[9]
Tidak hanya TVRI Stasiun Pusat Jakarta, sejumlah stasiun TVRI daerah lainnya saat itu menayangkan juga Siaran Niaga tetapi dengan durasi yang lebih singkat.
TVRI Stasiun Medan misalnya bersiaran dua kali antara pukul 17.00 WIB -17.15 WIB dan pukul 20.00 WIB - 20.15 WIB.[8]