Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMamalia berbisa
Artikel Wikipedia

Mamalia berbisa

Mamalia berbisa adalah hewan-hewan pada kelas Mamalia yang dapat memproduksi bisa, yang mereka gunakan untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa, untuk melindungi diri sendiri dari konspesifik, predator, atau pertemuan agonistik. Bisa mamalia membentuk sebuah kelompok heterogen dengan komposisi dan mode aksi yang berbeda, dari empat ordo mamalia: Eulipotyphla, Monotremata, Primata dan Chiroptera. Untuk menjelaskan kelangkaan penyuntikan bisa pada Mamalia, Mark Dufton dari Universitas Strathclyde telah menyarankan bahwa predator mamalia modern tidak membutuhkan bisa karena mereka dapat membunuh mangsanya dengan cepat menggunakan gigi atau cakar mereka, sementara bisa, mau se-ampuh apapun, membutuhkan waktu untuk membunuh mangsanya.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mamalia berbisa
Solenodon Kuba (Atopogale cubana) memiliki gigitan yang berbisa

Mamalia berbisa adalah hewan-hewan pada kelas Mamalia yang dapat memproduksi bisa, yang mereka gunakan untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa, untuk melindungi diri sendiri dari konspesifik, predator, atau pertemuan agonistik. Bisa mamalia membentuk sebuah kelompok heterogen dengan komposisi dan mode aksi yang berbeda, dari empat ordo mamalia: Eulipotyphla, Monotremata, Primata dan Chiroptera. Untuk menjelaskan kelangkaan penyuntikan bisa pada Mamalia, Mark Dufton dari Universitas Strathclyde telah menyarankan bahwa predator mamalia modern tidak membutuhkan bisa karena mereka dapat membunuh mangsanya dengan cepat menggunakan gigi atau cakar mereka, sementara bisa, mau se-ampuh apapun, membutuhkan waktu untuk membunuh mangsanya.[1]

Meski langka pada mamalia modern, bisa barangkali merupakan sebuah ciri leluhur pada mamlia, karena bisa seperti pada platipus modern dapat ditemukan di kebanyakan kelompok-kelompok Mammaliaformes non-theria.[2]

Bisa lebih sering dijumpai pada vertebrata lainnya; terdapat lebih banyak spesies reptil berbisa (seperti ular berbisa) dan ikan berbisa (seperti ikan batu). Beberapa burung beracun bila dipegang atau dimakan (seperti pada pitohui kepala-hitam), tetapi tidak ada spesies burung yang diketahui memiliki bisa.[3] Terdapat segelintir spesies amfibi berbisa; beberapa salamander salamandrid dapat mencuatkan rusuk berbisa tajam.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Dufton, Mark (1992). "Venomous mammals". Pharmacology and Therapeutics. 53 (2): 199–215. doi:10.1016/0163-7258(92)90009-o. PMID 1641406.
  2. ↑ Jørn H. Hurum, Zhe-Xi Luo, and Zofia Kielan-Jaworowska, Were mammals originally venomous?, Acta Palaeontologica Polonica 51 (1), 2006: 1-11
  3. ↑ Gong, Enpu; Larry B Martin; David A Burnham; Amanda R Falk (12 January 2010). "The birdlike raptor Sinornithosaurus was venomous". Proc. Natl. Acad. Sci. USA. 107 (2): 766–768. Bibcode:2010PNAS..107..766G. doi:10.1073/pnas.0912360107. PMC 2818910. PMID 20080749.
  4. ↑ "Venomous Amphibians (Page 1) - Reptiles (Including Dinosaurs) and Amphibians - Ask a Biologist Q&A". Askabiologist.org.uk. Diakses tanggal 2010-07-28.
  5. ↑ Robert T. Nowak & Edmund D. Brodie Jr. (1978). "Rib penetration and associated antipredator adaptations in the salamander Pleurodeles waltl (Salamandridae)". Copeia. 1978 (3): 424–429. doi:10.2307/1443606. JSTOR 1443606.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Platipus

mamalia semi-akuatik bertelur dari Australia

Ular

subordo reptil

Taipan pedalaman

ular sangat beracun dari Australia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026