Mal mati, atau mal hantu, atau mal yang ditinggalkan adalah sebuah mal dengan tingkat kelowongan yang tinggi atau tingkat lalu lintas konsumen yang rendah, atau dimakan waktu atau merosot dalam beberapa hal. Beberapa mal di Amerika Utara dianggap "mati" saat mal-mal tersebut tak memiliki toko ritel yang masih berdiri atau penerus yang dapat memasuki atau menempati mal tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Mal mati,[1] atau mal hantu, atau mal yang ditinggalkan adalah sebuah mal dengan tingkat kelowongan yang tinggi atau tingkat lalu lintas konsumen yang rendah, atau dimakan waktu atau merosot dalam beberapa hal.[2] Beberapa mal di Amerika Utara dianggap "mati" (untuk tujuan penyewaan) saat mal-mal tersebut tak memiliki toko ritel yang masih berdiri (sering kali sebuah toko serba ada besar) atau penerus yang dapat memasuki atau menempati mal tersebut.