Makaka ekor-babi utara adalah sebuah spesies makaka genting dalam subfamili Cercopithecinae. Spesies ini ditemukan di Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, India, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Sebelumnya, monyet ini dianggap sebagai subspesies dari beruk, tetapi sekarang diklasifikasikan sebagai spesiesnya sendiri. Pada abad ke-21, makaka ekor-babi terpecah menjadi spesies beruk dan M. leonina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Makaka ekor-babi utara[1] | |
|---|---|
| M. leonina betina dengan anakannya di Taman Nasional Khao Yai, Thailand | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Primata |
| Subordo: | Haplorhini |
| Infraordo: | Simiiformes |
| Famili: | Cercopithecidae |
| Genus: | Macaca |
| Spesies: | M. leonina |
| Nama binomial | |
| Macaca leonina (Blyth, 1863) | |
| Peta sebaran spesies | |
Makaka ekor-babi utara (Macaca leonina) adalah sebuah spesies makaka genting dalam subfamili Cercopithecinae.[3] Spesies ini ditemukan di Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, India, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Sebelumnya, monyet ini dianggap sebagai subspesies dari beruk (M. nemestrina), tetapi sekarang diklasifikasikan sebagai spesiesnya sendiri. Pada abad ke-21, makaka ekor-babi terpecah menjadi spesies beruk (M. nemestrina) dan M. leonina.[4]
Makaka ekor-babi utara adalah hewan frugivor dan memiliki pengelompokan sosial matriarkal, di mana ciri dimorfisme seksual dapat membedakan jantan dan betina.[5][6] Adaptasi mereka terhadap pola makan omnivora hadir pada masa-masa kelangkaan buah, memakan vegetasi liar dan pangan, makanan manusia, serangga kecil serta mamalia.[5][7] Meski kemampuan adaptasinya baik, monyet ini juga memiliki ancaman dari virus seperti HIV tipe 1, imunodefisiensi simian patogenik dan koronavirus.[8] Hewan ini juga terdampak dari aktivitas manusia, seperti ekspansi pertanian, akuakultur, infrastuktur transportasi, pemburuan dan pembalakan, dan perdagangan satwa liar ilegal. Hal-hal ini menyebabkan kerusakan habitat, fragmentasi hutan dan berkurangnya kesejahteraan.[3][7][9]