Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mahyuddin Datuk Sutan Maharadja

Mahyuddin Datuk Sutan Maharadja adalah wartawan Indonesia dan perintis pers Melayu. Dia juga merupakan tokoh adat Minangkabau yang terkemuka. Ia digelari sebagai "bapak para wartawan Melayu" oleh profesor etnologi Belanda, BJO Schrieke.

Wikipedia article
Diperbarui 26 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mahyuddin Datuk Sutan Maharadja
Infobox orangMahyuddin Datuk Sutan Maharadja

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1858 Suntingan nilai di Wikidata
Solok Suntingan nilai di Wikidata
KematianJuni 1921 Suntingan nilai di Wikidata (62/63 tahun)
Padang Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanjurnalis, penulis, jaksa, editor surat kabar, cendekiawan, pejabat pemerintahan Suntingan nilai di Wikidata

Mahyuddin Datuk Sutan Maharadja (lahir di Sulit Air, Solok, Sumatera Barat tahun 1858 - wafat di Padang tahun 1921) adalah wartawan Indonesia dan perintis pers Melayu. Dia juga merupakan tokoh adat Minangkabau yang terkemuka.[1] Ia digelari sebagai "bapak para wartawan Melayu" oleh profesor etnologi Belanda, BJO Schrieke.[2]

Kehidupan

Mahyuddin merupakan salah seorang perintis pers pribumi yang banyak mendirikan dan menerbitkan surat kabar berbahasa Indonesia. Pada akhir abad ke-19, dia memimpin dua surat kabar berbahasa Indonesia, yaitu Pelita Ketjil (didirikan pada 1 Februari 1886) dan Tjahaya Soematra (1897). Pada tahun 1901, Mahyuddin menerbitkan dan memimpin surat kabar Warta Berita. Surat kabar ini merupakan salah satu surat kabar pertama di Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia, dipimpin, dan dicetak oleh orang Indonesia. Kemudian dia menjadi pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe di Padang. Dalam surat kabar tersebut tertera: "Achbar ini ditjitak pada pertjitakan orang Minangkabau." Melalui kalimat ini, Mahyuddin ingin menunjukkan kemampuan kaum Minangkabau dalam menguasai usaha surat kabar dan percetakan, yang ketika itu banyak dijalankan oleh orang-orang Belanda. Pada tahun 1911, bersama Rohana Kudus, dia menerbitkan koran perempuan Soenting Melajoe.[3]

Mahyuddin merupakan tokoh yang peduli dengan kemajuan dan nasib bangsanya. Oleh karenanya atas inisiatifnya, pada tahun 1888 berdiri organisasi sosial Medan Keramean. Pada tahun 1911, dia mendirikan organisasi Perserikatan Orang Alam Minangkerbau, yang giat menyokong kemajuan adat Minang. Sebagai tokoh adat terkemuka, Mahyuddin sering berpolemik dengan tokoh-tokoh puritan seperti Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Abdullah Ahmad, dan Abdul Karim Amrullah. Pada akhir tahun 1911, Mahyuddin mendirikan percetakan surat kabar Snelpersdrukkerij Orang Alam Minangkabau yang banyak mencetak koran-koran berbahasa Indonesia.[4]

Kehidupan pribadi

Ia menikah dengan Siti Marin. Salah seorang anaknya yakni Ratna Tanun, suami Sofhan R. Tamin.

Lihat pula

  • Dja Endar Moeda

Referensi

  1. ↑ Suryadi, Perempuan Minang: Matriarchs yang Berlayar di Arus Deras, Padang Ekspres, 25 November 2008
  2. ↑ Chambert-Loir, Henri. Naik haji pada masa silam, kisah-kisah orang Indonesia naik haji 1482-1964. ISBN 978-979-9106-57-5. OCLC 867514864.
  3. ↑ Poesponegoro, M.D. (1992). Sejarah nasional Indonesia: Jaman Kebangkitan nasional dan masa akhir Hindia Belanda. Jakarta: PT Balai Pustaka. ISBN 979-407-411-X.
  4. ↑ Suryadi, Syair Sunur: Teks dan Konteks "Autobiografi" Seorang Ulama Minangkabau Abad ke-19, Citra Budaya & PPIM, Padang, 2004


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Kehidupan pribadi
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Artikel Terkait

Mahyuddin

halaman disambiguasi

Daftar tokoh Sumatera Barat

Artikel daftar Wikimedia

Sulit Air, X Koto Diatas, Solok

nagari di Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026