Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMadu dan Kaitaba
Artikel Wikipedia

Madu dan Kaitaba

Madu dan Kaitaba adalah dua asura (raksasa) dalam pustaka Hindu, dan berkaitan dengan kosmologi Hindu. Detail kemunculan dua raksasa ini dinarasikan berbeda-beda sesuai kitab, tetapi dalam semua versi, mereka berdua dibinasakan oleh Dewa Wisnu.

Wikipedia article
Diperbarui 26 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Madu dan Kaitaba
Ilustrasi Wisnu membunuh Madu dan Kaitaba dari Razmnama, atau Mahabharata versi Persia.

Madu (Dewanagari: मधु; ,IAST: Madhu, मधु) dan Kaitaba (Dewanagari: कैटभ; ,IAST: Kaiṭabha, कैटभ) adalah dua asura (raksasa) dalam pustaka Hindu, dan berkaitan dengan kosmologi Hindu.[1] Detail kemunculan dua raksasa ini dinarasikan berbeda-beda sesuai kitab, tetapi dalam semua versi, mereka berdua dibinasakan oleh Dewa Wisnu.

Legenda

Menurut legenda umum sebagaimana tercatat dalam Mahabharata, Madu dan Kaitaba berasal dari kotoran telinga Dewa Wisnu ketika dia sedang berada dalam kondisi yoganidra, atau tidur meditatif. Dalam versi lainnya dikisahkan bahwa sekuntum bunga seroja tumbuh dari pusarnya, lalu mekar dan Dewa Brahma muncul dari sana. Dua embun mengiringi bunga seroja tersebut. Yang satunya manis dan lembut, lalu berubah menjadi raksasa Madu yang mengandung sifat-sifat tamas (kegelapan), sementara yang satunya lagi kental, lalu berubah menjadi raksasa Kaitaba, yang mengandung sifat-sifat rajas (keaktifan).[2]

Menurut pustaka Dewibhagawatapurana, Madu dan Kaitaba tercipta dari kotoran telinga Wisnu. Kemudian mereka melaksanakan tapa yang sangat lama ke hadapan Mahadewi dengan merapalkan mantra Wāgbīja. Sang dewi pun memberi anugerah bahwa mereka hanya bisa mati sesuai kehendak sendiri. Dua raksasa tersebut menjadi takabur, lalu menyerang Dewa Brahma dan mencuri pustaka Weda, kemudian menyembunyikannya di Patala (dunia bawah). Brahma pun meminta bantuan Wisnu yang saat itu sedang terlelap. Setelah Wisnu bangun, kedua raksasa tersebut bertarung dengannya, dan tidak terkalahkan sesuai anugerah yang mereka terima.

Sesuai saran dari Mahadewi, maka Wisnu harus menggunakan siasat untuk menaklukkan mereka.[3] Wisnu pun berpura-pura memuji kekuatan dua raksasa tersebut dan memberi mereka kesempatan untuk memohon anugerah. Namun kedua raksasa itu sombong, dan sebaliknya memberi kesempatan kepada Wisnu untuk memohon anugerah. Wisnu pun meminta agar dia memperoleh kekuatan untuk membunuh kedua raksasa tersebut.[4]

Referensi

  1. ↑ www.wisdomlib.org (2020-11-14). "The World of Creation Begins: the Birth of Madhu and Kaitabha [Chapter 13]". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-21.
  2. ↑ Williams, George M. (2008-03-27). Handbook of Hindu Mythology (dalam bahasa Inggris). OUP USA. hlm. 169. ISBN 978-0-19-533261-2.
  3. ↑ "The Eternal Tatva". The Hindu (dalam bahasa Indian English). 2016-11-03. ISSN 0971-751X. Diakses tanggal 2020-07-15. They are invincible and protected by the boons which Sakti had granted. Sakti intervenes and helps Vishnu to slay them by using Her power to delude
  4. ↑ "Essence Of Devi Bhagavatha Purana Vishnu destroys Madhu". www.kamakoti.org. Diakses tanggal 2020-07-15.
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Legenda
  2. Referensi

Artikel Terkait

Daftar tokoh dalam Mahabharata

artikel daftar Wikimedia

Ciranjiwi

Hindu: ketika suatu manwantara (masa keturunan Manu) berakhir, asura Madu dan Kaitaba mencoba untuk memperoleh keabadian dengan cara menelan pustaka Weda

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026