Madu dan Kaitaba adalah dua asura (raksasa) dalam pustaka Hindu, dan berkaitan dengan kosmologi Hindu. Detail kemunculan dua raksasa ini dinarasikan berbeda-beda sesuai kitab, tetapi dalam semua versi, mereka berdua dibinasakan oleh Dewa Wisnu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Madu (Dewanagari: मधु; ,IAST: Madhu, मधु) dan Kaitaba (Dewanagari: कैटभ; ,IAST: Kaiṭabha, कैटभ) adalah dua asura (raksasa) dalam pustaka Hindu, dan berkaitan dengan kosmologi Hindu.[1] Detail kemunculan dua raksasa ini dinarasikan berbeda-beda sesuai kitab, tetapi dalam semua versi, mereka berdua dibinasakan oleh Dewa Wisnu.
Menurut legenda umum sebagaimana tercatat dalam Mahabharata, Madu dan Kaitaba berasal dari kotoran telinga Dewa Wisnu ketika dia sedang berada dalam kondisi yoganidra, atau tidur meditatif. Dalam versi lainnya dikisahkan bahwa sekuntum bunga seroja tumbuh dari pusarnya, lalu mekar dan Dewa Brahma muncul dari sana. Dua embun mengiringi bunga seroja tersebut. Yang satunya manis dan lembut, lalu berubah menjadi raksasa Madu yang mengandung sifat-sifat tamas (kegelapan), sementara yang satunya lagi kental, lalu berubah menjadi raksasa Kaitaba, yang mengandung sifat-sifat rajas (keaktifan).[2]
Menurut pustaka Dewibhagawatapurana, Madu dan Kaitaba tercipta dari kotoran telinga Wisnu. Kemudian mereka melaksanakan tapa yang sangat lama ke hadapan Mahadewi dengan merapalkan mantra Wāgbīja. Sang dewi pun memberi anugerah bahwa mereka hanya bisa mati sesuai kehendak sendiri. Dua raksasa tersebut menjadi takabur, lalu menyerang Dewa Brahma dan mencuri pustaka Weda, kemudian menyembunyikannya di Patala (dunia bawah). Brahma pun meminta bantuan Wisnu yang saat itu sedang terlelap. Setelah Wisnu bangun, kedua raksasa tersebut bertarung dengannya, dan tidak terkalahkan sesuai anugerah yang mereka terima.
Sesuai saran dari Mahadewi, maka Wisnu harus menggunakan siasat untuk menaklukkan mereka.[3] Wisnu pun berpura-pura memuji kekuatan dua raksasa tersebut dan memberi mereka kesempatan untuk memohon anugerah. Namun kedua raksasa itu sombong, dan sebaliknya memberi kesempatan kepada Wisnu untuk memohon anugerah. Wisnu pun meminta agar dia memperoleh kekuatan untuk membunuh kedua raksasa tersebut.[4]
They are invincible and protected by the boons which Sakti had granted. Sakti intervenes and helps Vishnu to slay them by using Her power to delude