Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMadah Kelana
Artikel Wikipedia

Madah Kelana

Madah Kelana adalah kumpulan sajak dari seorang penyair Indonesia Angkatan Poedjangga Baroe, Sanusi Pane. Kumpulan sajak ini diterbitkan pada tahun 1931 dan merupakan buku sajaknya yang kedua. Sajak-sajak ini menceritakan tentang seorang kelana yang mencari kebahagiaan dan akhirnya menemukan apa yang dicarinya itu di dalam dirinya sendiri. Kumpulan sajak yang berjudul Madah Kelana ini dibuat setelah Sanusi Pane berkeliling India sejak tahun 1929 - 1930. Sajak-sajak yang ada di dalam Madah Kelana masih bersifat romantis dan kita banyak menjumpai sajak-sajak yang bertemakan cinta. Sajak terbesar yang ada di dalam Madah Kelana berjudul Syiwa Nataraja, melukiskan keinginan pengarang untuk bersatu dengan alam. Selain sajak tersebut, masih ada sajak-sajak lain yang memiliki tema serupa seperti Awan, Penyanyi, Pagi, Damai, dan Bersila. Hal ini membuktikan keyakinan Sanusi Pane bahwa manusia harus bersatu dengan alam.

kumpulan sajak Indonesia karya Sanusi Pane
Diperbarui 2 Februari 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Madah Kelana adalah kumpulan sajak dari seorang penyair Indonesia Angkatan Poedjangga Baroe, Sanusi Pane.[1] Kumpulan sajak ini diterbitkan pada tahun 1931 dan merupakan buku sajaknya yang kedua.[1][2] Sajak-sajak ini menceritakan tentang seorang kelana yang mencari kebahagiaan dan akhirnya menemukan apa yang dicarinya itu di dalam dirinya sendiri.[1] Kumpulan sajak yang berjudul Madah Kelana ini dibuat setelah Sanusi Pane berkeliling India sejak tahun 1929 - 1930.[3] Sajak-sajak yang ada di dalam Madah Kelana masih bersifat romantis dan kita banyak menjumpai sajak-sajak yang bertemakan cinta.[2] Sajak terbesar yang ada di dalam Madah Kelana berjudul Syiwa Nataraja, melukiskan keinginan pengarang untuk bersatu dengan alam.[2] Selain sajak tersebut, masih ada sajak-sajak lain yang memiliki tema serupa seperti Awan, Penyanyi, Pagi, Damai, dan Bersila.[2] Hal ini membuktikan keyakinan Sanusi Pane bahwa manusia harus bersatu dengan alam.[2]

Dari segi penulisan, Madah Kelana merupakan sajak yang ditulis dalam Bahasa Indonesia yang matang dan bersifat modern.[1] Di kemudian hari, seorang pencipta lagu alias komponis, Cornel Simanjuntak berusaha membuatkan lagu untuk setiap sajak yang ada di dalam kumpulan sajak ini.[1] Namun usahanya tidak bisa diselesaikannya karena yang bersangkutan meninggal dunia.[1] Salah satu lagu terkenal yang telah berhasil dibuat adalah O Angin.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia) "Sanusi Pane".
  3. ↑ (Indonesia) "Puisi-Puisi Sanusi Pane".

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026