Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mabuk gawai

Mabuk gawai, lalai gawai, cuai gawai, atau gemawai adalah sikap cuai atau abai terhadap lawan bicara atau lingkungan sekitar karena terlalu asyik menggunakan gawai.

tindakan mengabaikan seseorang yang bersamamu dan malah memperhatikan ponsel
Diperbarui 31 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mabuk gawai
Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Gambaran mabuk gawai, menunjukkan orang-orang di meja menggunakan ponsel mereka

Mabuk gawai, lalai gawai, cuai gawai, atau gemawai[1] (bahasa Inggris: phubbingcode: en is deprecated ) adalah sikap cuai atau abai terhadap lawan bicara atau lingkungan sekitar karena terlalu asyik menggunakan gawai.

Istilah phubbing diciptakan oleh Macquarie Dictionary untuk menggambarkan sikap mengabaikan seseorang demi telepon genggam. Pada Mei 2012, biro pengiklanan di balik kampanye, McCann, telah mengundang sejumlah ahli perkamusan, pengarang, dan pensyair menciptakan neologisme untuk menggambarkan perilaku tersebut. Kata "phubbing", lakuran phone dan snubbing, pertama kali dijelaskan oleh Direktur Akun McCann Group, Adrian Mills, yang bekerja dengan David Astle.[2] Istilah ini telah muncul di media seluruh dunia dan dipopulerkan oleh kampanye "Hentikan Mabuk Gawai" yang dibuat oleh McCann.[3]

Bentuk-bentuk seseorang melakukan Phubbing terhadap lawan bicaranya diantaranya terlalu konsentrasi pada smartphone-nya pada saat melalukan interaksi dengan lawan bicaranya (kecanduan smartphone). Hal ini disebabkan sebagai berikut:

  1. Pengguna Kecanduan Internet (Internet Addiction).
  2. Takut ketinggalan atau Fear of Missi Out (FoMO) menggambar seseorang yang merasa ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan.
  3. Pengendalian Diri (Self-Control). Pengendalian diri di sini berkaitan erat dengan perilaku kecanduan, terlebih ketika seseorang telah merasa memiliki dengan smartphone-nya.

Mabuk gawai dalam media

Kampanye ini diambil oleh berbagai saluran media, terutama yang ada di Britania Raya, Meksiko, dan Jerman. Pers melaporkan survei yang menunjukkan statistik jumlah orang yang "mabuk gawai" dan panduan etiket diterbitkan.[4][5]

Penelitian

Pada Oktober 2015, saluran media (seperti TODAY[6] dan Digital Trends[7]) melaporkan sebuah kajian oleh James A. Roberts, profesor pemasaran Sekolah Bisnis Hankamer Universitas Baylor, yang diterbitkan dalam jurnal "Computers In Human Behavior". Kajian ini terdiri dari dua tinjauan terpisah terhadap lebih dari 450 orang dewasa AS untuk mempelajari efek hubungan "mabuk gawai" atau mabuk gawai pasangan. Tinjauan tersebut mendapati bahwa 46,3 persen responden mengatakan pasangan mereka mabuk gawai dan 22,6 persen mengatakan hal tersebut menyebabkan masalah dalam hubungan mereka.[6] Dalam wawancara dengan Yahoo! Health, Roberts berkata, "Kami mendapati bahwa mereka yang melaporkan mabuk gawai pasangan lebih banyak bertengkar dengan pasangan mereka dan kurang puas dengan hubungan mereka dibandingkan mereka yang melaporkan mabuk gawai lebih sedikit.".[7]

Mabuk gawai telah dikaitkan dengan jenis penggunaan media sosial yang bermasalah, serta penggunaan internet patologis.[8][9] Penelitian ini menunjukkan bahwa mabuk gawai mungkin merupakan mekanisme koping untuk membantu orang menghadapi emosi negatif mereka.[8][10] Oleh sebab itu, mabuk gawai bersifat candu dan merusak berdasarkan penggunaan yang berulang dan terus-menerus.[11][8]

Tanda-Tanda Mabuk Gawai

Beberapa tanda umum phubbing antara lain kebiasaan memegang ponsel saat berinteraksi, memeriksa notifikasi di tengah percakapan, atau refleks membuka ponsel ketika bergetar. Kebiasaan ini membuat komunikasi tatap muka menjadi kurang efektif dan dapat menimbulkan kesan tidak menghargai lawan bicara.

Dampak Mabuk Gawai terhadap Hubungan Interpersonal

Dengan adanya telepon genggam dapat mempermudah seseorang dalam berbagai hal. Seperti contohnya adalah telepon genggam dalam dunia pendidikan yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mencari informasi yang mendukung suatu bidang dalam waktu sebentar. Namun sayangnya banyak orang juga yang masih kurang bijak dalam menggunakan telepon genggam. Yang malah berujung terganggunya kehidupan sehari-hari dan begitu juga dengan interaksinya, sehingga hal ini berakhir dengan mabuk gawai.[12]

Penyebab Terjadinya Mabuk Gawai

Adiksi Media Sosial

Suatu perilaku seseorang yang menggunakan media sosial secara berlebihan, sehingga lupa dengan waktu dan mengabaikan lingkungan di sekitarnya.

Kecenderungan Kebosanan

Perilaku seseorang dengan kecenderungan untuk merasa bosan, karena kurangnya stimulasi yang memadai dalam lingkungan dan sosial. Sikap ini membuat seseorang merasa tidak puas dan gelisah ketika menghadapi situasi yang tidak menarik atau monoton baginya.

Kontrol Diri

Ketidakmampuannya seseorang dalam mengontrol diri dalam menggunakan telepon genggam atau media sosial yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kecanduan internet.

Konformitas

Konformitas sendiri adalah pengaruh sosial yang di mana individu mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan kelompok sosial atau lingkungan di sekitarnya. Sehingga ketika suatu lingkungan cenderung melakukan perilaku mabuk gawai, maka individu yang sebelumnya tidak pernah melakukan mabuk gawai menjadi terbawa oleh arus dari kelompok sosial tersebut dengan berakhir melakukan perilaku mabuk gawai.[13]

Efek Mabuk Gawai pada Hubungan Interpersonal dalam Lingkungan Sekitar

Efek Mabuk Gawai pada Pasangan

Partner Phubbing atau mabuk gawai kepada pasangan didefinisikan sebagai mana pasangan romantis menggunakan atau terdistraksi oleh telepon genggamnya ketika sedang bersama. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roberts dan David (2016) menunjukkan bahwa mabuk gawai kepada pasangan merupakan perilaku yang umum terjadi dalam hubungan romantis modern dan memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan hubungan. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa penggunaan gawai di hadapan pasangan secara berlebihan memicu konflik terkait penggunaan gawai (cell phone conflict), yang kemudian menurunkan kepuasan hubungan (relationship satisfaction). Konflik ini muncul karena individu yang menjadi korban mabuk gawai merasa prioritasnya kalah dibandingkan notifikasi dan pesan yang diterima pasangan. [14]

Efek Mabuk Gawai dari Orang tua kepada Anak

Dalam konteks keluarga, anak-anak yang sering melihat orang tuanya sibuk dengan telepon genggamnya cenderung melemahkan self-esteem anak tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Xiao dan Zhang. (2022) berjudul “The Effect of Parental Phubbing on Depression in Chinese Junior High School Students: The Mediating Roles of Basic Psychological Needs Satisfaction and Self-Esteem” meneliti bagaimana perilaku mabuk gawai dari orang tua berpengaruh terhadap kecemasan sosial pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parental phubbing memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap hubungan interpersonal antara orang tua dan anak. Ketika orang tua sering menggunakan gawai di hadapan anak, kualitas kelekatan emosional mereka menurun, yang kemudian menyebabkan anak merasa kurang diperhatikan dan tidak dipedulikan. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan munculnya kecemasan sosial pada remaja, yaitu perasaan canggung, tidak nyaman, dan takut dinilai negatif oleh orang lain dalam situasi sosial.[15]

Solusi Mengurangi Mabuk Gawai

  • Mengatur waktu penggunaan gawai, terutama saat berinteraksi sosial.
  • Melatih empati dan fokus interpersonal, agar benar-benar hadir dalam percakapan.
  • Melakukan positive self-talk, seperti "Aku bisa menikmati momen ini tanpa gawai."
  • Refleksi diri untuk menyadari damapak perilaku phubbing terhadap hubungan sosial.[16]

Lihat pula

  • Generasi ibu jari

Rujukan

  1. ↑ "Badan Bahasa". Diakses tanggal 21-2-2022.
  2. ↑ Mills A, Astle D (2017-01-03). "The first use of the word phubbing". YouTube. Diakses tanggal 2017-01-03.
  3. ↑ "Stop Phubbing". Stop Phubbing. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-11. Diakses tanggal 2013-10-12.
  4. ↑ Hogan M (2013-09-13). "The 15 most annoying things about iPhones". London: Telegraph. Diakses tanggal 2013-10-12.
  5. ↑ Steinmetz K (2013-08-06). "Why the 'Stop Phubbing' Campaign Is Going Viral". Techland.time.com. Diakses tanggal 2013-10-12.
  6. 1 2 Holohan M (October 1, 2015). "Does your partner love his cellphone more than you? Take this survey". TODAY. Diakses tanggal October 4, 2015.
  7. 1 2 Chang L (October 3, 2015). "What is phubbing, and is it ruining your relationships?". Digital Trends. Diakses tanggal October 4, 2015.
  8. 1 2 3 Schivinski B, Brzozowska-Woś M, Stansbury E, Satel J, Montag C, Pontes HM (2020). "Exploring the Role of Social Media Use Motives, Psychological Well-Being, Self-Esteem, and Affect in Problematic Social Media Use". Frontiers in Psychology. 11: 617140. doi:10.3389/fpsyg.2020.617140. PMC 7772182. PMID 33391137. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. ↑ Davis RA (March 2001). "A cognitive-behavioral model of pathological Internet use". Computers in Human Behavior. 17 (2): 187–195. doi:10.1016/S0747-5632(00)00041-8.
  10. ↑ Kardefelt-Winther D (February 2014). "A conceptual and methodological critique of internet addiction research: Towards a model of compensatory internet use". Computers in Human Behavior. 31: 351–354. doi:10.1016/j.chb.2013.10.059.
  11. ↑ Brailovskaia J, Margraf J, Köllner V (March 2019). "Addicted to Facebook? Relationship between Facebook Addiction Disorder, duration of Facebook use and narcissism in an inpatient sample". Psychiatry Research. 273: 52–57. doi:10.1016/j.psychres.2019.01.016. PMID 30639564.
  12. ↑ Fitri, Nabilla Dzakia; Hasmira, Mira Hasti (2024-02-23). "Phubbing dalam Interaksi Sosial di Lingkungan Mahasiswa UNP". Jurnal Perspektif. 7 (1): 162–171. doi:10.24036/perspektif.v7i1.939. ISSN 2622-1748.
  13. ↑ Saloom, Gazi; Veriantari, Ginda (2022-02-25). "Faktor-Faktor Psikologis Perilaku Phubbing". Jurnal Studia Insania. 9 (2): 152. doi:10.18592/jsi.v9i2.4517. ISSN 2549-3019.
  14. ↑ Roberts, James A.; David, Meredith E. (2016-01). "My life has become a major distraction from my cell phone: Partner phubbing and relationship satisfaction among romantic partners". Computers in Human Behavior (dalam bahasa Inggris). 54: 134–141. doi:10.1016/j.chb.2015.07.058.
  15. ↑ Xiao, Xiaofang; Zheng, Xifu (2022-03-29). "The Effect of Parental Phubbing on Depression in Chinese Junior High School Students: The Mediating Roles of Basic Psychological Needs Satisfaction and Self-Esteem". Frontiers in Psychology. 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.868354. ISSN 1664-1078. PMC 9004422. PMID 35422730. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  16. ↑ Elisabeth Sari Ditaningrum; Naharus Surur; Rian Rokhmad Hidayat (2024-12-26). "THE EFFECTIVENESS OF GROUP COUNSELING USING COGNITIVE RESTRUCTURING TECHNIQUES TO REDUCE PHUBBING BEHAVIOUR AT CHRISTIAN JUNIOR HIGH SCHOOL 1 SURAKARTA". Jurnal Profesi Keguruan. 10 (2): 30–46. doi:10.15294/jpk.v10i2.8863. ISSN 2528-7214.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Mabuk gawai dalam media
  2. Penelitian
  3. Tanda-Tanda Mabuk Gawai
  4. Dampak Mabuk Gawai terhadap Hubungan Interpersonal
  5. Penyebab Terjadinya Mabuk Gawai
  6. Adiksi Media Sosial
  7. Kecenderungan Kebosanan
  8. Kontrol Diri
  9. Konformitas
  10. Efek Mabuk Gawai pada Hubungan Interpersonal dalam Lingkungan Sekitar
  11. Efek Mabuk Gawai pada Pasangan
  12. Efek Mabuk Gawai dari Orang tua kepada Anak
  13. Solusi Mengurangi Mabuk Gawai
  14. Lihat pula
  15. Rujukan
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026