Yusuf Ma Dexin adalah salah satu cendekiawan Muslim dari Tiongkok dan pelopor penerjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Mandarin. Ia lahir pada 1794 dan wafat pada 1874. Semasa hidupnya, ia menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia juga melakukan perjalanan ke Alexandria, Suez, Rhodes, Yerusalem, Siprus, hingga wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Ia fasih berbahasa Arab dan Persia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Yusuf Ma Dexin | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 馬德新code: zh is deprecated | ||||||||
| Hanzi sederhana: | 马德新code: zh is deprecated | ||||||||
| |||||||||
| Nama kehormatan (字) | |||||||||
| Hanzi tradisional: | 復初code: zh is deprecated | ||||||||
| Hanzi sederhana: | 复初code: zh is deprecated | ||||||||
| |||||||||
Yusuf Ma Dexin adalah salah satu cendekiawan Muslim dari Tiongkok dan pelopor penerjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Mandarin. Ia lahir pada 1794 dan wafat pada 1874. Semasa hidupnya, ia menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia juga melakukan perjalanan ke Alexandria, Suez, Rhodes, Yerusalem, Siprus, hingga wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Ia fasih berbahasa Arab dan Persia.[1]
Yusuf berasal dari etnis Hui, salah satu etnis minoritas di Tiongkok yang banyak memeluk agama Islam. Yusuf Ma Dexin terlibat dalam Pemberontakan Panthay (1856-1873) yang dimulai oleh etnis Hui dan kalangan Muslim untuk menentang penguasa Dinasti Qing. Yusuf awalnya berusaha menjadi penengah antara kaum pemberontak dengan pemerintah Qing. Namun, ia dianggap sebagai bagian dari pemberontak dan pengkhianat Dinasti Qing. Akibatnya, ia dijatuhi hukuman mati oleh penguasa dan meninggal dunia pada 1874.[1]