Lukisan Kristen Mogao, juga dikenal sebagai Lukisan sesosok Figur Kristen atau Fragmen sesosok Figur Kristen, adalah sebuah lukisan sutra fragmentaris yang menggambarkan seorang pria berlingkaran cahaya dengan salib di kepala dan dadanya yang ditafsirkan sebagai sesosok figur Kristen yang berhubungan dengan Gereja di Timur. Lukisan ini berasal dari akhir abad ke-9, pada masa pemerintahan Guiyi di Dunhuang di bawah keluarga Zhang. Lukisan ini ditemukan oleh arkeolog Britania kelahiran Hungaria, Aurel Stein, di Gua Perpustakaan dari Gua Mogao pada tahun 1908, dan sekarang disimpan di British Museum, London.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lukisan sesosok figur Kristen | |
|---|---|
| Seniman | Tidak diketahui |
| Tahun | abad ke-9 |
| Tipe | Tinta dan warna pada sutra |
| Ukuran | 88 cm × 55 cm (35 in × 22 in) |
| Lokasi | British Museum, London |
Lukisan Kristen Mogao, juga dikenal sebagai Lukisan sesosok Figur Kristen atau Fragmen sesosok Figur Kristen, adalah sebuah lukisan sutra fragmentaris yang menggambarkan seorang pria berlingkaran cahaya dengan salib di kepala dan dadanya yang ditafsirkan sebagai sesosok figur Kristen yang berhubungan dengan Gereja di Timur. Lukisan ini berasal dari akhir abad ke-9,[1] pada masa pemerintahan Guiyi di Dunhuang di bawah keluarga Zhang. Lukisan ini ditemukan oleh arkeolog Britania kelahiran Hungaria, Aurel Stein, di Gua Perpustakaan (Gua 17) dari Gua Mogao pada tahun 1908, dan sekarang disimpan di British Museum, London.
Figur tersebut digambarkan dalam pandangan tiga perempat dengan cara yang sangat mirip dengan beberapa lukisan para Bodhisattva, bahkan hingga gerakan tangan kanan. Lingkaran luar nimbus memiliki hiasan menyerupai api. Dia memiliki kumis yang cukup tebal dan janggut tipis, keduanya berwarna merah. Dia mengenakan stola sutra berwarna merah dengan lapisan kuning, di atas pakaian yang telah memudar menjadi warna kehijauan yang sangat mirip dengan latar belakangnya. Ujung lengan bajunya dihiasi kerah berenda dan gelang emas menghiasi pergelangan tangannya. Sebuah salib, yang masing-masing lengannya dihiasi untaian manik-manik, muncul baik pada hiasan kepala figurtersebut maupun pada liontin kalung yang dikenakannya, serta di atas tongkat panjang yang dipegangnya di tangan kiri.

Menurut Meicun Lin (seorang profesor dari Sekolah Arkeologi dan Museologi di Universitas Peking) dan Szonja Buslig (seorang dosen di Universitas Eötvös Loránd), mereka meyakini bahwa gaya lukisan ini sengaja meniru relief di Taq-e Bostan, sebuah situs dengan serangkaian relief batu besar dari era Kekaisaran Sassaniyah. Misalnya, keduanya memiliki nimbi, memakai kalung yang mirip, dan bahkan posisi dasarnya pun sangat mirip. Diperkirakan lukisan ini dibuat berdasarkan ikon Kristus yang dibawa oleh misionaris Persia, Alopen, ke Chang'an, ibu kota Kekaisaran Tang.[note 1][2]
Sosok dengan tangan kanan terbuka dan ibu jari menyentuh jari tengah, yang merupakan varian dari Vitarka Mudrā, gestur berdiskusi dan menyampaikan ajaran, yang lazim terlihat dalam ikonografi Hindu dan Buddhis.
Menurut profesor Jerman Hans-Joachim Klimkeit dan cendekiawan Swiss Christoph Baumer, “figur tersebut mewakili Yesus Kristus atau seorang santo”.[3][4][5] Tōru Haneda, seorang sejarawan dan profesor Jepang dari Universitas Kyoto, berpendapat bahwa “apa yang digali di Dunhuang pastilah merupakan suatu citra Kristus”.[2] P. Y. Saeki, cendekiawan agama Jepang, juga menganggap lukisan itu merupakan sebuah ikon Yesus.[6]
Two minor features suggest that this painting dates from the end of the ninth century
佐伯博士主張此像乃景敎的耶穌像