Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLukat gni
Artikel Wikipedia

Lukat gni

Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api di desa Satria, Klungkung. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Februari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lukat gni
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)
Pemuda yang sedang menerima pukulan api

Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api di desa Satria, Klungkung. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering.[1]

Makna

Kata Lukat Gni terdiri dari lukat dan gni. Lukat/malukat berarti pembersihan dari segala kotoran lahir/bathin, dan gni berarti api. Lukat gni dapat diartikan sebagai sebuah tradisi pembersihan atau penyucian mikrokosmos dan makrokosmos dari segala kekotoran atau mala dengan sarana api dan menjaga keseimbangan alam dan manusia, sehingga terjadi keharmonisan dalam pelaksanaan catur berata panyepian.[1][2]

Prosesi

Tradisi lukat gni dilakukan sehari menjelang Nyepi, menggunakan sarana daun kelapa kering yang diikat sebanyak 36 lembar atau dijumlah sembilan. Jumlah ini berarti sembilan penjuru arah mata angin atau Dewata Nawa Sanga sebagai pelindung atau benteng keselamatan.[3] Selain itu, obor sebanyak 33 buah juga melengkapi pelaksanaan tradisi ini. Jumlah 33 ini sebagai kekuatan yang terbagi sesuai arah mata angin dan warna. Dari arah timur sebanyak lima buah, selatan sembilan buah, barat tujuh buah dan utara empat buah serta posisi tengah sebagai poros utama sebanyak delapan buah.[3] Seperti di medan perang dengan diiringi blaganjur, pemuda satu per satu saling berhadapan. Senjata mereka merupakan daun kelapa kering, yang sudah dibakar api menggunakan obor yang dibawa oleh pemudi. Setelah keduanya siap, kedua pemuda yang saling berhadapan ini kemudian saling memukulkan punggung lawannya, menggunakan daun kelapa kering yang terbakar.[3]

Referensi

  1. 1 2 “Lukat Gni”, To maintain balance and purity of macrocosm and microcosm, Bali TravelNews, 31 Maret 2017, diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-13, diakses tanggal 13 Juli 2019
  2. ↑ Krama Puri Satria Kawan Gelar Lukat Gni, Nusa Bali, 30 Maret 2017, diakses tanggal 13 Juli 2019
  3. 1 2 3 Lukat Gni apa itu?, Bali TravelNews, 10 Maret 2019, diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-13, diakses tanggal 13 Juli 2019

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Makna
  2. Prosesi
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026