Luka tembak adalah trauma fisik akibat peluru dari senjata api. Kerusakan dapat meliputi pendarahan, patah tulang, kerusakan organ, infeksi luka atau kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh. Kerusakan tergantung pada anggota tubuh yang terkena, kandungan peluru yang memasuki tubuh dan jenis serta kecepatan peluru. Komplikasi jangka panjang dapat meliputi keracunan timbal dan gangguan stres pasca trauma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Luka tembak | |
|---|---|
| Nama lain | Cedera tembak, trauma balistik, luka peluru, luka terkait senjata api |
| Tengkorak laki-laki dengan luka peluru di bagian tulang parietal, 1950an. | |
| Spesialisasi | Kedokteran gawat darurat |
| Gejala | Luka, kelainan bentuk, pendarahan[1][2] |
| Komplikasi | PTSD, keracunan timbal[1][2] |
| Pencegahan | Hukum senjata api, penyetoran aman[3][4] |
| Pengobatan | Penyembuhan trauma[5] |
| Frekuensi | 1 juta (kekerasan interpersonal pada 2015)[6] |
| Kematian | 251,000 (2016)[7] |
Luka tembak adalah trauma fisik akibat peluru dari senjata api.[8][9] Kerusakan dapat meliputi pendarahan, patah tulang, kerusakan organ, infeksi luka atau kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh.[2] Kerusakan tergantung pada anggota tubuh yang terkena, kandungan peluru yang memasuki tubuh dan jenis serta kecepatan peluru.[9] Komplikasi jangka panjang dapat meliputi keracunan timbal dan gangguan stres pasca trauma.[1][2][10]
| Klasifikasi |
|---|