Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLubang keputusasaan
Artikel Wikipedia

Lubang keputusasaan

Lubang keputusasaan adalah nama yang digunakan oleh seorang psikolog komparatif Amerika, Harry Harlow, untuk menyebut sebuah alat yang ia rancang—secara teknis disebut sebagai aparatus ruang vertikal—yang ia gunakan dalam eksperimen terhadap monyet makaka rhesus di Universitas Wisconsin–Madison pada tahun 1970-an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah model hewan depresi. Peneliti Stephen Suomi mendeskripsikan alat tersebut sebagai "tak lebih dari sebuah palung baja nirkarat dengan sisi-sisi yang melandai ke bagian dasar yang membulat": Sebuah lantai kawat kasa berukuran ⅜ inci yang terletak 1 inci di atas dasar ruang memungkinkan kotoran jatuh melalui saluran pembuangan dan keluar dari lubang-lubang yang dibor pada baja nirkarat tersebut. Ruang ini dilengkapi dengan kotak makanan dan pemegang botol air, serta ditutupi dengan atap berbentuk piramida [dilepas pada foto terlampir], yang dirancang untuk mencegah subjek yang terkurung agar tidak bergelantungan di bagian atas ruang.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lubang keputusasaan (pit of despair) adalah nama yang digunakan oleh seorang psikolog komparatif Amerika, Harry Harlow, untuk menyebut sebuah alat yang ia rancang—secara teknis disebut sebagai aparatus ruang vertikal—yang ia gunakan dalam eksperimen terhadap monyet makaka rhesus di Universitas Wisconsin–Madison pada tahun 1970-an.[1] Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah model hewan depresi. Peneliti Stephen Suomi mendeskripsikan alat tersebut sebagai "tak lebih dari sebuah palung baja nirkarat dengan sisi-sisi yang melandai ke bagian dasar yang membulat":

Sebuah lantai kawat kasa berukuran ⅜ inci yang terletak 1 inci di atas dasar ruang memungkinkan kotoran jatuh melalui saluran pembuangan dan keluar dari lubang-lubang yang dibor pada baja nirkarat tersebut. Ruang ini dilengkapi dengan kotak makanan dan pemegang botol air, serta ditutupi dengan atap berbentuk piramida [dilepas pada foto terlampir], yang dirancang untuk mencegah subjek yang terkurung agar tidak bergelantungan di bagian atas ruang.[2]

Harlow sebelumnya telah menempatkan monyet yang baru lahir di dalam ruang isolasi selama hingga satu tahun. Dengan "lubang keputusasaan", ia menempatkan monyet berusia antara tiga bulan hingga tiga tahun yang telah memiliki ikatan dengan induknya ke dalam ruang tersebut sendirian selama hingga sepuluh minggu.[3] Dalam beberapa hari, mereka berhenti bergerak dan tetap meringkuk di sudut.

Latar belakang

Sebagian besar karier ilmiah Harlow dihabiskan untuk mempelajari ikatan keibuan, apa yang ia gambarkan sebagai "hakikat cinta". Eksperimen-eksperimen ini melibatkan pengasuhan bayi monyet yang "terisolasi total" serta monyet dengan induk pengganti, mulai dari kerucut berlapis kain handuk hingga mesin yang memodelkan induk yang kejam dengan cara menyakiti bayi monyet menggunakan udara dingin atau paku.[4]

Pada tahun 1971, istri Harlow meninggal dunia akibat kanker dan ia mulai menderita depresi. Ia menjalani perawatan dan kembali bekerja, namun, sebagaimana ditulis oleh Lauren Slater, rekan-rekannya menyadari adanya perubahan dalam pembawaannya.[5] Ia meninggalkan penelitiannya mengenai kelekatan maternal dan mulai mengembangkan minat pada isolasi serta depresi.

Eksperimen pertama Harlow melibatkan isolasi seekor monyet di dalam kandang yang dikelilingi dinding baja dengan sebuah cermin satu arah kecil, sehingga para peneliti dapat melihat ke dalam, tetapi monyet tersebut tidak dapat melihat ke luar. Satu-satunya hubungan yang dimiliki monyet tersebut dengan dunia luar adalah ketika tangan para peneliti mengganti alas tidurnya atau memberikan air bersih dan makanan. Bayi-bayi monyet dimasukkan ke dalam kotak-kotak ini segera setelah lahir; empat ekor dibiarkan selama 30 hari, empat ekor selama enam bulan, dan empat ekor selama satu tahun. Setelah 30 hari, para "isolat total", sebagaimana mereka disebut, ditemukan dalam kondisi "sangat terganggu". Setelah diisolasi selama satu tahun, mereka nyaris tidak bergerak, tidak menjelajah atau bermain, serta tidak mampu melakukan hubungan seksual. Ketika ditempatkan bersama monyet-monyet lain untuk sesi bermain harian, mereka menjadi korban perundungan yang parah. Dua di antaranya menolak untuk makan dan mati akibat kelaparan.[6]

Harlow juga ingin menguji bagaimana isolasi akan memengaruhi keterampilan pengasuhan, namun para subjek isolasi tersebut tidak mampu kawin. Harlow merancang apa yang ia sebut sebagai "rak pemerkosaan" (rape rack), tempat di mana monyet betina yang terisolasi diikat dalam posisi kawin monyet yang normal. Ia menemukan bahwa, sama seperti ketidakmampuan mereka dalam melakukan hubungan seksual, mereka juga tidak mampu mengasuh keturunannya, baik dengan cara menganiaya maupun menelantarkan mereka. "Bahkan dalam mimpi kami yang paling keji sekalipun, kami tidak akan bisa merancang induk pengganti sejahat induk monyet yang nyata ini," tulisnya.[7] Karena tidak memiliki pengalaman sosial, mereka tidak mampu melakukan interaksi sosial yang wajar. Seekor induk menekan wajah bayinya ke lantai lalu menggerogoti kaki dan jari-jarinya hingga putus. Induk yang lain meremukkan kepala bayinya. Sebagian besar dari mereka hanya mengabaikan keturunan mereka begitu saja.[7]

Eksperimen-eksperimen ini menunjukkan kepada Harlow dampak isolasi total dan parsial terhadap monyet yang sedang dalam masa pertumbuhan, namun ia merasa belum menangkap esensi dari depresi, yang ia yakini ditandai dengan perasaan kesepian, ketidakberdayaan, dan rasa terperangkap, atau "tenggelam dalam sumur keputusasaan", ujarnya.[7]

Aparatus ruang vertikal

Nama teknis untuk ruang depresi baru tersebut adalah "aparatus ruang vertikal" (vertical chamber apparatus), meskipun Harlow sendiri bersikeras menyebutnya sebagai "lubang keputusasaan" (pit of despair). Awalnya, ia ingin menamainya "penjara bawah tanah keputusasaan" (dungeon of despair), dan juga menggunakan istilah-istilah seperti "sumur keputusasaan" dan "sumur kesepian". Blum menulis bahwa rekan-rekannya mencoba membujuk Harlow agar tidak menggunakan istilah deskriptif semacam itu, dengan alasan bahwa nama yang tidak terlalu visual akan lebih mudah diterima secara politis. Gene Sackett dari Universitas Washington di Seattle, salah satu mahasiswa doktoral Harlow yang kemudian melakukan studi deprivasi lanjutan, mengatakan, "Dia awalnya ingin menyebutnya penjara bawah tanah keputusasaan. Bisakah Anda bayangkan reaksinya terhadap hal itu?".[8]

Sebagian besar monyet yang dimasukkan ke dalamnya berusia setidaknya tiga bulan dan telah menjalin ikatan dengan monyet lain. Tujuan eksperimen ini adalah memutus ikatan-ikatan tersebut guna menciptakan gejala depresi. Ruang tersebut berupa piramida logam terbalik yang kecil, dengan sisi-sisi licin yang melandai turun ke satu titik. Monyet ditempatkan di titik tersebut. Bukaan ruang ditutupi dengan kawat kasa. Monyet-monyet itu akan menghabiskan satu atau dua hari pertama mencoba memanjat sisi-sisi yang licin. Setelah beberapa hari, mereka menyerah. Harlow menulis, "sebagian besar subjek biasanya mengambil posisi meringkuk di sudut dasar alat. Orang mungkin menduga pada titik ini bahwa mereka merasa situasi mereka sudah tidak ada harapan lagi."[9] Stephen J. Suomi, mahasiswa doktoral Harlow lainnya, menempatkan beberapa monyet di ruang tersebut pada tahun 1970 untuk penelitian PhD-nya. Ia menulis bahwa ia tidak dapat menemukan satu pun monyet yang memiliki pertahanan terhadap alat itu. Bahkan monyet-monyet yang paling ceria pun keluar dalam keadaan rusak.

Penerimaan

Eksperimen-eksperimen tersebut dikecam, baik pada saat itu maupun di kemudian hari, dari dalam komunitas ilmiah maupun kalangan akademis lainnya. Pada tahun 1974, kritikus sastra Amerika Wayne C. Booth menulis bahwa "Harry Harlow dan rekan-rekannya terus menyiksa primata nonmanusia mereka dekade demi dekade, yang senantiasa membuktikan apa yang sudah kita semua ketahui sebelumnya—bahwa makhluk sosial dapat dihancurkan dengan cara menghancurkan ikatan sosial mereka." Ia menulis bahwa Harlow sama sekali tidak menyinggung kritik mengenai moralitas karyanya tersebut.[10]

Charles Snowdon, seorang anggota muda fakultas pada saat itu yang kemudian menjadi kepala psikologi di Wisconsin, mengatakan bahwa Harlow sendiri sangat tertekan akibat kanker yang diderita istrinya. Snowdon merasa ngeri dengan rancangan ruang vertikal tersebut. Ia bertanya kepada Suomi mengapa mereka menggunakannya, dan Harlow menjawab, "Karena begitulah rasanya ketika kau mengalami depresi."[11] Leonard Rosenblum, yang belajar di bawah bimbingan Harlow, mengatakan kepada Lauren Slater bahwa Harlow senang menggunakan istilah-istilah yang mengejutkan untuk alat-alatnya karena "dia selalu ingin memancing reaksi orang-orang".[12]

Mahasiswa Harlow lainnya, William Mason, yang juga melakukan eksperimen deprivasi di tempat lain,[13] mengatakan bahwa Harlow "mempertahankan hal ini sampai pada titik di mana menjadi jelas bagi banyak orang bahwa pekerjaan itu benar-benar melanggar kepekaan nurani yang wajar, bahwa siapa pun yang memiliki penghargaan terhadap kehidupan atau manusia akan menganggap hal ini ofensif. Seolah-olah dia duduk dan berkata, 'Saya hanya akan ada di sini sepuluh tahun lagi. Yang ingin saya lakukan adalah meninggalkan kekacauan yang sangat besar.' Jika itu tujuannya, dia melakukan pekerjaan yang sempurna."[14]

Lihat pula

  • Pengujian hewan
  • Britches (monyet)
  • Teknik pot bunga, sebuah metode deprivasi tidur pada hewan laboratorium
  • Penyiksaan psikologis
  • Trauma psikologis
  • Etika penelitian
  • Monyet Silver Spring
  • Kelaparan sentuhan
  • Unnecessary Fuss, video yang memperlihatkan eksperimen kerusakan otak pada babun

Catatan

  1. ↑ Blum 1994, hlm. 95, Blum 2002, hlm. 218-219. Blum 1994, hlm. 95: "... eksperimen paling kontroversial yang dihasilkan dari laboratorium Wisconsin, sebuah alat yang bersikeras disebut Harlow sebagai 'Lubang keputusasaan'."
  2. ↑ Suomi 1971, hlm. 33.
  3. ↑ McKinney, Suomi, dan Harlow 1972.
  4. ↑ Slater, Lauren. Opening Skinner's box: great psychological experiments of the twentieth century, W. W. Norton & Company, 2005, ISBN 0-393-32655-1, hlm.136-40.
  5. ↑ Slater 2005, hlm. 251-2
  6. ↑ Blum 2002, hlm. 216.
  7. 1 2 3 Blum 2002, hlm. 217.
  8. ↑ Blum 1994, hlm. 95; Blum 2002, hlm. 219.
  9. ↑ Blum 1994, hlm. 218.
  10. ↑ Booth, Wayne C. Modern Dogma and the Rhetoric of Assent, Volume 5, dari University of Notre Dame, Ward-Phillips lectures in English language and literature, University of Chicago Press, 1974, hlm. 114. Booth secara eksplisit membahas eksperimen ini. Kalimat berikutnya berbunyi, "Kekejian terbarunya terdiri dari menempatkan monyet dalam 'pengasingan' selama dua puluh hari—apa yang ia sebut sebagai 'aparatus ruang vertikal ... yang dirancang atas dasar intuitif' untuk menghasilkan 'suatu keadaan ketidakberdayaan dan ketiadaan harapan, tenggelam dalam sumur keputusasaan'".
  11. ↑ Blum 2002, hlm. 220.
  12. ↑ Slater 2005, hlm. 148
  13. ↑ Capitanio dan Mason 2000.
  14. ↑ Blum 1994, hlm. 96.

Referensi

  • Blum, Deborah (1994). The Monkey Wars. Oxford University Press. ISBN 0-19-510109-X.
  • Blum, Deborah (2002). Love at Goon Park: Harry Harlow and the Science of Affection. Perseus Publishing. ISBN 0-7382-0278-9.
  • Capitanio J.P.; Mason W.A. (June 2000). "Cognitive style: problem solving by rhesus macaques (Macaca mulatta) reared with living or inanimate substitute mothers". J Comp Psychol. 114 (2): 115–25. doi:10.1037/0735-7036.114.2.115. PMID 10890583.
  • McKinney W.T. Jr.; Suomi S.J.; Harlow H.F. (March 1972). "Vertical-chamber confinement of juvenile-age rhesus monkeys. A study in experimental psychopathology". Arch. Gen. Psychiatry. 26 (3): 223–8. doi:10.1001/archpsyc.1972.01750210031006. PMID 4621802. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-21. Diakses tanggal 2010-11-04.
  • Stephens, M.L. Maternal Deprivation Experiments in Psychology: A Critique of Animal Models. AAVS, NAVS, NEAVS, 1986.
  • Suomi, Stephen John. "Experimental Production of Depressive Behavior in Young Rhesus Monkeys: Thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy (Psychology) at the University of Wisconsin," University of Wisconsin, 1971, p. 33.

Bacaan lanjutan

  • Harry Harlow's Monkey Love Experiments

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Aparatus ruang vertikal
  3. Penerimaan
  4. Lihat pula
  5. Catatan
  6. Referensi
  7. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Penderitaan (Buddhisme)

Konsep penderitaan dalam Buddhisme

Kesombongan

Sikap manusia, yang memberikan nilai tidak realistis pada kepentingan, pangkat, atau kemampuan mereka sendiri

Tenggelamnya RMS Titanic

tengelamnya kapal titanic dalam sejarah kapal

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026