Louis Maria Drago adalah negarawan Argentina. Ia juga seorang ahli hukum dan penulis hukum internasional. Ia terkenal berkat Ajaran Drago yang digunakan untuk menentang kekerasan yang dilakukan Jerman. Ajaran Drago menyatakan bahwa negara-negara tidak boleh menggunakan kekerasan senjata ataupun menduduki daerah negara lain untuk memungut utang kepada negara tersebut atau warga negaranya. Hal itu tidak boleh dilakukan selama negara tersebut belum menolak penawaran arbitrase atau menolak pelaksanaan keputusan hakim arbitrase. Doktrin ini, dengan berbegai perubahan akhirnya diterima pada konferensi perdamaian di Deen Haag (1907) dan termuat dalam Traktar Porter.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2016) |

Louis Maria Drago (6 Mei 1859 - 9 Juni 1921) adalah negarawan Argentina.[1][2] Ia juga seorang ahli hukum dan penulis hukum internasional.[1] Ia terkenal berkat Ajaran Drago (Drago Doctrine) yang digunakan untuk menentang kekerasan yang dilakukan Jerman.[1] Ajaran Drago menyatakan bahwa negara-negara tidak boleh menggunakan kekerasan senjata ataupun menduduki daerah negara lain (negara di Amerika Latin) untuk memungut utang kepada negara tersebut atau warga negaranya. [1] Hal itu tidak boleh dilakukan selama negara tersebut belum menolak penawaran arbitrase atau menolak pelaksanaan keputusan hakim arbitrase.[1] Doktrin ini, dengan berbegai perubahan akhirnya diterima pada konferensi perdamaian di Deen Haag (1907) dan termuat dalam Traktar Porter.[1]
Louis Maria Drago memulai kariernya sebagai editor surat kabar.[2] Ia kemudian menjabat sebagai pejabat keuangan Argentina dan kemudian sebagai menteri luar negeri (1902).[2] Pada saat Inggris, Jerman dan Italia berusaha untuk mengumpulkan utang publik dari Venezuela dengan kekerasan, ia menulis surat kepada menteri Argentina di Washington yang berisi tentang Ajaran Dargo.[2]