Lotte Lenya adalah seorang penyanyi, diseuse dan aktris yang sudah lama menetap di Amerika Serikat
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lotte Lenya | |
|---|---|
| Lahir | Karoline Wilhelmine Charlotte Blamauer (1898-10-18)18 Oktober 1898 Wina, Austria-Hongaria |
| Meninggal | 27 November 1981(1981-11-27) (umur 83) Kota New York, New York, AS |
| Pekerjaan | Aktris, penyanyi |
| Tahun aktif | 1922–1980 |
| Suami/istri |
(m. 1937; meninggal 1950)George Davis
(m. 1951; meninggal 1957)Russell Detwiler
(m. 1962; meninggal 1969)Richard Siemanowski
(m. 1971; pisah. 1973) |
Lotte Lenya (lahir dengan nama Karoline Wilhelmine Charlotte Blamauer; 18 Oktober 1898 – 27 November 1988) adalah seorang penyanyi, diseuse dan aktris yang sudah lama menetap di Amerika Serikat[1][2]
Di dunia musik klasik dan berbahasa Jerman, namanya paling dikenang lewat penampilan-penampilannya membawakan lagu-lagu karya suami pertamanya, Kurt Weill. Di dunia film berbahasa Inggris, ia pernah dinominasikan untuk Academy Awards berkat perannya sebagai bangsawan yang letih dan kesepian dalam The Roman Spring of Mrs. Stone (1961). Ia juga dikenal luas lewat perannya sebagai Rosa Klebb yang kejam dan sadis dalam film James Bond berjudul From Russia with Love (1963).
Pada tahun 1922, Lenya pertama kali dilirik oleh calon suaminya kelak, Kurt Weill, seorang komponis berdarah Jerman-Yahudi, saat ia mengikuti audisi untuk karya panggung pertama Weill, Zaubernacht. Tapi karena Weill duduk di balik piano, Lenya sama sekali tidak menyadari jika ia sedang diperhatikan. Lenya sebenarnya lolos audisi, tapi karena setia pada pelatih vokalnya, ia menolak tawaran itu. Baru enam tahun kemudian, di tahun 1928, dia menerima peran sebagai Jenny di pementasan perdana The Threepenny Opera, dan peran itulah yang akhirnya membuat namanya melejit. Di penghujung masa Republik Weimar, Lenya menjadi sangat aktif di dunia film dan teater, terutama di pementasan karya Brecht-Weill. Ia juga sempat merekam beberapa lagu ciptaan Weill.[3]
Tapi segalanya berubah saat Nazisme mulai menguat di Jerman. Banyak seniman tidak lagi dihargai. Walaupun bukan Yahudi, Lenya memilih meninggalkan Jerman, apalagi hubungannya dengan Weill juga sedang renggang saat itu (mereka bahkan sempat cerai—lalu menikah lagi nantinya). Maret 1933, ia pindah ke Paris dan tampil sebagai pemeran utama dalam "ballet bernyanyi" karya Brecht-Weill yang berjudul The Seven Deadly Sins.[4]
Akhirnya, Lenya dan Weill menetap di New York pada 10 September 1935.[5] Musim panas tahun berikutnya, mereka menyewa sebuah rumah di Nichols, Connecticut bersama Paul Green, dan Cheryl Crawford.[6][7] Di sanalah Weill dan Green menulis naskah serta musik untuk drama Broadway yang cukup kontroversial, Johnny Johnson, nama paling umum dalam daftar korban perang Amerika di Perang Dunia I. Pada masa itu juga, Lenya sempat menjalin hubungan cinta dengan Paul Green.[8][9]
Selama Perang Dunia II, Lenya tetap aktif di atas panggung, juga mengisi rekaman dan siaran radio—termasuk untuk Voice of America. Tapi setelah perannya di musikal termasuk The Firebrand of Florence pada tahun 1945.[10] Baru setelah kematian Weill di tahun 1950, Lenya akhirnya mau kembali naik panggung, salah satunya lewat pementasan Broadway di Barefoot in Athens dan menikah dengan George Davis.[10]
Lenya meninggal di Manhattan karena kanker pada tahun 1981, pada usia 83 tahun. Dia dimakamkan di sebelah Weill di Pemakaman Mount Repose di Haverstraw, New York.[11]