Lompat pulau atau lompat katak adalah strategi militer amfibi yang digunakan Sekutu dalam Perang Pasifik melawan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Ide utamanya adalah melewati pulau-pulau musuh yang dijaga ketat, alih-alih mencoba merebut setiap pulau secara berurutan dalam perjalanan menuju target akhir. Alasannya adalah pulau-pulau yang dijaga ketat tersebut dapat dengan mudah diputus dari rantai pasokan mereka alih-alih harus dibanjiri oleh kekuatan superior, sehingga mempercepat kemajuan dan mengurangi kerugian pasukan dan material. Strategi ini tidak sepenuhnya berhasil, karena banyak garnisun Jepang bertahan lebih lama dari yang diperkirakan Sekutu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Lompat pulau atau lompat katak (bahasa Inggris: Leapfroggingcode: en is deprecated ) adalah strategi militer amfibi yang digunakan Sekutu dalam Perang Pasifik melawan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Ide utamanya adalah melewati pulau-pulau musuh yang dijaga ketat, alih-alih mencoba merebut setiap pulau secara berurutan dalam perjalanan menuju target akhir. Alasannya adalah pulau-pulau yang dijaga ketat tersebut dapat dengan mudah diputus dari rantai pasokan mereka (yang pada akhirnya akan menyebabkan kapitulasi) alih-alih harus dibanjiri oleh kekuatan superior, sehingga mempercepat kemajuan dan mengurangi kerugian pasukan dan material. Strategi ini tidak sepenuhnya berhasil, karena banyak garnisun Jepang bertahan lebih lama dari yang diperkirakan Sekutu.[1]