Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Skiatika

Skiatika adalah nyeri yang terasa menjalar dari punggung bawah ke tungkai. Nyeri ini dapat pula menjalar ke beberapa bagian dari tungkai, seperti punggung, luar, atau bagian depan kaki. Serangan nyeri sering terjadi tiba-tiba setelah aktivitas seperti angkat berat. Awitan nyeri juga dapat terjadi secara bertahap. Biasanya penderita sering kali mengalami nyeri seperti ditembak di bagian tubuh yang terdampak. Umumnya, gejala hanya ada di satu sisi dari tubuh. Pada beberapa kesempatan, nyeri juga dapat dialami di kedua sisi tubuh. Nyeri punggung bagian bawah juga kadang-kadang muncul. Kelemahan atau mati rasa juga dapat terjadi di berbagai bagian tungkai dan kaki yang terkena.

nyeri yang terasa menjalar dari punggung bawah ke tungkai.
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Skiatika
Skiatika
Nama lainNeuritis skiatika, neuralgia skiatik, radikulopati lumbal
Gambaran tampak anterior menunjukkan nervus skiatika berjalan menyusuri kaki kanan
SpesialisasiOrtopedi, neurologi
GejalaNyeri menjalar ke tungkai dari punggung, kelemahan atau mati rasa pada kaki yang dipersarafi[1]
Awitan umumusia 40–50 tahun[2][3]
Durasi90% kurang dari 6 minggu[2]
PenyebabHernia Nukleus Pulposus, spondilolistesis, stenosis spinal, sindrom piriformis, tumor pelvis[3][4]
Metode diagnostikTes angkat kaki lurus[3]
Diagnosis bandingHerpes zoster, penyakit panggul[3]
PengobatanPereda nyeri, bedah[2]
Frekuensi2–40% dari populasi[4]

Skiatika adalah nyeri yang terasa menjalar dari punggung bawah ke tungkai.[1] Nyeri ini dapat pula menjalar ke beberapa bagian dari tungkai, seperti punggung, luar, atau bagian depan kaki.[3] Serangan nyeri sering terjadi tiba-tiba setelah aktivitas seperti angkat berat. Awitan nyeri juga dapat terjadi secara bertahap.[5] Biasanya penderita sering kali mengalami nyeri seperti ditembak di bagian tubuh yang terdampak.[1] Umumnya, gejala hanya ada di satu sisi dari tubuh.[3] Pada beberapa kesempatan, nyeri juga dapat dialami di kedua sisi tubuh.[3] Nyeri punggung bagian bawah juga kadang-kadang muncul.[3] Kelemahan atau mati rasa juga dapat terjadi di berbagai bagian tungkai dan kaki yang terkena.[3]

Sekitar 90% dari skiatika ini disebabkan oleh herniasi nukleus pulposus. Herniasi ini menekan salah satu ujung saraf lumbal atau sakral.[4] Spondilolistesis, stenosis tulang belakang, sindrom piriformis, tumor panggul, dan kehamilan merupakan beberapa penyebab linu panggul lainnya.[3] Tes straight-leg-raising sering juga dilakukan membantu menegakkan diagnosis.[3] Tes ini dikatakan positif jika rasa sakit dirasakan menjalar di bawah lutut saat kaki diangkat ketika pasien berbaring telentang. [3]

Dalam kebanyakan kasus, pencitraan medis sebenarnya tidak diperlukan.[2] Akan tetapi, pencitraan sebaiknya dilakukan jika ditemukan ada masalah dalam fungsi usus atau kandung kemih, adanya kehilangan rasa atau kelemahan yang signifikan pada tungkai, gejala sudah berlangsung lama, atau ada kekhawatiran akan adanya tumor ataupun infeksi.[2] Gejala penyakit yang mungkin muncul mirip dengan kasus ini adalah penyakit panggul dan infeksi herpes zoster dini (sebelum adanya ruam).[3]

Penatalaksanaan awal biasanya melibatkan penggunaan obat pereda rasa sakit.[2] Akan tetapi manfaat obat pereda nyeri dan pelemas otot masih kurang memiliki bukti yang memadai.[6] Umumnya pasien disarankan agar pasien tersebut melanjutkan kegiatan sehari-hari secara normal sebaik mereka mampu.[3] Pada sekitar 90% orang, rasa nyeri akan berkurang dalam waktu kurang dari enam minggu.[2] Jika rasa sakitnya memburuk dan berlangsung selama lebih dari enam minggu, opsi tindakan bedah dapat menjadi pilihan.[2]

Meskipun tindakan bedah dapat mempercepat perbaikan nyeri, manfaat jangka panjangnya belum diketahui secara jelas.[3] Pembedahan mungkin diperlukan jika terjadi komplikasi, seperti hilangnya fungsi normal usus atau kandung kemih.[2] Kurangnya bukti penelitian menyebabkan kebanyakan pengobatan, termasuk pemberian gabapentin, kortikosteroid, pregabalin, akupunktur, terapi panas atau es, dan manipulasi tulang belakang masih perlu diteliti manfaat dan efek buruknya.[3][7][8]

Kurang dari 1% hingga 40% dari semua orang akan menderita skiatika pada suatu waktu dalam kehidupannya, tergantung bagaimana skiatika ini didefinisikan.[4][9] Skiatika paling sering terjadi pada pria, dan biasanya terjadi di antara usia 40 hingga 59 tahun.[2][3] Kondisi skiatika sudah dikenal sejak zaman kuno.[3] Penggunaan kata skiatika pertama kali digunakan pada tahun 1451.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 "Sciatica". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 March 2018. Diakses tanggal 2 July 2015.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Institute for Quality and Efficiency in Health Care (October 9, 2014). "Slipped disk: Overview". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2017. Diakses tanggal 2 July 2015.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Ropper, AH; Zafonte, RD (26 March 2015). "Sciatica". The New England Journal of Medicine. 372 (13): 1240–8. doi:10.1056/NEJMra1410151. PMID 25806916.
  4. 1 2 3 4 Valat, JP; Genevay, S; Marty, M; Rozenberg, S; Koes, B (April 2010). "Sciatica". Best Practice & Research. Clinical Rheumatology. 24 (2): 241–52. doi:10.1016/j.berh.2009.11.005. PMID 20227645.
  5. ↑ T.J. Fowler; J.W. Scadding (28 November 2003). Clinical Neurology, 3Ed. CRC. hlm. 59. ISBN 978-0-340-80798-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 March 2020. Diakses tanggal 5 November 2017.
  6. ↑ Koes, B W; van Tulder, M W; Peul, W C (2007-06-23). "Diagnosis and treatment of sciatica". BMJ : British Medical Journal. 334 (7607): 1313–1317. doi:10.1136/bmj.39223.428495.BE. ISSN 0959-8138. PMC 1895638. PMID 17585160.
  7. ↑ Markova, Tsvetio (2007). "Treatment of Acute Sciatica". Am Fam Physician. 75 (1): 99–100. PMID 17225710. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-02-02.
  8. ↑ Enke O, New HA, New CH, Mathieson S, McLachlan AJ, Latimer J, Maher CG, Lin CC (July 2018). "Anticonvulsants in the treatment of low back pain and lumbar radicular pain: a systematic review and meta-analysis". CMAJ. 190 (26): E786 – E793. doi:10.1503/cmaj.171333. PMC 6028270. PMID 29970367.
  9. ↑ Cook CE, Taylor J, Wright A, Milosavljevic S, Goode A, Whitford M (June 2014). "Risk factors for first time incidence sciatica: a systematic review". Physiother Res Int. 19 (2): 65–78. doi:10.1002/pri.1572. PMID 24327326.
  10. ↑ Simpson, John (2009). Oxford English dictionary (Edisi 2nd). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0199563838.
  • l
  • b
  • s
Penyakit tulang belakang
Deformasi
Kelengkungan tulang belakang
  • Kifosis
  • Lordosis
  • Skoliosis
Lainnya
  • Penyakit Scheuermann
  • Tortikolis
Spondilopati
inflamasi
  • Spondilitis
    • Ankilosa spondilitis
  • Sakroiliitis
  • Diskitis
  • Spondilodisitis
  • Penyakit Pott
non inflamasi
  • Spondilosis
  • Spondilolistesis
  • Retrolistesis
  • Stenosis tulang belakang
  • Sindrom faset
Nyeri punggung
  • Nyeri leher
  • Nyeri punggung atas
  • Nyeri punggung bawah
    • Koksidinia
    • Linu panggul
  • Radikulopati
Gangguan diskus intervertebralis
  • Nodus Schmorl
  • Penyakit diskus degeneratif
  • Hernia diskus spinal
  • Artrosis sendi facet
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Terapi manual

terapi manual untuk nyeri leher dan nyeri punggung bawah. Indikasi terapi manual adalah nyeri leher akut atau kronis, nyeri punggung akut atau kronis, sakit

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026