Lies Permana Lestari Pudjiastuti adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia yang aktif pada tahun 1950an. Ia merupakan kakak dari Lely Sulastri, serta istri kedua dari S. Bono dan ibu dari Rini S. Bono.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Lies Permana Lestari | |
|---|---|
Lies pada tahun 1955 | |
| Lahir | Lies Permana Lestari Pudjiastuti |
| Meninggal | 23 Juli 1967 Jakarta, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Nama lain | Lies Permana Sari |
| Pekerjaan |
|
| Tahun aktif | 1953–1954 |
| Suami/istri | |
| Anak | 5, termasuk Rini S. Bono |
| Kerabat | Lely Sulastri (adik) Achmad Albar (menantu) Ricardo Gelael (menantu) Fachri Albar (cucu) Sean Gelael (cucu) |
Lies Permana Lestari Pudjiastuti (lahir sekitar tahun 1930, meninggal 23 Juli 1967) adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia yang aktif pada tahun 1950an. Ia merupakan kakak dari Lely Sulastri, serta istri kedua dari S. Bono dan ibu dari Rini S. Bono.[1]
Lies menikah dengan S. Bono dan dikaruniai lima orang anak, diantaranya Bonita Permanawati dan Sri Sudarini (Rini S. Bono).[1][2] Ia juga membintangi dua film bersama Bono, yaitu Belenggu Masjarakat (1953) dan Kasih Sajang (1954).[2] Pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.

Lies memulai debut filmnya dengan membintangi Kasih Sajang (1954), yang diproduksi oleh Persari.[2] Ia kemudian membintangi dua film yaitu Belenggu Masjarakat (1953) dan Rahasia Sukudomas (1954), yang juga diproduksi oleh Persari.[2] Lies kemudian pensiun dari dunia film untuk fokus mengurus keluarganya.[2]
Pada 23 Juli 1967, Lies yang sedang mengendarai scooter dengan dibonceng oleh keponakannya di daerah Slipi yang berada di Palmerah, Jakarta Barat, mengalami tabrakan dengan truk milik perusahaan DAMRI.[3] Peristiwa ini terjadi setelah scooter yang dikendarai oleh keponakannya berbelok ke arah rumahnya yang berada di Jalan Anggrek Nelly Murni A 15, Slipi, dan berdempetan dengan pengendara motor lain, sehingga menyebabkan mereka harus mengambil jalur tengah dan tidak bisa menghindari tabrakan dengan truk yang muncul secara tiba-tiba.[3] Akibat tabrakan tersebut, Lies tewas ditempat karena terpental dan terlindas oleh ban truk.[3] Koran Kompas mendeskripsikan kondisinya dengan "kepala yang hancur dan otak yang terurai sejauh dua meter", jenazah Lies kemudian dibawa oleh ambulance pada malam harinya.[3]
Lies Permana Lestari di IMDb (dalam bahasa Inggris)