Li Lin adalah seorang fisikawan Tiongkok. Ia memberi sumbangsih penting terhadap program metalurgi, daya nuklir, dan superkonduktivitas suhu tinggi Tiongkok dan terpilih sebagai cendekiawan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIPT) pada 1980. Ayahnya, Li Siguang, dan suaminya, Chen-Lu Tsou, adalah ilmuwan dan cendekiawan terkemuka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Li Lin | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Li Lin pada 1948 | |||||||||||||||
| Lahir | Li Xizhi (1923-10-31)31 Oktober 1923 Beijing, | ||||||||||||||
| Meninggal | 31 Mei 2003(2003-05-31) (umur 79) | ||||||||||||||
| Almamater | Universitas Guangxi, Universitas Birmingham, Universitas Cambridge | ||||||||||||||
| Suami/istri | |||||||||||||||
| Penghargaan | Anugerah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Negara (Tingkat Pertama), 1992 | ||||||||||||||
| Karier ilmiah | |||||||||||||||
| Bidang | Metalurgi, daya nuklir, superkonduktivitas suhu tinggi | ||||||||||||||
| Institusi | Institut Metalurgi Shanghai, Institut Fisika AIPT, Institut Fisika Energi Tinggi | ||||||||||||||
| |||||||||||||||
Li Lin (Hanzi: 李林; 31 Oktober 1923–31 Mei 2003) adalah seorang fisikawan Tiongkok. Ia memberi sumbangsih penting terhadap program metalurgi, daya nuklir, dan superkonduktivitas suhu tinggi Tiongkok dan terpilih sebagai cendekiawan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIPT) pada 1980. Ayahnya, Li Siguang, dan suaminya, Chen-Lu Tsou, adalah ilmuwan dan cendekiawan terkemuka.[1][2]

Li lahir sebagai Li Xizhi (李熙芝code: zh is deprecated ) di Beijing pada 31 Oktober 1923,[1][3] dengan rumah leluhurnya di Huanggang, Provinsi Hubei. Ayahnya, Li Siguang (J.S. Lee), adalah geologis terkemuka dan profesor di Universitas Peking dan ibunya, Xu Shubin (许淑彬code: zh is deprecated ), adalah seorang pemain piano dan guru sekolah.[1] Ayahnya merupakan keturunan Mongol, kakeknya adalah seorang pengemis Mongol yang pindah ke Hubei untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. Aslinya, keluarganya bermarga Mongol "Kuli" (库里code: zh is deprecated ) atau "Ku" (库code: zh is deprecated ).[4]
Dari 1934 hingga 1936, ia tinggal di Inggris, di mana ayahnya mengajar. Setelah Perang Tiongkok-Jepang Kedua pecah, keluarganya mengungsi di Shanghai, lalu Guilin dan Guangxi yang bebas dari pendudukan Jepang.[1]
Di Guilin, ia mengubah namanya menjadi Li Lin[4] dan belajar di Universitas Guangxi, lulus pada 1944 dengan gelar mekanik. Ia bekerja di Institut Aviasi di Chengdu dan dengan bantuan Joseph Needham, a berhasil memenangkan beasiswa belajar di Universitas Birmingham dari Dewan Budaya Britania Raya pada 1946. Setelah mendapatkan gelar master pada 1948, ia melanjutkan studinya di Departement Metalurgi Universitas Cambridge,[1] di mana ia bertemu dan menikahi ilmuwan Chen Lu-Tsou yang sama-sama berkebangsaan Tiongkok. Ia pun dikenal sebagai Anna Tsou.[2]
Setelah Li dan Tsou menyelesaikan S3-nya pada 1951, mereka kembali ke Republik Rakyat Tiongkok yang baru saja didirikan. Li bekerja di Institut Metalurgi Shanghai dan Tsou bekerja di Institut Fisiologi dan Biokimia Shanghai, keduanya berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIPT).[1] Ia dan rekannya memenangkan anugerah atas penelitiannya mengenai grafit bulat pada 1956.[5]
Pada 1956, fisikawan Qian Sangiang mempekerjakan Li dalam program daya nuklir Tiongkok. Setelah menyelesaikan proyek reaktor air berat, pada 1958, ia dipindahkan ke Institut Fisika AIPT di Beijing. Ia menghabiskan 14 tahun setelahnya untuk bekerja dalam program nuklir.[1][4] Pada 1972 atau 1973, ia dipindahkan lagi ke Institut Fisika Energi Tinggi untuk bekerja dalam bidang superkonduktivitas suhu tinggi.[1][4][5]