Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Leonid

Leonid adalah hujan meteor tahunan yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle. Fenomena ini termasuk salah satu hujan meteor paling cepat dan paling dikenal dalam astronomi. Fenomena ini dapat menimbulkan badai meteor dengan intensitas tinggi setiap sekitar 33 tahun sekali. Nama Leonid berasal dari lokasi titik pancar yang terletak di rasi bintang Leo. Dari permukaan Bumi, meteor dalam hujan meteori tampak seolah memancar keluar dari satu titik di langit yang bertepatan dengan posisi rasi tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Leonid (/ˈliːənɪdz/ LEE-ə-nidz) adalah hujan meteor tahunan yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle. Fenomena ini termasuk salah satu hujan meteor paling cepat dan paling dikenal dalam astronomi. Fenomena ini dapat menimbulkan badai meteor dengan intensitas tinggi setiap sekitar 33 tahun sekali.[1] Nama Leonid berasal dari lokasi titik pancar yang terletak di rasi bintang Leo. Dari permukaan Bumi, meteor dalam hujan meteori tampak seolah memancar keluar dari satu titik di langit yang bertepatan dengan posisi rasi tersebut.[2]

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi aliran meteoroid yang tersisa dari lintasan komet. Partikel-partikel padat tersebut terbentuk ketika gas beku pada inti komet menguap akibat panas Matahari setelah melewati orbit Jupiter. Karena komet 55P/Tempel–Tuttle memiliki orbit retrograd, meteoroid Leonid bergerak sangat cepat dan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per detik, menjadikannya hujan meteor tercepat yang diamati secara tahunan.[3] Meteoroid berukuran sekitar satu sentimeter dapat menghasilkan meteor terang dengan magnitudo semu hingga −1,5,[4] secara keseluruhan Leonid dapat menyebarkan 12 hingga 13 ton partikel ke permukaan Bumi setiap tahunnya.[5]

Jejak partikel yang ditinggalkan oleh komet membentuk jalur meteoroid yang orbitnya menyerupai orbit komet induk, tetapi mengalami perubahan akibat pengaruh gravitasi planet, terutama Jupiter,[6] serta tekanan radiasi dari Matahari melalui efek Poynting-Robertson dan efek Yarkovsky.[7] Ketika Bumi melewati jalur tersebut, hujan meteor terjadi. Jalur yang lebih tua cenderung jarang partikel dan menghasilkan sedikit meteor, sedangkan jalur muda lebih padat dan dapat menimbulkan ledakan aktivitas meteor.[8]

Hujan meteor Leonid biasanya mencapai puncak aktivitas sekitar tanggal 18 November, meskipun waktu puncaknya dapat berubah dari tahun ke tahun. Dalam kondisi biasa, hujan meteor ini menghasilkan beberapa meteor per jam. Namun, pada periode badai meteor yang terjadi setiap tiga dekade lebih, aktivitasnya dapat melebihi 1.000 meteor per jam,[9] bahkan dalam beberapa peristiwa sejarah tercatat lebih dari 100.000 meteor per jam. Fenomena tersebut menjadikan Leonid sebagai salah satu hujan meteor paling penting dan paling banyak dipelajari dalam bidang astronomi.[10]

Meteoroid[4]
Ukuran Magnitudo semu Tingkat kecerahan yang sebanding
2 mm (1⁄16 in; 0,2 cm) +3.7 (pengamatan visual) Delta Ursae Majoris
1 cm (3⁄8 in) −1.5 (Meteor sangat terang) Sirius
2 cm (3⁄4 in) −3.8 (Fireball) Venus

Referensi

  1. ↑ Byrd, Deborah (2025-11-14). "Leonid meteor shower: All you need to know in 2025" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-07.
  2. ↑ "Leonid meteor shower 2025: when and where to see it in the UK | Royal Observatory Greenwich". www.rmg.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-07.
  3. ↑ "2025 Meteor Shower List". American Meteor Society (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-07.
  4. 1 2 Jenniskens, Petrus Matheus Marie (2006-09-14). Meteor Showers and Their Parent Comets (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-85349-1.
  5. ↑ Perlerin, Vincent. "50th anniversary of the famous 1966 Leonid storm". American Meteor Society (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-07.
  6. ↑ McNaught, R. H.; Asher, D. J. (1999-04). "Leonid Dust Trails and Meteor Storms". WGN, Journal of the International Meteor Organization (dalam bahasa Inggris). 27 (2): 85–102. ISSN 1016-3115.
  7. ↑ Brown, Peter Gordon (1999). "Evolution of two periodic meteoroid streams: The Perseids and Leonids". Ph.D. Thesis (dalam bahasa Inggris): 4005.
  8. ↑ Kozlovsky, A.; Lukianova, R.; Lester, M. (2020). "Occurrence and Altitude of the Long-Lived Nonspecular Meteor Trails During Meteor Showers at High Latitudes". Journal of Geophysical Research: Space Physics (dalam bahasa Inggris). 125 (8): e2019JA027746. doi:10.1029/2019JA027746. ISSN 2169-9402.
  9. ↑ "Leonids meteor shower 2019 will light up the sky this weekend. Here's how to watch - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2019-11-16. Diakses tanggal 2025-11-07.
  10. ↑ "Leonid shower a dud in 2019, but past years have featured extreme 'meteor storms'". The Washington Post (dalam bahasa American English). 2019-11-18. ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2025-11-07.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF
  • GND
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Leonid Brezhnev

Pemimpin Uni Soviet (1964-1982)

Leonid Vitaliyevich Kantorovich

matematikawan asal Uni Soviet

Leonid Andreyev

Leonid Nikolaievich Andreyev (bahasa Rusia: Леони́д Никола́евич Андре́евcode: ru is deprecated , 21 Agustus 1871 – 12 September 1919) adalah seorang dramawan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026