Lempeng Okhotsk merupakan salah satu lempeng tektonik minor yang terletak di kawasan timur laut Eurasia. Lempeng ini meliputi wilayah Semenanjung Kamchatka, Oblast Magadan, dan Pulau Sakhalin di Rusia; wilayah Hokkaido, Tōhoku, dan Kantō di Jepang; serta Laut Okhotsk dan Kepulauan Kuril yang masih menjadi wilayah sengketa antara Rusia dan Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Lempeng Okhotsk merupakan salah satu lempeng tektonik minor yang terletak di kawasan timur laut Eurasia. Lempeng ini meliputi wilayah Semenanjung Kamchatka, Oblast Magadan, dan Pulau Sakhalin di Rusia; wilayah Hokkaido, Tōhoku, dan Kantō di Jepang; serta Laut Okhotsk dan Kepulauan Kuril yang masih menjadi wilayah sengketa antara Rusia dan Jepang.[1]
Lempeng Okhotsk berbatasan dengan beberapa lempeng besar, antara lain Lempeng Amurian di barat, Lempeng Pasifik di timur, dan Lempeng Amerika Utara di timur laut. Di Jepang, sistem sesar utama terbentuk pada zona pertemuan antara Lempeng Amur (bagian timur dari Lempeng Eurasia) dan Lempeng Okhotsk. Batas utama antara kedua lempeng tersebut berupa sesar transform geser kiri yang dikenal sebagai Sesar Ulakhan, yang memanjang dari kawasan Pegunungan Chersky dan berhubungan dengan pertemuan tiga lempeng (triple junction) di wilayah tersebut.[2]
Konsep Lempeng Okhotsk sebagai lempeng tersendiri mulai dikemukakan pada akhir abad ke-20. Pada dekade 1970-an, Jepang semula dianggap berada di atas Lempeng Eurasia pada titik pertemuan empat lempeng besar, yaitu Lempeng Amerika Utara, Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Filipina. Batas barat Lempeng Amerika Utara saat itu ditafsirkan melintasi selatan Pulau Hokkaido. Pada 1980-an, batas tersebut direvisi hingga mencakup Laut Jepang dan Garis Tektonik Itoigawa-Shizuoka (Itoigawa-Shizuoka Tectonic Line, I-STL), berdasarkan aktivitas seismik di tepi timur Laut Jepang. Penelitian pada 1990-an mendukung adanya mikrolempeng Okhotsk yang bergerak secara independen dari Lempeng Amerika Utara.[3][4]
Pada tahun 2003, ahli geologi Peter Bird mengusulkan bahwa batas selatan Lempeng Okhotsk melewati I-STL, sehingga sebagian besar wilayah Jepang berada di atas Lempeng Okhotsk.[5] Beberapa penelitian lain berpendapat bahwa selama periode Neogen, batas lempeng pernah melalui Hokkaido, dan bahwa wilayah Jepang timur laut serta Hokkaido bagian barat sebelumnya termasuk dalam Lempeng Eurasia.[4]
Batas antara mikrolempeng Okhotsk dan mikrolempeng Amur berhubungan dengan terjadinya sejumlah gempa kuat di Laut Jepang dan Pulau Sakhalin. Salah satunya adalah gempa Sakhalin Utara 27 Mei 1995 (magnitudo Mw 7,1 atau Ms 7,5 menurut sumber lain), yang menghancurkan kota Neftegorsk. Kota tersebut kemudian tidak dibangun kembali. Gempa besar lainnya, seperti Gempa Laut Jepang 1983, Gempa Hokkaido 1993, dan Gempa Noto 2024, juga memicu tsunami di wilayah Laut Jepang.[6][7]
Batas timur antara Lempeng Okhotsk dan Lempeng Pasifik merupakan zona subduksi aktif, di mana Lempeng Pasifik menekan ke bawah Lempeng Okhotsk. Zona ini menjadi sumber sejumlah gempa megathrust terbesar di dunia, termasuk Gempa Kamchatka 1737 (Mw 9,0–9,3), Gempa Kamchatka 1952 (Mw 9,0), dan Gempa Kamchatka 2025 (Mw 8,8). Aktivitas serupa juga tercatat di Kepulauan Kuril (Gempa 15 November 2006, Mw 8,3),[8][9] Hokkaido (Gempa 26 September 2003, Mw 8,3),[10][11] dan Honshu (Gempa 11 Maret 2011, Mw 9,0) yang memicu tsunami besar di Samudra Pasifik.[12]
Berdasarkan hasil pengukuran Global Positioning System (GPS) dan pemodelan geodinamik, Lempeng Okhotsk diketahui mengalami rotasi perlahan searah jarum jam. Kecepatan rotasi tersebut diperkirakan sekitar 0,2 derajat per satu juta tahun, dengan sumbu rotasi yang terletak di utara Pulau Sakhalin.[13]