Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLedakan kecerdasan buatan
Artikel Wikipedia

Ledakan kecerdasan buatan

Ledakan kecerdasan buatan adalah suatu periode pertumbuhan pesat dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Ledakan AI saat ini merupakan periode berkelanjutan yang berawal antara tahun 2010 hingga 2016 dan mengalami percepatan signifikan pada dekade 2020-an. Contoh perkembangan penting pada periode ini meliputi teknologi AI generatif, seperti model bahasa besar dan generator gambar berbasis AI yang dikembangkan oleh perusahaan seperti OpenAI, serta kemajuan ilmiah seperti prediksi pelipatan protein yang dipelopori Google DeepMind.

meningkatnya penelitian dan penggunaan kecerdasan buatan sejak pertengahan 2010-an
Diperbarui 5 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ledakan kecerdasan buatan
Untuk perkembangan kecerdasan buatan dengan memanfaatkan kecerdasannya, lihat ledakan kecerdasan.
Sampul majalah berita Amerika Time yang menampilkan percakapan ChatGPT; gambar merpati mekanik dibuat di Midjourney

Ledakan kecerdasan buatan (bahasa Inggris: AI boomcode: en is deprecated )[1][2] adalah suatu periode pertumbuhan pesat dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Ledakan AI saat ini merupakan periode berkelanjutan yang berawal antara tahun 2010 hingga 2016 dan mengalami percepatan signifikan pada dekade 2020-an. Contoh perkembangan penting pada periode ini meliputi teknologi AI generatif, seperti model bahasa besar dan generator gambar berbasis AI yang dikembangkan oleh perusahaan seperti OpenAI, serta kemajuan ilmiah seperti prediksi pelipatan protein yang dipelopori Google DeepMind.

Periode ini kadang disebut sebagai musim semi AI (AI spring) sebagai kontras terhadap periode-periode AI winter yang terjadi sebelumnya. Hingga tahun 2025, ChatGPT tercatat sebagai situs web keempat yang paling banyak dikunjungi di dunia, berada di bawah Google, YouTube, dan Facebook.

Sejarah

Jumlah penelusuran Google untuk istilah "AI" meningkat pada tahun 2022.

Pada tahun 2012, tim peneliti dari Universitas Toronto menggunakan jaringan saraf tiruan dan teknik pembelajaran mendalam untuk menurunkan tingkat kesalahan di bawah 25% untuk pertama kalinya selama tantangan ImageNet untuk pengenalan objek dalam visi komputer. Peristiwa ini memicu ledakan kecerdasan buatan di dekade berikutnya, ketika banyak alumni tantangan ImageNet menjadi pemimpin di industri teknologi.[3][4] Pada Maret 2016, AlphaGo mengalahkan Lee Sedol dalam pertandingan lima babak, menandai pertama kalinya program komputer Go berhasil mengalahkan pemain profesional 9-dan tanpa handicap. Pertandingan ini menyebabkan peningkatan minat publik yang signifikan terhadap kecerdasan buatan.[5] Perlombaan kecerdasan buatan generatif dimulai secara serius pada tahun 2016 atau 2017 setelah berdirinya OpenAI dan kemajuan sebelumnya dalam unit pemrosesan grafis (GPU), jumlah dan kualitas data pelatihan, jaringan adversarial generatif, model difusi, dan arsitektur transformer.[6][7]

Pada tahun 2018, Artificial Intelligence Index, sebuah inisiatif dari Universitas Stanford, melaporkan ledakan global upaya komersial dan riset dalam bidang kecerdasan buatan. Eropa menerbitkan jumlah makalah terbesar dalam bidang tersebut pada tahun itu, diikuti oleh Tiongkok dan Amerika Utara.[8] Teknologi seperti AlphaFold menghasilkan prediksi pelipatan protein yang lebih akurat dan meningkatkan proses pengembangan obat.[9] Para ekonom dan pembuat undang-undang mulai lebih sering membahas potensi dampak kecerdasan buatan.[10][11] Menjelang 2022, model bahasa besar (LLM) semakin sering digunakan dalam aplikasi chatbot; model teks-ke-gambar dapat menghasilkan gambar yang tampak seperti buatan manusia;[12] dan perangkat lunak sintesis suara mampu meniru ucapan manusia dengan efisien.[13]

Menurut metrik dari 2017 hingga 2021, Amerika Serikat mengungguli negara-negara lain dalam hal pendanaan modal ventura, jumlah perusahaan rintisan, dan paten yang diberikan di bidang kecerdasan buatan.[14][15] Ilmuwan yang berimigrasi ke AS memainkan peran besar dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan di negara tersebut.[16][17] Banyak di antara mereka yang menempuh pendidikan di Tiongkok, memicu perdebatan tentang kekhawatiran keamanan nasional di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara.[18]

Para ahli memandang pengembangan kecerdasan buatan sebagai persaingan untuk keunggulan ekonomi dan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok.[19] Pada tahun 2021, seorang analis untuk Dewan Hubungan Internasional menguraikan cara-cara agar AS dapat mempertahankan posisinya di tengah kemajuan yang dicapai Tiongkok.[20][21] Pada 2023, seorang analis di Center for Strategic and International Studies menganjurkan agar AS menggunakan dominasinya dalam teknologi kecerdasan buatan untuk mendorong kebijakan luar negerinya alih-alih mengandalkan perjanjian dagang.[14]

Referensi

  1. ↑ Knight, Will. "Google's Gemini Is the Real Start of the Generative AI Boom". Wired. Diakses tanggal 2023-12-12.
  2. ↑ Meredith, Sam (2023-12-06). "A 'thirsty' generative AI boom poses a growing problem for Big Tech". CNBC. Diakses tanggal 2023-12-12.
  3. ↑ "The data that transformed AI research—and possibly the world". Quartz. 26 July 2017.
  4. ↑ Lohr, Steve (30 November 2017). "A.I. Will Transform the Economy. But How Much, and How Soon?". The New York Times.
  5. ↑ "Match 1 – Google DeepMind Challenge Match: Lee Sedol vs AlphaGo". YouTube. 8 March 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 March 2017. Diakses tanggal 9 March 2016.
  6. ↑ "Everything You Need To Know About The Artificial Intelligence Boom". Nasdaq.com. Investing Daily. August 22, 2018.
  7. ↑ "Why am I not terrified of AI?". Shtetl-Optimized. 2023-03-06. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2023-03-19.
  8. ↑ Statt, Nick (12 December 2018). "The AI boom is happening all over the world, and it's accelerating quickly". The Verge.
  9. ↑ Wong, Matteo (2023-12-11). "Science Is Becoming Less Human". The Atlantic. Diakses tanggal 2023-12-12.
  10. ↑ Lohr, Steve (30 November 2017). "A.I. Will Transform the Economy. But How Much, and How Soon?". The New York Times.
  11. ↑ "Nine charts that really bring home just how fast AI is growing". MIT Technology Review.
  12. ↑ Vincent, James (2022-05-24). "All these images were generated by Google's latest text-to-image AI". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-15. Diakses tanggal 2023-03-15.
  13. ↑ Cox, Joseph (January 31, 2023). "AI-Generated Voice Firm Clamps Down After 4chan Makes Celebrity Voices for Abuse". Vice. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-07. Diakses tanggal 2023-03-15.
  14. 1 2 Frank, Michael (September 22, 2023). "US Leadership in Artificial Intelligence Can Shape the 21st Century Global Order". The Diplomat. Diakses tanggal 2023-12-08.
  15. ↑ "Global AI Vibrancy Tool". Artificial Intelligence Index. Stanford, California: Stanford University.
  16. ↑ Gold, Ashley (June 27, 2023). "Exclusive: Immigrants play outsize role in the AI game". Axios. Diakses tanggal December 12, 2023.
  17. ↑ Ellis, Lindsay (2023-10-23). "Dropping Out of College to Join the AI Gold Rush". WSJ (Wall Street Journal). New York, New York. Diakses tanggal 2023-12-12.
  18. ↑ Mozur, Paul; Metz, Cade (9 June 2020). "A U.S. Secret Weapon in A.I.: Chinese Talent". The New York Times.
  19. ↑ "What Is Artificial Intelligence (AI)?". Council on Foreign Relations.
  20. ↑ "Lauren A. Kahn | Council on Foreign Relations". 3 January 2022. Diarsipkan dari asli tanggal January 3, 2022.
  21. ↑ Kahn, Lauren (October 28, 2021). "U.S. Leadership in Artificial Intelligence Is Still Possible". Council on Foreign Relations.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi

Artikel Terkait

ChatGPT

bot obrolan cerdas yang diciptakan oleh OpenAI

Generasi Z

kelompok demografis

Kecerdasan buatan sumber terbuka

kecerdasan buatan yang dapat diakses publik. Pada awal 2000-an, kecerdasan buatan sumber terbuka mulai berkembang pesat dengan hadirnya pustaka dan kerangka

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026